Indonesia Government Should Boycott Intel & AMD !!!

Social, Technology Add comments

Dengan release mikroprosesor terbaru dari Intel dan AMD pemerintah Indonesia seharusnya memboikot kedua produsen mikroprosesor terbesar ini. Saat ini persaingan kedua perusahaan penguasa pasar mikroprosesor ini menjadi tidak lagi sehat. Performansi diukur dalam ukuran Megahertz, Gigahertz dengan melupakan satu hal. Kebutuhan daya! Sesuatu yang pemerintah saat ini sulit untuk menyediakan layanan kebutuhan sektor energi karena negara ini sedang defisit energi untuk kebutuhan rakyat.

Satu buah komputer dengan spesifikasi Intel terbaru Pentium 4 2,8-3,2 GHz membutuhkan daya 89-115 Watt!! Bayangkan berapa total energi yang dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan komputasi negara kita.

Pada saat saya menjalani masa kuliah di ITB saya masih ingat sekali bahwa masyarakat kampus diingatkan untuk menghemat penggunaan energi listrik dan air, karena kampus tiap bulan membayar lebih dari 110 juta rupiah perbulan untuk kebutuhan listrik dan lebih dari 14 juta rupiah perbulan untuk konsumsi air. Angka tersebut estimasi hampir 10 tahun yang lalu, karena ITB pada saat itu rajin menempelkan stiker di setiap WC umum kampus. Anda mungkin berminat melihat berapa banyak uang yang perusahaan/organisasi anda keluarkan setiap bulannya untuk membiayai listrik yang sebagian besar dikonsumsi untuk kebutuhan komputasi anda.

Apakah mikroprosesor dibuat memang membutuhkan daya sebesar itu? Tidak! Saya masih ingat ketika mikroprosesor membutuhkan daya tidak lebih dari 3-5 Watt. Dan beberapa mikroprosesor alternatif tetap menghasilkan daya konsumsi yang cukup efisien. Pada tahun 1997-1998 ketika Apple merelease PowerMacintosh dengan basis PowerPC G3 300MHz kebutuhan konsumsi dayanya tidak lebih dari 3 Watt. Jauh lebih efisien dibandingkan mikroprosesor dari Intel pada saat itu yaitu Pentium !!! 300MHz yang membutuhkan daya lebih dari 30 Watt.

Apakah ukuran Megahertz, Gigahertz mikroprosesor menjamin peningkatan kecepatan mikroprosesor? Tidak. Kecepatan mikroprosesor tidak hanya diukur oleh tingginya angka Megahertz atau Gigahertz yang dimilikinya. Intel Pentium 3 1,4GHz misalnya jauh lebih bertenaga dibandingkan Pentium 4 yang < 2,4GHz. Desain mikroprosesor menentukan performansi keseluruhan dari sebuah mikroprosesor, misalnya panjangnya pipeline (stages), dan branch prediction. Semakin banyak pipelines stages suatu mikroprosesor semakin lama waktu yang dibutuhkan mikroprosesor untuk memproses data, yang berarti semakin tidak efisien. Intel sendiri membuktikan kenapa Pentium M alias Centrino mikroprosesor yang di desain oleh tim engineer Intel di Israel jauh lebih efisien dan bertenaga dibandingkan mikroprosesor buatan Intel sendiri yaitu Pentium 4. Dan jauh lebih dingin yang berarti jauh lebih hemat energi. (Bagi anda yang penasaran dengan seberapa cepat mikroprosesor anda sebenarnya bekerja dapat merefer link http://distributed.net/speed dan coba periksa hasil benchmark independen untuk RC5-64. Distributed.net merupakan suatu proses komputasi terdistribusi yang dipergunakan untuk mengenerate kebutuhan komputer berama seperti proyek SETI).

Saya tidak akan berusaha menjelaskan secara teknis hal tersebut di blog ini, karena concern utama saya bagaimana pemerintah tertarik untuk preserve energy. Negara kita saat ini sedang membutuhkan energi dan energi menjadi sesuatu yang berharga dan mahal. Karena itu pemerintah seharusnya memboikot Intel dan AMD. Lantas apa yang dapat dilakukan pemerintah dengan diboikotnya Intel dan AMD? Apakah dengan demikian pemerintah tidak lagi menjadi konsumen mikroprosesor tersebut yang sulit dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari?

Tentu tidak. Pemerintah dapat berbicara dengan Intel dan AMD untuk memproduksi mikroprosesor yang efisien. Dengan demikian kebutuhan energi kita dapat di hemat. Kita sebagai suatu bangsa yang besar tentunya tidak ingin cuma menjadi konsumen dan dijejali oleh semua produksi komoditi yang tidak layak dipergunakan di negeri ini bukan?

Sayang sekali di satu sisi masyarakat perkotaan menjadi sangat konsumtif dengan kebutuhan komputasi sehingga satu buah komputer desktop dapat menkonsumsi lebih dari 200 Watt listrik (dihitung dengan kebutuhan daya untuk monitor dan periferal lainnya) sedangkan di pedesaan 100 Watt dapat menghidupi sekian puluh kepala keluarga dengan program listrik pedesaannya :(

Mungkin pemerintah dan/atau PLN sudah saatnya mempertimbangkan hal tersebut secara serius. Saya berharap pemerintahan yang baru nanti dapat secara lebih cermat mempertimbangkan hal ini dan mengambil tindakan yang tepat dan berarti untuk kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia.

Saya mengundang komen dan diskusi anda semua sehubungan hal diatas… terima kasih.

64 Responses to “Indonesia Government Should Boycott Intel & AMD !!!”

  1. anonymous Says:

    ngga usah beli komputer kalo gitu mas.. pake kalkulator aja. atau tetep pake 8088. Untuk menyamai Pentium IV terbaru sekarang mungkin butuh 1000 pcs 8088, yang kalo dihitung mungkin lebih boros daripada pake single processor.

    Tinggal pilihan pribadi mau pake 1000 pcs 8088 atau 1 biji Pentium IV

  2. adinoto Says:

    Ini artikel lama mas, yang tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa-siapa. tapi “membuka” mata para CTO bahkan CEO yang kadang tidak bahkan sama sekali tidak melek akan “behind the curtain”.

    Tentunya buat Intel ini akan menjadi point dimana mereka akan mencoba membuat produk yang lebih baik dengan konsumsi daya yang jauh lebih hemat dan performansi yang lebih tinggi (Yonah, dual core Centrino contohnya).

    Buat pejabat pemerintah yang berwenang, ya sama saja, ini buat bahan pemikiran mereka-mereka saja, mau maju ya banyak membaca, dan carilah tim yang dapat mendukung anda dengan data yang lebih benar.

    1000 pc 8088? Loh anda miss pointnya, disini maksudnya bukan untuk meninggalkan komputer, tapi melihat dari kacamata konsumsi daya, memangnya computer cuma Pentium IV mas?

    Comment2 yang lain dahulu banyak sekali dari pindahan blog saya dari http://adinoto.blogspot.com ga sempat saya pindahin, karena databasenya corrupt tapi saya sudah dump satu persatu. Cuma ga ada waktu aja.

    Salam.

  3. arie Says:

    dari kacamata pebisnis, dan kebetulan agak berpengalaman dalam pembuatan corporate news, Mas Adi nih OK banget kemampuannya utk nulis news release. Nulis sesuatu bla bla bla, tentang IT dan aspek-aspeknya plus minus kompetitor lalu sebagai konklusi: please buy this (my)product. Itu dari kacamata pebisnis dan profesisaya dimasa lalu lho Mas Adi.

    Saya sih setuju dengan pendapat tentang hemat energinya. Tapi omong-omong soal Intel/AMD versus Mac, udah dijelek-jelekin gitu, tetep aja sebagai sebuah produk, Intel/AMD melejit di pasaran. Mac? Apaan tuh? MacGyver? Nah begitu tanya tetangga saya.
    Artinya ada lack of sales and marketing. Bisa bikin barang bagus kagak bisa ngejual…..Hmmmm

    Anyway, I’m not defending any brand. Just selling….

  4. adinoto Says:

    terima kasih mas Arie. motif tulisannya bukan buat jualan kok :)

  5. Irvan Says:

    Wah…kalo mikirnya microprocessor… kayaknya pemerintah kita belum saatnya kasih komentar/protes.
Karna in-efisiensi jauh lebih besar diluar hal itu.
Jadi jika pemerintah protes ke intel or amd, rasanya itu bakal jadi bumerang buat mereka sendir…
-Irvan-

  6. Adinoto Says:

    Good point Irvan, tapi tujuan dari artikel ini paling tidak untuk mencapai 2 sasaran. Meningkatkan consumen-awareness, dan membangun awareness pemerintah tentang perlunya efisiensi penggunaan sektor energi. Tentunya kita semua paling tidak ingin terjadinya defisit energi yang bermuara pada digilirnya listrik di seluruh tempat seperti yang direncanakan PLN bukan? Back to the dark ages? Guess I can not compromise with that! Or better be government should talk to Intel on how develop a powerplant, since they develop POWER better than they develop MICROPROCESSOR. :P

  7. Titi Says:

    Penghematan? Setuju aku. Bukankah kita-kita yang di Pekanbaru sudah merasakan dampak back to dark ages belakangan ini? Mati lampu melulu, perasaan. Coba kalau pemakaian rumah tangga bisa dihemat. Pemakaian listrik pada saat peak time bisa lebih leluasa. Lagi-lagi, kita harus mulai dari diri sendiri.

Titi

  8. Adinoto Says:

    Betul Ti, sekarang pernah menghitung ga biaya pemakaian listrik di kantor selama ini? Apalagi setelah upgrade ke prosesor terbaru (alias Pentium 4)?

I’m worried about this… more because of none of ‘em in government now aware of this problem. Maybe what Intel do best all these years?… advertise… Honestly AMD produce better chips than Intel today… even better the PowerPC from IBM, but where they to find :( Only on those expensive Apple PowerMac .. too sad no knockdown version of Mac which fit for Indonesia market (developing countries)… gee I wish dollar still stays in Rp.2,300 range :( I’m dreaming.. I’m hallucinating…

  9. Arnold Siboro Says:

    Soal power consumption ini sudah menjadi concern aku juga sejak lama, jadi thanks dik telah mengangkat topik ini. concern aku meliputi juga satu aspek yg belum disinggung Adi, yaitu power yg dibutuhkan untuk mendinginkan server! Bagi home users mungkin gak seberapa, tapi bagi pengguna dikantor dengan puluhan komputer, dan terlebih lagi bagi pelaku bisnis IT yang menggunakan banyak server yang hidup 24jam/hari seperti saya, ini masalah besar. Server room harus didinginkan dengan AC dan kipas angin 24jam/hari terutama di musim panas (ini utk negara dengan empat musim seperti Jepang, kalo di Jakarta berarti musim panas sepanjang tahun..). Biaya untuk mendinginkan server2 ini lebih mahal dari biaya listrik yg disedot CPU nya. Di server room saya yg termasuk skala sangat kecil saja perlu satu AC bertenaga besar dan satu kipas angin, ditambah tentunya 2-3 fan di dalam masing2 server. Bayangkan berapa biaya listriknya.

Ada sebenarnya CPU yg berorientasi low power, misalnya yg buatan Transmeta, yg belum disinggung oleh Adi. Rekan2 mungkin tahu nya CPU “Crusoe” untuk notebook. Tapi karena alur pikiran yang sama (server2 sekarang sangat memakan power dan menghasilkan panas) maka para pembuat server mulai memilih low power CPU buatan Transmeta, terutama untuk server jenis blade yg sangat high density. Karena Crusoe intel compatible, bisa aja sebenarnya Indonesia boycott Intel dan AMD lalu pake low power CPU buatan Transmeta.

  10. Adinoto Says:

    Betul sekali, bahwa kebutuhan komputasi selain dihitung dari daya yang didisipasikan oleh processor (dan perangkat lainnya, i.e: VGA terbaru pun mengkonsumsi daya dan mendisipasikan panas yang tidak sedikit), maka konsumsi ARUS listrik pun menjadi parameter dari konsumsi daya listrik di tempat anda. Jadi katakanlah anda mengganti kipas anda dengan yang lebih kecil, namun memiliki Ampere yang lebih besar, maka secara umum penggunaan daya listrik anda dijamin akan meningkat sebanding dengan ratio perbandingan antara Ampere kipas yang baru terhadap kipas yang lama (KpB/KpL x Biaya Bulanan). Masalahnya semakin tinggi GHz komputer anda karena panas yang dihasilkan maka semakin besar kebutuhan untuk mendinginkan processor tersebut yang berakibat pada penggunaan daya yang lebih besar lagi.

Setuju dengan saudara Arnold, bahwa beberapa mikroprosesor dibangun dengan efficiency in mind, seperti halnya Crusoe dan Efficion dari Transmeta, dan Eden dari VIA. Namun beberapa hal yang jadi kelemahan dari desain mikroprosesor “dingin” ini adalah performansinya masih dibawah dari processor “mainstream” seperti Intel dan AMD. Contoh kongkrit bahwa Eden/C3 dari VIA berating 1,2GHz secara performansi masih berkinerja setara hanya dengan Celeron 600MHz. Walaupun demikian multiprocessor system yang dibangun dari sistem yang dingin demikian masih memiliki harapan mempuyai kinerja yang lebih besar daripada single system yang memiliki disipasi panas yang berlebihan. Beberapa mikroprosesor yang dinilai dingin namun memiliki kinerja yang luarbiasa diantaranya adalah Intel “Tualatin” Pentium III (alias Pentium III dengan clock 1-1,4GHz), IBM PowerPC G3 (PowerPC 750xx Series), dan Intel Centrino. Masalahnya kenapa Intel tidak menggunakan Centrino yang efisien, performer sebagai basis Desktop processornya bagi end user? Untuk hal ini kita kembali lagi harus menunggu karena peran kita selama ini tidak lebih dari pengguna akhir yang hanya dapat menerima apa yang disodorkan produsen.

Disinilah saya mengajak rekan-rekan untuk berdiskusi dalam membuka mata bangsa ini untuk mulai memikirkan nasib dirinya sendiri ke depan.
    8/31/2004 8:56 PM

    gempur sr said…
    Wah Mas Adi, saya malah sama sekali belum tersadar sebelum membaca tulisan ini bahwa bahwa aspek penghematan termasuk dalam hal ini daya listrik. Masih dengan paradigma bahwa dengan komputer menjadi lebih effisien dan effektif, dan advetorial di tv juga melulu tentang penghematan daya lampu, tv, kulkas …

Ternyata, mungkin masih lebih effisien sebuah kantor pemerintah menggunakan Lemari Arsip, dibandingkan mengunakan File Server. Jika mencari data dari lemari masih lebih cepat daripada mencari di Server. Jika File Server tsb menjadi barang antik, karena mahal, canggih dan hanya untuk Kepala Dinas. Jika File Server tsb, tidak terhubung (network) dengan tempat lain, tidak bisa diakses kecuali oleh satu orang … sementara Server tersebut hidup 24 jam sehari …

  11. Gempur Says:

    Wah Mas Adi, saya malah sama sekali belum tersadar sebelum membaca tulisan ini bahwa bahwa aspek penghematan termasuk dalam hal ini daya listrik. Masih dengan paradigma bahwa dengan komputer menjadi lebih effisien dan effektif, dan advetorial di tv juga melulu tentang penghematan daya lampu, tv, kulkas …

Ternyata, mungkin masih lebih effisien sebuah kantor pemerintah menggunakan Lemari Arsip, dibandingkan mengunakan File Server. Jika mencari data dari lemari masih lebih cepat daripada mencari di Server. Jika File Server tsb menjadi barang antik, karena mahal, canggih dan hanya untuk Kepala Dinas. Jika File Server tsb, tidak terhubung (network) dengan tempat lain, tidak bisa diakses kecuali oleh satu orang … sementara Server tersebut hidup 24 jam sehari …

  12. Hanindyo Says:

    http://www.pln.co.id/

coba liat ada himbauan dari PLN untuk menghemat listrik :D

  13. adinoto’s blog » Flirting with Windows XP 64-bit (x64) edition Says:

    [...] I’m not a big fan of Intel Pentium 4, but I maybe like its Yonah or Merom successor. Merom will be Intel’s best chip due it will sport Dual Core and 64-bit for Pentium M architechture. While not expecting to wait that long (Q2-Q3 ‘06), we can have ourself play with Pentium D with EM64T (or the new Celeron LGA with EM64T) technology. EM64T basically is an AMD64 instruction that Intel licensed a year ago from AMD. [...]

  14. Erna Says:

    mas…………….
    bedane amd ama intel apaan ya??????????????????????
    jawab ya, thanks

  15. macnoto Says:

    Erna, bedanya AMD sama Intel sih beda produsen saja. Dua-duanya merupakan vendor yang menciptakan prosesor dengan instruksi x86 yang merupakan instruksi paling populer saat ini di dunia microprosesor (tidak selalu lebih baik, tapi paling populer. Instruksi lain ada dari jenis arsitektur lain misalnya PowerPC, MIPS, Alpha, DEC, dll).

    Nah AMD dan Intel saat ini sedang bersaing. Untuk simplenya, kalo saat ini, leading price performance adalah AMD. AMD Sempron yang baru (bersama dengan Athlon64) merupakan mikroprosesor yang paling menarik dari sisi harga/performance. Dan saat ini konsumsi daya AMD processor jauh lebih dingin (30-50Watt) dibandingkan Pentium 4 (110-250Watt). Jadi kalo anda tertarik untuk menghemat konsumsi daya listrik dirumah anda, saya sarankan untuk menggunakan prosesor dari AMD.

    Tahun ini (2006) lebih menarik lagi, karena Intel mulai mengeluarkan mikroprosesor yang dingin (hemat daya), berbasis Pentium M (yang digunakan di laptop-laptop Centrino). Semoga mikroprosesor baru ini segera direlease dalam bentukan mikroprosesor desktop (dipake dikomputer rumahan). Nah salah satu variantnya adalah Dual Core Pentium M yang biasa disebut Yonah.

    Nah artikel saya diatas relevan untuk membahas Intel Pentium 4. Memang Intel Pentium 4 harusnya sudah dibuang saja dari peredaran. Selain salah desain (tidak efisien antara Clock Speednya dengan Performance yang dihasilkan => Pentium M 1.6GHz setara atau lebih cepat dari Pentium 4 2.4GHz), juga terlalu boros energi!!

    Semoga jadi jelas. Thanks sudah mengunjungi situs saya.

  16. Wongso Says:

    Dear, MR. Adinoto

    aku bingung dengan varian proccesor intel
    ada Pentium Mobile, terus ukuran speednya dilihat dari apa jika dibandingkan dengan pentium III, 600mhz, P.IV 1,6 Ghz. terus Intel Celeron, Centrino, Pentium IV D,… duh,,, tulung mas ya?
    apalagi kalo ke mangga dua… varian intel jauh lebih banyak dari yang saya baca di majalah. mereka menambahkan huruf: C, (mungkin celeron), atau embel-embel apa…

    Terus mengenai penghematan energi nasional saya sangat setuju,
    gagasan anda membuka mataku jadi kian lebar…..!!!

    thanks Mas adi

    wong purwokerto…

  17. adinoto Says:

    Hmmm… kalo mau beli komputer emang kudu melek mas, ntar kalo ga bisa jadi korban (kalo merasa jadi korban) ato malah banyak yg ga merasa jadi korban.

    Mungkin ada baiknya ditemenin rekan yg rada melek komputer untuk konsultasi. Kalo price performance (dan hemat listrik) menurut hemat saya skrg masih leading AMD Athlon64. Masalahnya AMD pun mau ganti socket AM2 (setelah socket 939), tapi kalo mau ekonomis pilih aja Socket 754 (kalo asumsinya anda bukan pemakai komputer yg tiap bulan bawaannya pengen ngupgrade seperti saya :P)… Bandingin aja harga Athlon 64 3000+ dengan socket 754 + board dengan Athlon 64 3000+ dengan socket 939, kira2 budgetnya yg masuk gmana.

  18. aRdho Says:

    pengen ikutan hemat.. tapi jujur aja, gak ngerti itu segala arti dan maksud dan guna dr prosesor… :(

  19. Jim Says:

    Lha bang Steve aja kagak mau dengerin lu boykot Intel, gimana dong? Sejak kapan sih Steve dengerin lu, mek … :))

  20. Hengky Says:

    yg saya ngak jelas kok boikot produk intel dan amd yach, apakah bisa gitu dan perlu sampai gitu dan kemudian menggunakan atau menggantikan produk dari mac dan apakah pengaplikasian dan pengimplementasian baik dr segi hardware dan software harus di mac kan jg. money and time ke
    dan saya dengar2 produk amd dan intel akan mengeluarkan prosesor hemat energi lho. ya mudah2 an utk kedepannya semua produk elektronik dapat hemat energi dan bersahabat dgn lingkungan.

  21. adinoto Says:

    Ga jelas gimana mas? Boycott disini supaya menyadarkan bahwa instalasi komputer-komputer berbasis Intel maupun AMD di server perkantoran maupun desktop dan rumahan luar biasa mengkonsumsi daya listrik. Pernah ga anda menghitung berapa biaya pemakaian listrik anda perbulan setelah menggunakan prosesor terbaru dari Intel/AMD? Gmana kalau perkelurahan, perkecamatan, per negara seperti Indonesia.

    Seperti saya outline diatas, bahwa penggunaan komputer Intel/AMD saat ini per prosesor bisa mencapai 130 Watt, dan dengan unit display, HD dsb, bisa mencapai 230-250 Watt. Bayangkan berapa besar konsumsi tersebut apabila dapat digunakan untuk masyarakat pedesaan/kegunaan yang lebih berarti.

    Ajakan boycott ini sih bukan gerakan moral mas. Cuma mau nulis aja biar para pertinggi melek (lah saya cuma rakyat) dan ga ada hubungannya dengan produk manapun, apalagi Mac :D wakakakaka scam pisan. Lah saya cuma bonek dan penggemar aja mas, jauh dari menyarankan anda bahwa anda harus pake mac :D huehehehe.. semoga maklum.

    Nah soal contoh Mac diatas kan sekedar contoh, nah liat deh produk pesaing yang ada http://www.pasemi.com dan http://www.via.com (http://www.via.com.tw/en/products/processors/eden-esp/) jauh hemat energi 3-7 Watt dalam kondisi pemakaian normal. Bayangkan dengan kondisi 80-130 Watt pemakaian komputer Intel/AMD saat ini.

    Yang saya cita-citakan ya tentu saja kita tidak sekedar jadi konsumen, idealnya kan negara ikut terlibat dalam industri ini. Yah tapi one at a time mas, saya cuma rakyat, ga bisa ngapa-ngapain kecuali mensuarakan yang paling ga bikin sedikit sumbang ilmu/informasi.

    Terima kasih loh mas Hengky karena sudah mampir.

  22. masliliks Says:

    mas noto, walo ini artikel lama ada baiknya jikalau lah anda merepostnya kemana2..mumpung PLN lagi koar2 masalah 17-22 tuh..
    ini saya posting dari kantor yang 10 pcnya P4 2.4 semua padahal cuman buat ngetik :D
    dan saya pernah ngubek2 mangga dua untuk nyari via epia m10000, dan diketawain banyak pemilik toko (kecuali mr Jxxx, di orion dusit). sedih ga sih?

  23. macnoto Says:

    Wah, repost kemana-mana huahahah kesannya cari sensasi nanti wakakak ga usah lah cukup aja disini, mungkin yang mau quote ato refer ya silahkan…. monggo mas.

  24. cahbodho Says:

    ehm… ayas (saya dlm bhs malang red.) koq masih bingung yah ^_^???
    power supply untuk PC rakitan sekarang kan 350W, kalo misalna satu processor + tetek bengeknya butuh daya sekitar +- 250W, trus apakah daya yang kepake’ dirumah ayas 250W ato yang 350W?
    beri pencerahan yah mas…
    thx sebelumnya…
    *moga kita semua biasa melek hemat energi

  25. hanindyo Says:

    halo ohdobhac,
    jawabannya kalo dirumah nayepmas pake komputer terkini yang memiliki power requirement +/- 250Watt ya pasti daya yang kepake dirumah ya 250Watt :D

    Kalo monitor itu gede banget pas narik pertama (CRT monitor), tinggal sisanya dihitung, anda pake Pentium 4 Prescott? Kalo Prescott bisa diliat maksimum peaknya rasanya 130 Watt, kalo Dual Core Prescott (Pentium D 2.66 dan 2.80GHz) rasanya lebih nangis lagi :D

    Coba deh liat tarif listrik sebelum dan sesudah upgrade naik ga? :D Bisa dishare infonya berpa kenaikan listriknya. Ping piro household utig ohl :D

  26. Ari Tj Says:

    Mas, lihat link ini deh:
    http://www.tomshardware.com/2005/07/13/the_amd_and_intel_energy_crisis/
    Lumayan buat tambahan referensi.

  27. gimo Says:

    Mau tanya nih?
    ada yang tau ga spesifikasi komputer terbaik n ramah lingkungan ( daya listrik gitu lho he he )
    trus misal amd paling bagus, sebaiknya pake soket apa 754, 939 or am2
    trus misal intel yg bagus, sebaiknya pilih yg model apa
    Thanks ya teman-teman aku tunggu infonya…

  28. Andhika Says:

    Wah, saya kira soal boykot vendor-vendor investor Israel!

    Kalo soal daya kebetulan sebentar lagi di pasaran ada Intel Core 2 Duo (“conroe”) yang lebih hemat daya dibanding AMD Athlon 64 (yang sudah lebih hemat dibanding Intel generasi lawas).

    Tapi saran saya tetep pilih AMD aja, soalnya selain bakal ada Athlon 64 Energy Efficient (yang lebih hemat lagi dibanding Core 2 Duo), AMD nggak separah Intel dalam urusan investing di Israel (Intel Fab 28 dan lain-lain).

    Salut untuk tuan rumah dan dukung siapa saja yang berusaha menghemat energi!

    Dukung juga mobil hybrid dan ‘ban’ SUV-SUV di jalanan kota!

    Dan boykot investor-investor zionis israel-usa!
    http://www.inminds.co.uk/boycott-israel.html

  29. Rachmad Irfialdi Says:

    untuk hemat energi harus dari pemerintah yang meng promote supaya effektif

    pertama, dibuat PPe pajak pemborosan energi (misal barang elektronik seribu rupiah per watt, kendaraan bermotor sepuluh ribu ribu rupiah per cc vol.mesin. etc, etc)

    kedua, buat yang cuman buat browsing pornsite dan ngetik isian formulir harusnya pake yang prosesor rendah energi, tentunya ada OS dan software yang mendukung, coba bayangin kalau ada saja 10.000 unit komputer di kantor pemerintahan dan warnet bisa kita hemat 100watt per komputer

    ketiga, memperkuat proses legal terhadap software PC bajakan (termasuk software game juga dong….), artinya yang mau main video game cukup pake game console, jangan pake macpro buat main game sudah kagak produktif eh malah buang devisa, buang energi…..

    jangan tanya saya soal nanti ada barang BM buat ngindarin pajak, jangan tanya saya enakan main video game di PC,

    saya ini engineer, adinoto juga engineer, tugas kita adalah membuat hidup lebih nyaman dengan juga memperhatikan warisan buat generasi berikut…..

    nah buat pedagang, ahli marketing, ekonom, penyelundup, hacker, polisi, jaksa bertugaslah seperti tuntutan profesi anda….buat yang anti-israel nggak gua sebut karena kegiatan itu tidak termasuk profesi :)

    selamat bekerja

    Aldi

  30. adinoto’s blog » PA Semi, Power.Org, VIA Eden, dan Green Computing Says:

    [...] Masalahnya banyak so called pengambil keputusan di IT, baik di perusahaan besar swasta nasional, maupun pemerintahan, kagak ngarti, mikirnya cuma, wah kalo ga spek terbaru mana bisa ngebut tuh komputer. Hayah hare gene boss, makanya melek dikit dah. Komputer itu ibarat mobil dan muatannya, mobil kenceng tapi muatannya berat, ya lelet juga. Nah kalo orang naik motor suruh bawa surat doang ya wuss wuss… Perumpamaan ini ngebayangin kalo Sistem Operasi dan Aplikasi ga di tuning ya sama aja boyot. Kan itu konspirasi pembuat hardware dan OS (baca: jualannya Amerika dah diluar Film, Perang dan Kebudayaan), sejak kapan anda merasa puas dengan speed komputer? Dulu dikasih 60MHz aja rasanya dah kenceng kan? Ya itu karena sistem operasinya dibikin berat teus biar ngimbangi kudu belanja hardware lagi… Ga percaya? Hayah boss dikasih tau kok masih ga percaya? Masih percayaan sama anak buahnya yang ABS ya?.. Mboh ahhh… *Gua nulis kok udah kayak Picasso ya? Berubah dari Naturalis ke Surealis. Meledak-ledak. Yah mungkin karena negaranya hopeless jadi preman makian aja bisanya sekarang. Makanya boss kalo mau bikin OS yang mantep dan kencang ya jangan pake close source dong… Udah tau barang ga bisa dioprek masih dibeli, makan nasi aking deh rakyat. Kalo saya jadi Menteri Bidang Teknologi (Kominfo apa Ristek yang ngurusin ini?) apa yang akan saya lakukan? Ya saya akan ngebanned Intel dan AMD masuk Indonesia, KECUALI! Mereka bisa membuat mikroprosesor yang ramah lingkungan tapi berperforma kencang. Lah ya apa bisa? Lah ya itu tadi, duopoly ini duitnya gede boss, kalo bisa masyarakat sedunia ga tau pemain lain yang bikin chip yang ramah lingkungan. Bayangin dah 230 Watt satunya dibanding dengan 5 Watt!! Ping piro pula. Najis kan. Sedangkan di kampung-kampung masih banyak yang ngandalin 100 Watt untuk sekampung dalam program listrik masuk desa. Nasibmu nak nak. Di satu server room konsumsi listriknya aja bisa sekian puluh ribu watt. *Pengalaman pribadi punya warnet/game center tahun 1999, upgrade dari celeron lawas yang low powered ke AMD yang lebih ganas makan listriknya ditambah fan-fan yang amperenya gede untuk ndedinginin kipas, naik dah tu bulanan listrik dari 750rb ke 2,5jt sebulan. Ping piro kata tukul. [...]

  31. adinoto’s blog » Blog Archive » Menristek vs Tukul di 4 Mata Hari Ini, TransTV 20:00 (22 Juli 2007) Says:

    [...] paling ga melekin rakyat yang kurang dapet melek pendidikan (karena mahal ini) kalo Processor itu buoros… kasian di kampung (ga kampung Naga yang emang anti teknologi) listrik aja blon nyampe. Dua [...]

  32. Irvan Says:

    Mas saya pusing ngeliat blognya,,,, hehehehehehe saya mengerti keluhan2 yang mas utarakan tapi sebenernya kita semua kembali kepada diri kita sendiri, masalah penghematan listrik jika diperdebatkan tidak akan ada hentinya sama halnya dengan polusi dari kendaraan bermotor yang semakin lama semakin tidak terkendali, begitu juga dengan konsumsi daya yang digunakan untuk komputer terutama pada yang namanya micro processor atau chip, tentu saja tidak akan sempurna, yang manusia inginkan dari sebuah komputer ideal adalah mengkonsumsi daya rendah dengan akses yang cepat itu = sulit di realisasikan, kecuali seluruh engineer Indonesia yang menguasai micro processor berkumpul dan membangun perusahaan micro processor dan pemerintah mau membiayai baru kita boikot, hehehehehe lagian warga indonesia itu memiliki komputer bukan karena kebutuhan melainkan prestise, menurut saya kalo semua warga sadar, kita nggak perlu komputer yang canggih untuk sekedar buat ngetik, buka internet, buat blog, denger musik, kebanyakan dari orang kita cuma so’ soan doang. ya namanya aja orang kita, kan baru “melek” akan teknologi, apa aja di beli yang penting gaya, keren, padahal di luar negeri sendiri jarang yang begitu, di sini mah cuma tau makenya aja, cenderung konsumptif, udah gitu omongnya gede, padahal orang yang cerdas itu lebih banyak berfikir, apa yang di ungkapkannya berbobot dan mencari solusi pemecahannya, saya mendapatkan pemikiran seperti ini karena influence dari dosen saya, beliau orang yang hebat, saya salut ama beliau, hehehehe. kata beliau kita harus mengkaji khasanah ilmiah, mau tahu, cari tahu dan dapat tahu di kantin, hehehehehe.

    kalo saya sendiri karena masih muda dan masih kuliah, komputer yang penting bisa buat main game, hehehehehe game terus,, maap ya kepanjangan dan banyak cengengesannya

  33. Herry Says:

    Mas Irvan yang lagi kuliah( kuliahnya apa sih?), bukannya yang pada kuliah tuh yang lebih peka ke isu llingkungan? Banyak benernya tuh komentar. Tapi koq ujung2nya cuman maen game doang?

  34. M.Fauzan Says:

    ada yang bisa ngasih modul tentang microprosesor

  35. adiarsa Says:

    hiks, pengen X2 neeh….

  36. adianto Says:

    file lama tapi mpe skarang blom juga sadar para punggawa negeri ini. pak adinoto sangat futuristik dan itu yang “gak nyampe” oleh para punggawa. saluut…bukakan mata batin para punggawa kita yah pak..jangan pernah lelah..

  37. angga Says:

    menurut saya sekali lagi edukasi penting bagi masyarakat kita. masyarakat endonesya taunya cuma satu klo ma yang namanya komputer, GHz ato pentium. artinya mereka juga harus disadarkan akan kebutuhan dasar komputasi mereka. klo hanya sekedar worprocess, ato spreadsheet apa butuh pc ampe 3 ghz???
    masyarakt juga mudah banget terbius ama OS baru yang lumayan gila mangsa resource komputer. resource tinggi b’arti kebutuhan daya komputer juga makin tinggi..

    sekali lagi gengsi mengalahkan segalanya…

  38. Mr_Five WenZ Says:

    Artikel lama yang menarik, sayang ada perbandingan yang menurut saya tidak pada tempatnya, jelas-2 sudah Pentium M itu beda kelas dengan Pentium 4
    Salah satu faktor penyebab perbedaan kinerja processor adalah di Cache L2 dan FSB (Front Side Bus) bukan hanya melulu di clock speed nya saja
    Nah… Pentium M itu L2 nya berapa ? FSB nya berapa ?
    Bandingkan donk dengan Pentium 4
    hehehe…
    Cuma lagi pengen komem aja loh bos…
    Kalo saya sendiri mendingan pake Athlon64 LExxxx (murah meriah) atau Athlon64 X2 BExxxx (dual core dan murah)
    Pilihan kembali ke selera masing-2.
    Btw… soal energy, kapan ya kira-2 teknologi sel surya dikembangkan atau diproduksi secara massal sehingga di atas atas setiap rumah di indo bisa dipasang sel surya, dan menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap PLN *PLN Suck*

  39. adinoto Says:

    To Mr Five WenZ:
    Hehehe bukan cuma L2 cache bro, tapi juga emang DESIGN IN MIND. Yang membedakan Pentium M dengan Pentium 4 itu design pipeliningnya. Pentium 4 dirancang punya pipeline panjang biar bisa menghasilkan clock tinggi tapi Instruction Per Cycle (kemampuan mengeksekusi instruksi per cycle) yang rendah dibandingkan Pentium M. Waktu itu dirancang karena emang lagi “perang” Gigahertz dengan AMD (Intel kalah karena 1GHz pertama adalah AthlonXP).

    Kalo soal L2 cache si Pentium 4 juga gede s/d 2MB. Tapi tetep dengan cycle tinggi (Gigahertz) lebih tinggi tapi performancenya ga setinggi Pentium M.

    Kalo ditanya balik generasinya Pentium M itu lebih baru dari Pentium 4 (istilah anda beda kelas?) Lah Pentium M itu basisnya Pentium 3 kok hahahaha… Pentium 3 emang lebih kenceng dibandingkan Pentium 4 (Clock per clock).

    Kalo dibandingkan Pentium 3 1.4GHz sekelas Pentium 4 1.8GHz-2.0GHz. Menyedihkan ya.

  40. balegede interior Says:

    kalo menurut saya,
    perkembangan teknologi tidak bisa dibendung mas, sudah saatnya indonesia memanfaatkan energi alam dengan pemakaian panel surya atau sejenisnya kan energinya(matahari atau angin,dll) yang gak ada habisnya. guna mengiringi perkembangan DUNIA AMD DAN INTEL karena
    mereka juga akan berlomba2 untuk mengurangi daya konsumsi platformnya juga.

  41. tanpa Says:

    salam kenal mas, jujur saya baru kali ini mampir ke sini dan setelah baca ternyata isinya amat sangat bermanfaat buat saya pribadi (mudah2an orang lain yg membacanya juga merasakan hal yg sama, baik orang yg kurang melek IT seperti saya, atau orang2 yg sudah merasa pakar hingga tidak mau menerima masukan.
    terus berjuang ya mas buat ngebangun indonesia yg lebih baik, jangan pernah nyerah, maaf sekarang cuma bisa bantu pake do’a
    amin

  42. adinoto’s blog » Blog Archive » Renungan: Kalo Saja Processor Dikuasai nVidia, Pasti Berkomputasi Jadi Lebih Mooooii Says:

    [...] tahun yang lalu gua masih bete sama Intel. Pak Budi Wahyu Jati CEO Intel Indonesia pasti jadi orang paling malu (kalo mau ngakuin) [...]

  43. AMD MANIA Says:

    tapi di banding INTEL, AMD LEBIH IRIT LISTRIK mass, jangan beli yg listrioknya 125 watt, tapi omong2 apa perhitungan anda listrik 3-5 watt .. ??? itu 8086 buat processor nya mass bukan secara keseluruhan, kalo AMD CODE NAME KUMA processor makan 45 watt, BRISBANE 65-90 watt tergantung type nya, windsor 90-125 watt. phenom 65-90 watt, kalo INTEL .. ??? diatas 90 WATT.

    Kalo aku saran neh, buat bapak ADINOTO kalo anda kagak mau listrik gedhe gampang mass JANGAN PAKE KOMPUTER, pake mesin ketik aja, dan saya cuman bingung aja KNAPA KOK ANDA MASIH SAJA BELI PRANGKAT KOMPUTER .. ???? atau jangan2 anda bandol listrik pemerintah ya skrg ini .. ????

    INGAT PERANG DUNIA 2 = siapa yg udara menguasai DUNIA
    nanti perang dunia 3 adalah siapa yg menguasai teknologi ( baik itu komputer dll ) yang menguasai dunia

    ngapain perang majuin tentara, mendingan pencet keyboard 1 negara dah ludes

  44. adinoto Says:

    Buat Pak AMD yang semangat berapi-api hehehe (saya suka spiritnya)… hehehe, tolong diliat ini posting tahun 2005, sekarang kalender terakhir saya cek udah 2008 pak :D hehehe…

    Intel saat ini juga punya processor low powered (0,6-2,4 Watt) seperti Atom Chip (http://www.intel.com/technology/atom/index.htm), kalo anda tidak berorientasi kepada kebutuhan penghematan energi silahkan. Tidak bisa kebijakan itu mengakomodasi semua belah pihak. Tapi ini berupa himbauan *kecuali saya diktator tentunya hehehe which is not :D

    (referensi: Tulisan saya diatas ditulis mengacu pada Chip PowerPC G3 alias PowerPC 750 yang memang mengkonsumsi daya hanya 3 Watt relatif dibandingkan Pentium III pada masa nya yang mengkonsumsi 25-30 Watt).

    Kalo perang majuin tentara emang mencet perlu Core 2 Duo pak? hehehe… pake Nintendo ato Gameboy aja bisa :D hehehehe… it’s all about the software and the trigger, not the processing prowess :D

  45. adinoto Says:

    Terkait dengan tulisan saya di Koran Sindo ada komen menarik dari seorang rekan, Arvino

    Adi,
    I agree with you
    computer performs well NOT when it has the “latest” microprocessor power
    but when we smartly use the “right processor”
    with alot of RAM
    I happen to always do that since few years ago
    the latest processor machine always much much more expensive
    yet we can always adopt the slower processor … smartly … by adding much bigger RAM … of course
    infact sometimes we “upgrade” our machine
    not really because of the processor, i think
    but because we’d like to upgrade our RAM capacity
    (yet the machine existing RAM is more limited)
    hence we upgrade
    we probably “learn” this “instinctive trick” through experiences
    not only it “save” money
    it also makes the experience of buying PC
    and notebooks and computers
    (which we do alot)
    feels more “right to the purpose”
    “safer” (in terms of money)
    and “way way smarter too”
    (aka: if you follow a “trend”, follow it smartly *hehehe*, don’t over compensate on it *hehehehe*)
    yet reading your article
    interestingly highlight one thing
    that latest processor
    beside being expensive
    is also really power consuming
    i also totally agree in this point
    i tend to use machine with “slower processor”, more RAM, yet also with more stamina to be able to stay-up and running (without charging) for a long time
    why?
    simply because it is more important
    to “conserve” battery usage
    (through the use of “slower processor”)
    rather than consuming it (by the power of the huge fastest processor)

  46. Arvino Mudjiarto Says:

    Adi,

    I agree with you. Computer performs well NOT when it has the “latest” microprocessor power but when we smartly use the “right processor”with alot of RAM.

    I happen to always do that since few years ago. The latest processor machine always much much more expensive, yet we can always adopt the slower processor … smartly … by adding much bigger RAM … of course.

    Infact sometimes we “upgrade” our machine not really because of the processor, i think, but because we’d like to upgrade our RAM capacity (yet the machine existing RAM is more limited). Hence we upgrade

    We probably “learn” this “instinctive trick” through experiences.

    Not only this approach “save” money, it also makes the experience of buying PCand notebooks and computers (which we do alot)feels “fit better to the purpose”, “safer” (in terms of money), and “way way smarter too”(lesson learned: if you follow a “trend”, follow it smartly *hehehe*, don’t over compensate on it *hehehehe*)

    Yet reading your article interestingly highlight one thing that latest processor — beside being expensive –
    is also really power consuming.I also totally agree in this point.

    I tend to use machine with “slower processor”, more RAM, yet also with more stamina to be able to stay-up and running (without charging) for a long time
    why? Simply because it is more important to “conserve” battery usage (through the use of “slower processor”)
    rather than consuming it (by the power of the huge fastest processor)which we don’t really need for our activities.

    e.g. how much “processor power” do we really need
    for browsing?
    for internetting?
    for wordprocessing?
    for spreadsheeting?
    not that many

    we simply need more memory
    (for the multiple window)
    (for seeing huge photo)
    (for reading many pages through our multitab browser, etc)

    The latest trend in “NetPC”, or “EeePC”shows that better form factor, “right sizing”, and embedded (opencomputing) software make “things” work better than simply adding “faster computer” into our tool collection.

    The NetPC showcase the latest “incarnation” of a Linux & OpenComputing machine. Not only the form factor is great
    and the software is free. But also the processor is being “right-sized”, so it performs great and reasonably well
    in 80-90% daily work/browsing/living/educating activities that people do.

    So, i agree with you “right-sizing” is key. Not only it saves money or it saves “battery”(and saves “electricity” — through better daily electrical consumption), it is also “less hot” (remember how latest notebook becomes extremely hot), more convenient to put into your lap
    and actually — in many cases — also more practical to use and purchase because it can stay-on longer.

    Through the savings it allow people to have 2-3-4 computers for different specific purposes, instead of just 1 bloated device. That means now people can use this “eco friendly machine”in ways that iseco-friendlyyet
    at the same time also in ways that serves the many needs and purposes of their daily “digital living” and “digital working” purposes better.

    When people and community would be able to do such in larger scale, I believe the end result would be truly awesome.

    Thanks so much for sharing the article. Truly appreciate it very much.

    Best regards,
    -arv

  47. qwerty Says:

    Yah, saya setuju dengan Arvino. Yang kita butuhkan adalah spek yang tepat sesuai kebutuhan. Karena sekarang ini kebanyakan orang-orang membeli komputer cuma berdasarkan clock processor saja. Padahal buat komputasi normal aja ga perlu processor yang super cepat.
    Menurut saya mendingan menghemat uang dengan membeli processor yang berkecepatan sedang tapi menambah kapasitas RAM dan VGA card (buat yang mau maen game). Ini sudah saya buktikan sendiri, memang kalau maen gamen-nya kayak crysis gitu yah butuh vga yang super canggih dan processor yang cepat juga. Tapi brapa banyak dari kita semua yang butuh detail dan memainkan crysis? Belum lagi dengan komponen yang super canggih menghasilkan panas yang lebih juga, akibatnya butuh kipas yang lebh besar dan lebih banyak (kalau ga pake nitrogen cair).
    Selain menghemat energi dengan membeli peralatan yang sesuai kebutuhan, kita juga menghemat uang kita dengan harga komponen yang tidak terlalu mahal, selain itu dengan menghemat energi kita juga menghemat pengeluaran bulanan.

    B’Rgds
    qwerty

  48. fgegehh Says:

    FREE ANIMAL PORN VIDOES , http://www.bayarearidersforum.com/forums/member.php?u=36437 FREE ANIMAL PORN VIDOES ,
    FREE ANIMAL PORN VIDS , http://www.blizzforums.com/member.php?u=7369 FREE ANIMAL PORN VIDS

  49. Pokliui Says:

    phentermine diet pill , http://www.blogtv.com/People/phenterminedietpill phentermine diet pill ,
    phentermine hcl , http://www.collegehumor.com/user:1903138 phentermine hcl

  50. Zawede Says:

    buy cheap phentermine , http://eglug.org/user/25854/ buy cheap phentermine ,
    buy phentermine , http://forums.java.net/jive/profile.jspa?userID=473584 buy phentermine

  51. Aefeg Says:

    phentermine hydrochloride , http://www.edge-online.com/users/phenterminehydrochloride phentermine hydrochloride ,
    phentermine in canada , http://www.goodreads.com/user/show/1945853 phentermine in canada

  52. boedy Says:

    saya sangat setuju dengan penghematan energi dan mungkin salah satunya bisa dimulai dari komputer. kalau melihat spesifikasi processor, range konsumsi listriknya memang bermacam macam, ada yg mencapai 250 watt (ngga kebayang kan) contohnya AMD 64 seri FX, trus 150 watt utk intel core 2 extreme. Sementara disisi lain ada processor yang hanya membutuhkan konsumsi listrik cukup kecil, misalnya AMD seri X2 LE, atau seri X2 E (45 watt), untuk intel core 2 duo mengkonsumsi listrik 65 watt . Bahkan saat ini ada seri Atom yg dikeluarkan oleh intel (kalau tdk salah 15 watt), moga saja juga diikuti AMD. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa konsumen lebih memilih yang prosesor yang cenderung boros energi padahal harganya relatif lebih mahal? menurut saya, ada 3 macam karakter disini. Ada yang sekedar ngikutin trend (tanpa melihat keperluan),ada yang keperluannya untuk menjalankan aplikasi2 berat (memang tidak bisa diganggu gugat, misal corel draw, photoshop dll) dan ada yang alasan untuk keperluan main game. Nah, prosentase yang alasan utamanya karena untuk memainkan game ini kalau dilihat sangat besar. Segmen ini dikuasai pelajar dan mahasiswa. Padahal kebutuhan utama mereka (sebagian besar, selain mahasiswa teknik tertentu) hanyalah untuk menjalankan aplikasi office. Yang mana hal ini bisa dilakukan dengan processor sekelas intel Atom. Jadi menurut hemat saya, yang paling utama adalah sosialisasi dari pihak2 terkait yang tentu saja harus didahului oleh pemerintah, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat luas mengenai keterbatasan energi, dan efek yang ditimbulkan dari pemborosan energi. Mari kita jadikan bumi lebih hijau….

  53. adinoto’s blog » Blog Archive » IBM: Watts? (Read: What) the Hell Is Wrong With You? Says:

    [...] Indonesia Government Should Boycott Intel & AMD !!! [...]

  54. ironking Says:

    mendukung mas adi 100%..selain itu yg tak kalah penting boycott lampu bohlam/ tungsten lamp.. ini lebih jauh lebih hebat sedotannya..Pentium 4 2,8-3,2 GHz yang membutuhkan daya 89-115 Watt equal 2-3 biji bohlam panas..yg punya komputer se-Indonesia masih kalah dengan yg pake bohlam sekabupaten..wallahu a’lam.. apapun good will kita dukung bersama2

  55. pajo Says:

    banyak bacoootttt,kalo banyak protes gak usah pake.. gak terima?buat prosesor sendiri,masih import aja banyak bacooootttt,

  56. adinoto Says:

    bacot kalo ooo nya 3 dan t nya 3 baru namanya kebanyakan pak…. :D salam kenal

  57. Why.a.e Says:

    Pa adi kira2 dengan kebiasaan anak2 sekarang yg suka main game on line, facebook, googling, dll menyangkut TI masa depan yg akan dilalui oleh bangsa ini seperti apa menurut anda? Cuma ingin tau, kalo dari sudut pandang seorang ahli di bidang ini yaitu anda..” (sisi positif tentunya) trus langkah apa saja kiranya yang harus di siapkan untuk memfasilitasi kemajuan TI di negara ini. trima kasih dari saya yang gaptek dan newbie dengan TI

  58. Pertapa Says:

    Pemerintah Indonesia periode ini sangat sulit untuk diharapkan. Lihat saja begitu banyaknya aksi unjuk rasa yang menentang kata kunci tapi lihat apa yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut.

  59. Yetta Belidor Says:

    I think is a bad idea to ban processors… maybe just ban Intel.

  60. Fiya Says:

    Stupid bitch, just use intel atom Max TDP : 10 w

  61. adinoto Says:

    Mas Fiya, Intel Atom itu baru rilis Desember 2009, http://en.wikipedia.org/wiki/Intel_Atom

    Postingan ane tahun 2005. Kalo tahun 2013 ini ya kita ngomongin Haswell dong… Preferebly Haswell yang ULV bisa 10W tapi performance i7 ato i5 relevant.

  62. adinoto Says:

    Mas Why: kalo kebiasaan Fesbukan, Game Online kata saya sih ga ada manfaatnya. Itu hanya buangan killing time saja, kalo kelebihan, jadi garbage.

    TV juga sama. Dengan kualitas content TV lokal seperti sekarang, bakal jadi apa negara ini? Pemerintah juga selalu ignorant dengan konten TV lokal.

    Seorang yang hidup dari TV seperti Tom Cruise saja, hanya membenarkan anaknya menonton TV sejam sehari.

  63. abcdef123456.com Says:

    Heya i am for the primary time here. I came across this board and I
    to find It really helpful & it helped me out a lot.
    I hope to provide something back and help others like you aided me.

  64. abe Says:

    Iptek sekarang dipegan oleh bahasa inggiris. siapa yang menguasai bahsa Inggris akan mudah menguasai Iptek. Jadi bahasa Inggris adalah syarat mutlak menguasai bahasa Inggris. Tapi hati-hati kalau mau kursus bahasa Inggris.

    ips memilih kursus bahasa inggris:
    Pertama: JANGAN pernah mau membayar KONTAN dimuka untuk biaya kursus,
    Karena itu BUKAN JAMINAN suatu kursus kwalitasnya tidak ABAL-ABAL.

    Kedua: Bila ternyata kursus tsb terbukti ABAL-ABAL,
    atau Anda tidak bisa datang kursus karena berbagai sebab,
    Anda tidak akan pernah bisa MENARIK uang Anda kembali
    dengan ALASAN APAPUN!

    Ketiga: Jangan tergiur oleh iming-iming hadiah yang dijanjikan marketingya,
    entah itu berupa sepeda motor, televisi, liburan ke Hongkong, ke Bali atau sekedar gantungan kunci. Iming-iming itu hanya akal bulus strategi dagang.
    Lembaga kursus yang menjanjikan hadiah, udah pasti 100 persen hanya
    mengejar keuntungan. Mosok, pendidikan disamakan dengan kwaci,
    yang ada hadiahnya.

    Keempat: Jangan membayar DP atau Tanda Jadi dengan alasan
    peserta kursus untuk bulan ini dibatasi atau bulan depan harga kursus naik. Selama 2 tahun lebih saya mengamati Lembaga kursus
    semacam ini, ternyata tidak pernah membatasi jumlah siswanya! Biaya kursuspun dari dulu sampai sekarang tetap sama mahalnya,
    naik turun selisih sedikit saja!

    Apa sih namanya lembaga kursus bahasa Inggris tsb?
    Cari saja iklannya di koran-koran! Tiap hari terbit kok.
    Ingat! English is easy to speak and cheap!
    Bhs Inggris itu mudah dan murah!

    Cerita lengkapnya ada di

    http://english-hot.blogspot.com

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in