Apple 101: Mengapa Apple Memutuskan Pindah Ke Processor Intel

Macintosh, Social, Technology Add comments

Diskusi seputar thread Apple di mac.web.id tempohari ternyata berbuntut panjang. Karena kesimpangsiuran asumsi bahwa diskusi tersebut terkesan diskusi teknis saja, sedangkan awal penulisan dokumen tersebut lebih ke arah social sharing saja, saya perlu menulis suatu dokumen FAQ dan sharing informasi buat rekan-rekan pengguna Mac baru maupun lama. Semoga bermanfaat.

“Apapun kupatnya jangan lupa sama gua kirim-kirim coy, Emol mana Bakpiamu? Janjimu palsu! Aku sudah tanya semua tukang becak menuju Bandung ga ada yang bawa titipan dirimu bwakakaka…

Aku ga tau ceritanya dimulai darimana, tapi tengah malam gua diganggu sama anak setan kecil ini si Toocool temennya Peppy dan Ngatini Vega bwakakaka, katanya komentari soal oprekan Windows on Mac nya. Nah, perlu diklarifikasi kalo antara gua dan toocool ga dalam posisi debat kok, cuma sebagai orang tua dimintain komentar aja jadi berhubung ybs menjanjikan bayaran standard seorang CEO 2000 dollar sejam ya gua ladenin, lumayan duit sahur hahahaa….

Nah yang gua ga jelas apakah sebelumnya terjadi debat antara PPC dan Intel gua ga ngerti, seperti pernah gua utarakan sebelumnya, gua hampir ga pernah baca milis ini, cuma pernah posting 1-2x soal batere dan cari laptop (laptopnya Tika bwakakakaka :D )…

So buat rekan-rekan yang belum kenal, perkenalkan nama saya Adinoto, dan salam kenal buat semua rekan milis MWI, Yudhaworld, WinZn, anomalies, ndok_ceplok (halah gelem aku ndok pindang siji :D ), Zero, Sakti (dah kenal terakhir katanya mau pindah ke Semarang ya? ), dan XnukerX. Biar adil ga dibilang debat sesama teknisi, gua mo share cerita soal bisnis Apple bole dong? hehehee…. Gua kenal Apple mungkin jauh lebih tua daripada umur Angga hahaha.. Gua kenal Apple dari tahun 1982 (Apple II), dan kenal Mac perdana tahun 1987 (Mac SE), dan pengguna PowerMac pertama keluar disini (1994). Sebagai Apple Products Specialist, termasuk tim sukes implementasi 160 unit Mac di PT.DI tahun 1994-1995.

Tahun-tahun berikutnya, gua malah berprofesi sebagai consultant di perusahaan software terbesar di dunia, malah tidak berhubungan dengan Apple, tapi pengalaman bisnis dengan Apple dan inheritnya (BeOS) sudah dimulai ketika tahun 1997 merepresent BeOS di kawasan ini. Sayang good software not necessary lives on. BeOS disekem sama M$ big time sampe bangkrut. Hahaha *from my Professional perspective BeOS masih merupakan Operating System terbaik yang pernah di desain oleh para professional IT. Dengan desain threading paling responsive, maka BeOS merupakan operating system paling responsive yang pernah ada di dunia. Mungkin rekan-rekan semua yang pernah ngerasain bedanya Jaguar (10.3) dan Tiger (10.4) kenapa Tiger jauh lebih responsive bootingnya dibanding Jaguar. Ya karena Dominique salah satu engineer ex-BeOS sekarang kerja di Apple :D

10 tahun terakhir saya adalah CEO salah satu perusahaan kecil paling penting di Indonesia mungkin :D karena kalo ga lu pada kagak bisa kirim SMS :D , tadi malem salah satu implementasi engine gua mungkin sudah menghasilkan 7-8M dari trafik SMS lebaran buat sang operator telekomunikasi tersebut. Walaupun tidak berhubungan dengan Apple sama sekali, pada tahun 2003, salah satu alignment bisnis gua menyebabkan gua berurusan kembali dengan Apple. Peluang bisnis tersebut senilai 12 digit pertama kali menarik perhatian Apple, kok ada ya perhatian dari sebuah negara antah berantah yang ga pernah dikenal Apple :D

Dua tahun kemudian gua mengundang beberapa direksi Apple untuk bertemu dengan beberapa pejabat teras pemerintahan negara ini. Dan kita akhirnya sepakat mengiring om Steve Jobs untuk datang ke Indonesia! hehehe… kalo blon baca bisa coba liat cerita di blog saya.

Kembali ke soal background “debate?” PPC vs Intel? Karena gua ga tau ceritanya gimana (apa bener ada debate di MWI ato ga?) mungkin gua mau share cerita sedikit. OS X itu awalnya adalah sistem operasi yang dibangun untuk Intel, karena cikal bakal Apple Mac OS X itu adalah NeXTSTEP yang pada saat itu jalan di platform Intel (setelah sebelumnya jalan di Motorola 68K chip). Pada tahun 1996 Apple kesulitan mengupayakan sistem operasi yang canggih dan mengandung fitur-fitur masa depan seperti memory protection, preemptive multitasking (baca: ga gampang crashed seperti Mac OS classic, dan Mac OS 8 –bukan Mac OS 8 yang anda kenal sekarang, tapi yang seharusnya jadi Mac OS 8, menghabiskan 800 juta dollar development dan hampir membuat Apple bangkrut), BeOS adalah jebolan orang-orang Apple USA yang ga puas dipimpin oleh Jean Louis Gassee ex-Apple President USA, membawa 6 orang top engineer dari Apple yang terlibat dengan proyek-proyek sistem operasi masa depan seperti Kaleida dan Taligent OS (Sistem Operasi yang berbasis Object Oriented yang dikembangkan Apple, IBM dan semua minus Microsoft), pada saat itu BeOS adalah nice target untuk dibeli oleh Apple. BeOS menawarkan buyout 400 juta dollar, Apple nawar kabarnya sampe 125 juta. Pada saat yang bersamaan Steve Jobs kembali ke Apple as Advisor (CEO nya pada saat itu Gil Amelio ex-CEO National Semiconductor). Pada saat itu berkat lobby Steve dan team yang jago herannya Apple memilih membeli NeXTSTEP dibandingkan BeOS dengan nilai pembelian yang jauh lebih mahal yaitu 425 juta dollar DAN saat itu NeXTSTEP herannya malah ga ready jalan di platform PowerPC malah jalannya di Intel platform doang :D … hehehe sedangkan BeOS jalan di platform baik PowerPC maupun Intel.

Setelah berhasil menggulingkan Gil Amelio http://www.amazon.com/Firing-Line-500-Days-Apple/dp/0887309194 , Steve Jobs mulai menjabat jadi Interim CEO, nah sebagai Interim CEO, Steve Jobs meneruskan Mac OS classics (walaupun bukan Mac OS classics yang dicita-citakan) sambil mentransisikan ke sistem operasi Mac berbasis NeXTSTEP. Dikenal dengan nama Rhapsody, Mac OS baru itu menjanjikan sistem operasi ini bisa jalan di mesin Intel maupun PowerPC. Dan memiliki kompatibilitas (seperti Java Virtual Machine) yang memungkinkan aplikasi di compile buat Rhapsody (baik Intel maupun PowerPC) bisa jalan di Windows maupun Solaris. Nah developer berlomba-lomba membeli perangkat keras Mac baru ini (ketika itu awal G4 1999) yang menjanjikan kepastian buat developer. Herannya (saya termasuk yang kecewa), tiba-tiba Mac OS X menjadi produk akhir yang HANYA jalan di platform PowerPC. Ribuan developer dikecewakan Apple. Namun dibalik itu, di tim developmentnya, Apple tetap “melanjutkan” Mac OS X for Intel sebagai “backup strategy”, prototype Mac OS X for Intel ini yang disebut sebagai Marklar.

Mengapa harus switch ke Intel?
PowerPC pada awalnya di desain sebagai suatu platform yang efisien. Apa yang dimaksud dengan efisien? Karena chip development yang bermacam rupa di IBM (setiap mesin workstation memiliki chip tersendiri dan sistem operasi tersendiri yang menyebabkan biaya developmentnya menjadi sangat mahal), PowerPC diperuntukkan untuk “single-design for every machine”. Artinya IBM bisa menggunakan chip ini di kelas workstationnya, maupun di highend mainframenya, maupun produk-produk desktop (baik buat Apple maupun mitra bisnis IBM). Aliansi IBM-Motorola-Apple ini (Apple hanya menyertakan 7 engineernya dalam proyek ini sebagai test compatibility, tapi dapat kredit point sama seperti IBM dan Motorola), menghasilkan chip PowerPC generasi pertama yaitu PowerPC 601, kemudian 604 (bisa multiprocessing) dan seterusnya.

Problemnya, aliansi ini bubar gara-gara Motorola merubah komitmennya memutuskan fokus market PowerPC adalah chip bukan untuk konsumsi desktop tapi lebih ke arah network appliances (chip-chip yang memotori router-router network yang jelas tidak perlu bersaing dalam cycle development MHz MHz war). Motorola dan IBM juga pernah berselisih paham soal pengembangan PowerPC. Motorola memutuskan perlunya ditambahkan Vector Processing Unit (istilah Apple: Velocity Engine, istilah teknis VMX, SIMD), dan IBM memutuskan tidak perlu, karena menurut IBM vector scalar hanya akan menambah kompleksitas desain processor dan mempersulit pengembangan MHz. Pada saat itu akhirnya chip IBM menjadi nama G3 (penamaan yang diberikan Apple, nama aslinya PowerPC 750), dan chip Motorola diberi nama oleh Apple sebagai G4 (nama aslinya PowerPC 74xx, 7410, 7450, 7455, 7447A, dst) yang memiliki pemrosesan vector (Pemroses vector ini bisa membuat PowerPC G4 memiliki kecepatan pemroses vector s/d 10x lebih cepat dibandingkan dengan Pentium 4 pada waktu yang sama).

Walaupun IBM membuktikan desain tanpa vector scalar (PowerPC G3) mampu digenjot hingga 1GHz dan lebih (pada saat yang sama G4 tidak dapat berkembang lebih dari 500MHz dalam waktu 18 bulan!), Apple sebagai konsumen utama PowerPC merupakan korban ketidakpastian ini. Pada saat itu (1998) saya masih dapat merasakan bagaimana mesin Apple PowerMac G4 400MHz bisa 3x lebih cepat dibandingkan PC Pentium !!! 450MHz. Ketidakpastian yang berlangsung bertahun-tahun ini membuat Apple kesulitan bersaing dengan manufakturer PC lainnya yang mulai menikmati psychological clock diatas 1GHz. Orang awam akan selalu berpikir bahwa mesin Apple jauh lebih mahal dengan clock yang lebih rendah dibandingkan PC sejenis, walaupun kecepatan processor bukan satu-satunya parameter performansi (ingat Instruction Per Cycle, yaitu bagaimana Intel Core 2 Duo dengan clock yang lebih rendah mampu mengoperasikan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan Pentium 4 yang kecepatannya jauh lebih tinggi), bahkan dalam beberapa mesin Apple sudah “dioverclock” dari pabriknya karena ketidakmampuan produsen chip memberikan Apple suatu kemajuan clock dari waktu ke waktu. Iterasi terakhir adalah ketika Apple harus mengeluarkan trick terakhir berjuang di platform PowerPC dengan merelease PowerPC G5. PowerPC G5 pun sebenarnya “chip yang didesain dengan keterpaksaan”. Apple mendekati IBM (karena Motorola sudah kehilangan komitmennya) dan mempersuasi IBM untuk mendesain suatu chip baru turunan Power5 chip IBM untuk kebutuhan server yang ditambahkan instruksi Velocity Machine (VMX yang kompatible dengan G4), walaupun selama ini IBM menolak konsep VMX untuk kebutuhan desktop. Kemudian lahirlah PowerPC 970 (PowerPC G5 atas penamaan Apple) yang dipergunakan Apple untuk processor di mesin-mesin professional desktopnya yaitu PowerMac G5.

Pertanyaannya mengapa PowerPC G5 tidak menjadi penerus chip yang dipergunakan Apple untuk masa depan, atau dengan release PowerPC G6? Masalahnya terletak pada dua hal. Pertama IBM mulai melirik sektor game console sebagai market utama chip PowerPC (coba perhatikan semua chip game console, baik Nintendo GameCube, DreamCast, Microsoft XBOX, Sony PS3) semua berhasil diapproach IBM untuk mempergunakan chip PowerPC, dan market game console ini jauh lebih menarik dibandingkan market komputer desktop yang konsumen utamanya hanya Apple. Apple mengkonsumsi maksimal 5 juta chip per tahun sedangkan game console tersebut mengkonsumsi lebih dari 20 juta chip per tahun dan increasing.

Karena Apple merasa terancam dengan masa depan komitmen PowerPC sebagai platform desktop, kemudian gayung bersambut deh dengan Intel yang sudah 20 tahun mengharapkan Apple menggunakan chip nya di jajaran produk Apple. Problemnya bukan disisi Apple. Apple sudah memiliki sistem operasi berbasis Mac OS X Intel sejak transisi dari Mac OS classics ke Mac OS X (ingat NeXTSTEP for Intel), tapi pada development pihak ketiga. Third party vendor butuh mengoptimalkan aplikasinya untuk jalan di dua platform ini, ini yang disebut aplikasi Universal Binary (aplikasi yang jalan di PowerPC sekaligus Intel). Kehadiran aplikasi yang Universal Binary lah yang membuat Mac berbasis Intel teroptimasi dan keluar dengan performansi sebenarnya. Aplikasi yang didesain untuk Mac berbasis PowerPC akan jalan dengan baik di Mac berbasis Intel namun dalam “compatibility mode” sehingga mengalamin degradasi performance. Sebagai contoh hingga saat ini Microsoft Office 2004 for Mac pun masih jalan di “compatibility mode” yang disebut Apple sebagai Rosetta. Masih harus ditunggu produk berikutnya Microsoft Office 2008 for Mac yang akan ditulis ulang untuk mendukung dua arsitektur tersebut (PowerPC dan Intel).

Semoga informasi diatas bermanfaat? Dan membuka wawasan rekan-rekan semua. Buat yang masih mau belajar saya ucapkan selamat dan senang anda masih mau menimba ilmu, buat yang tidak menganggap tulisan diatas penting, tidak masalah, mungkin focus interest anda berbeda. Yang jelas semoga dapat menjadi referensi bagi siapa saja yang membutuhkan. Dan semoga bermanfaat buat komunitas Mac.Web.Id secara keseluruhan.

Moral of this story: Anda tidak akan dapat menjadi seorang manajer atau pemimpin yang handal apabila anda tidak menguasai secara teknis.

Selamat makan ketupat yeeee…

Regards,

The-used-to-be the next Apple Country Manager,
Adinoto A. Kadir a.k.a Macnoto”



45 Responses to “Apple 101: Mengapa Apple Memutuskan Pindah Ke Processor Intel”

  1. yoki Says:

    Beeuh enyaan latihan ‘orasi” yeuh Aa nata? :P

  2. toocool Says:

    Allow….
    Topcool di sini….
    Makasih yah Oom Noto share ilmu nya….
    Dukungan 100000% deh buat oom noto…
    :)
    :)
    :)

  3. fisto Says:

    waah mantaps ceritanya, bang. Jadi tau lebih banyak tentang Apple dan sejarah Mac OSX. Thanks buat sharing pengetauannya, the used-to-be the next Apple Country Manager…:D

  4. Mac di Pekanbaru Says:

    Ini ada satu link bagus yang ngomongin sebagian dari soalannya macnoto :

    http://www.maconintel.com/news.php?article=179

  5. Hardjono Says:

    Salam Pak Adinoto. Saya juga “mac fan” :) Dari Apple II, Mac 512K yang pertama (1984), ke G3 desktop, iBook G3 dan paling akhir MBP 2007 yang pakai Santa Rosa chipset dari Intel. Pak, mungkin pindahnya Apple ke chipset milik Intel karena harga lebih murah. Apple tuh kan OEM juga (seperti Dell dan HP). Plus Apple ingin masuk dunia Korporat juga (ps. mulai dari Server). Yang jelas OS-X itu super cool deh.
    [TH].

  6. rendy Says:

    salam kenal,
    saya selaku konsumen otak otak cukup puas dengan harga jual produk IT yang lebih mureh daripada harga makanan

  7. adjie Says:

    Halah di, elo katanya mau jadi Walikota bandung, eh barusan pengen jadi Country manager apple, kumaha maneh euuy dasar scamm scammm

    Selamat lebaran aja lah, maaf lahir batin.

  8. adinoto Says:

    # Mac di Pekanbaru Says:
    October 14th, 2007 at 7:12 am e

    Ini ada satu link bagus yang ngomongin sebagian dari soalannya macnoto :

    http://www.maconintel.com/news.php?article=179

    => Wah orang Pekanbaru nih hehehe. Saya dulu juga tinggal di Rumbai (1987-1991), Dumai (1981-1987), Duri (1973-1981)… hehehe… Apa kabar Pekanbaru lae? :D

    BTW, OpenSTEP merupakan iterasi terakhir NeXTSTEP. OpenSTEP itu standard terbuka yang didukung oleh Apple, Sun, IBM, dan SGI. Sayang sekarang sudah mati.

    Well, kita sih ke depan nantikan GNU/Linux aja dalam berinovasi deh. Bosen dikotomi produsen-produsen proprietary terus. Kasian rakyat hehehe… So far Compiz dan Beryl looks promising :D

  9. adinoto Says:

    # Hardjono Says:
    October 14th, 2007 at 8:16 am e

    Salam Pak Adinoto. Saya juga “mac fan” :) Dari Apple II, Mac 512K yang pertama (1984), ke G3 desktop, iBook G3 dan paling akhir MBP 2007 yang pakai Santa Rosa chipset dari Intel. Pak, mungkin pindahnya Apple ke chipset milik Intel karena harga lebih murah. Apple tuh kan OEM juga (seperti Dell dan HP). Plus Apple ingin masuk dunia Korporat juga (ps. mulai dari Server). Yang jelas OS-X itu super cool deh.
    [TH].

    => Salam kenal Pak Hardjono. Soal pindah ke Intel dan bisnis korporat coba nanti saya ulas dalam tulisan terpisah hehehe… Soal OS X can’t disagree more. Leopard even better!

  10. adinoto Says:

    # rendy Says:
    October 14th, 2007 at 9:26 am e

    salam kenal,
    saya selaku konsumen otak otak cukup puas dengan harga jual produk IT yang lebih mureh daripada harga makanan

    => Hahaha otak-otak sekem mahal harganya yak hahahaha :D

  11. adinoto Says:

    # adjie Says:
    October 14th, 2007 at 11:06 am e

    Halah di, elo katanya mau jadi Walikota bandung, eh barusan pengen jadi Country manager apple, kumaha maneh euuy dasar scamm scammm

    Selamat lebaran aja lah, maaf lahir batin.

    => Lah tawaran Country Manager itu kan udah pernah. Kalo misi hidup pribadi kan pengen mengabdi buat kesejahteraan rakyat. Kelihatannya jabatan-jabatan publik lebih pas untuk berkiprah di masyarakat. Bener ga?

  12. adinoto Says:

    # yoki Says:
    October 13th, 2007 at 8:16 pm e

    Beeuh enyaan latihan ‘orasi” yeuh Aa nata? :P

    => Hahahaa… bisa we maneh hahahaha :D

  13. adinoto Says:

    # fisto Says:
    October 13th, 2007 at 11:22 pm e

    waah mantaps ceritanya, bang. Jadi tau lebih banyak tentang Apple dan sejarah Mac OSX. Thanks buat sharing pengetauannya, the used-to-be the next Apple Country Manager…:D

    => Sama2 Fisto. Enjoy your new toys. Semoga bermanfaat.

  14. fisto Says:

    lho pak calon walikota dulu tinggal di cpi?….saya insya Allah malah mau pindah kesana awal tahun, ke rumbai tepatnya…

  15. Mac di Pekanbaru Says:

    Pekanbaru aman-aman saja mas Adi, sudah banyak juga yang pakai Mac sekarang…utamanya setelah makan racun saya he..he..he..GNU/Linux memang ok mas, mungkin kalau ada kesempatan mas Adi bisa juga nambah pengetahuan kita-kita mengenai project looking glass nya sun microsystem, selain compiz dan beryl tentunya….

  16. adinoto Says:

    # fisto Says:
    October 14th, 2007 at 4:45 pm e

    lho pak calon walikota dulu tinggal di cpi?….saya insya Allah malah mau pindah kesana awal tahun, ke rumbai tepatnya…

    => Hehehe cari Man Ali, caddy master di Rumbai Golf Club, masih ada ga disana? Tanyain sapa yang ngalahin caddy master disana dulu bwakakakaa… makan tidurnya dilapangan golf depan rumah tea :D

  17. adinoto Says:

    # Mac di Pekanbaru Says:
    October 14th, 2007 at 6:58 pm e

    Pekanbaru aman-aman saja mas Adi, sudah banyak juga yang pakai Mac sekarang…utamanya setelah makan racun saya he..he..he..GNU/Linux memang ok mas, mungkin kalau ada kesempatan mas Adi bisa juga nambah pengetahuan kita-kita mengenai project looking glass nya sun microsystem, selain compiz dan beryl tentunya….

    => Siappp komandan hehehee… atur manis deh nanti kita kunjungan ke Pekanbaru lagi. Dapet sambutan ga nih dewan syuro mac mampir ke Pekanbaru? Bwakakakaka :D

    Looking Glass? Siappp… abisin ketupat dulu ya :D

  18. Mac di Pekanbaru Says:

    Kalau mas Adi serius mau kunjungan ke Pekanbaru lagi sambutannya pasti top markotop mas, tinggal pilih menunya mau gulai udang kota buana (masih ingat ya mas?), gulai ikan patin pak haji? atau dendeng batokok? khusus sarapan kita ke kedai kopi kim teng mas Adi (pernah dengar juga khan mas?), kedai kopi terlaris se asia tenggara…sekarang sudah dilengkapi wi-fi dan wide screen plasma tv. Pokoke saya bela-belain mecah celengan semar dah kalau dewan syuro mac serius mau ke Pekanbaru…he..he..he..

  19. adinoto Says:

    # Mac di Pekanbaru Says:
    October 15th, 2007 at 8:51 am

    Kalau mas Adi serius mau kunjungan ke Pekanbaru lagi sambutannya pasti top markotop mas, tinggal pilih menunya mau gulai udang kota buana (masih ingat ya mas?), gulai ikan patin pak haji? atau dendeng batokok? khusus sarapan kita ke kedai kopi kim teng mas Adi (pernah dengar juga khan mas?), kedai kopi terlaris se asia tenggara…sekarang sudah dilengkapi wi-fi dan wide screen plasma tv. Pokoke saya bela-belain mecah celengan semar dah kalau dewan syuro mac serius mau ke Pekanbaru…he..he..he..

    => Hahahahaa… mantafff dah. Nanti tim dewan syuro saya ajak melancong ke Pekanbaru dah hahaha… Jaman saya kalo dendeng batokok itu yang di tangkerang jalan jati itu tapi katanya ada lagi yang lebih mantap ga tau tapi dimana hahaha… Waduh kedai kopi King Teng blon pernah denger, secara saya terakhir disana 16 tahun yang lalu hahahaa… mantafff tuh ada wifi dan widescreen TV :D jangan2 sampeyan lagi yang punya hahahaha….

    Siaaaaap dah, nanti difollow up dulu sama rekan-rekan Mac disini barangkali mau gathering di Pekanbaru hahahaa… Sipppp thanks atas tawarannya. Bener diconsider nih napaktilas. :D

    Kalo kota buana masih dapat kiriman rutin setahun sekali minimal dah, hehehe kmaren juga masih dapet Rendang Kota Buana hahahaa… Seeeepp Aduh jadi ngilerrr pagi2 :D

  20. fisto Says:

    #adinoto & Mac di Pekanbaru
    Ntar2 aja ya klo mau gathering di pekanbaru….nunggu saya di sana aja…hehehe…

  21. edy sendra Says:

    Mas, soal BeOS-nya dibahas khusus dong ! … saya udah sempet nyobain ‘responsifnya !’ di pentium III single prosesor dan dual prosesor (pake BeOS 5.0 … versi bajakan :-) ). Terakhir sempat dikembangkan oleh Magnusoft – (http://www.zeta-os.com/cms/news.php) kemudian ada yg open source (Inspired by the BeOS …) – http://haiku-os.org/ . Di bahas yo Mas ! Thanks !

  22. Adham Somantrie Says:

    Komputer hebat berawal dari Intel di dalamnya.â„¢

    tapi,

    Mac hebat berawal dari PowerPC di dalamnyaâ„¢… hahahaha…

  23. ryosaeba Says:

    gatel gue ngeliatnya, maksudnya rhapsody kali ya, bukan rapshody.

  24. adinoto Says:

    # ryosaeba Says:
    October 18th, 2007 at 10:32 am

    gatel gue ngeliatnya, maksudnya rhapsody kali ya, bukan rapshody.

    => nah kalo ga typo kan lu ga mampir bwakakaka… minal aidin bosss :D

  25. isro Says:

    Artikel yang bermanfaat. Tapi dengan beralihnya Mac ke Intel apa tidak mempengaruhi kerjanya??? jangan-jangan hanya karena ingin bersaing mac sudah tidak memperhatikan lagi kualitas..

  26. adinoto Says:

    # isro Says:
    November 1st, 2007 at 12:27 pm e

    Artikel yang bermanfaat. Tapi dengan beralihnya Mac ke Intel apa tidak mempengaruhi kerjanya??? jangan-jangan hanya karena ingin bersaing mac sudah tidak memperhatikan lagi kualitas..

    => Ga kualitas kang, coba cek aja produk Apple sekarang sama aja kualitasnya masih diatas rata2 merk lain. Kalo kinerja malah sejauh ini lebih baik dong (beda generasi processornya)… buat kita orang awam yg penting Sistem Operasinya dan harganya :D

  27. adinoto Says:

    # edy sendra Says:
    October 17th, 2007 at 9:08 am e

    Mas, soal BeOS-nya dibahas khusus dong ! … saya udah sempet nyobain ‘responsifnya !’ di pentium III single prosesor dan dual prosesor (pake BeOS 5.0 … versi bajakan :-) ). Terakhir sempat dikembangkan oleh Magnusoft – (http://www.zeta-os.com/cms/news.php) kemudian ada yg open source (Inspired by the BeOS …) – http://haiku-os.org/ . Di bahas yo Mas ! Thanks !

    => Saya upayakan kalo ada waktu luang nulis soal BeOS… ga janji ya hehehe… tergantung waktu dan mood. Itu yang susah :D

  28. robert love Says:

    wah ngomongnya… kayak yg assisten steve aja nehh…

  29. bugeMac Says:

    sippp…… mantap nih

  30. rully Says:

    hosh…hosh…. capek euy bacanya tapi nambah wawasan bgt… mas aku kopas yah buat berbagi dengan yang lain

  31. macnyosh.com Says:

    [...] : http://adinoto.org/?p=450 You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, [...]

  32. heli Says:

    saya baru bangun dr tidur ni om..kmrn tersadarkan utk back to my Mac…iBook G3 !! heheheh, kira-kira software baru apa yg msh support dengan Mac jadul saya ini om noto…

  33. markisa Says:

    Berarti mana yang lebih baik: iMac dengan G4 atau iMac dengan core 2 duo? :) )

  34. adinoto Says:

    rully Says:
    August 15th, 2008 at 6:10 pm e
    hosh…hosh…. capek euy bacanya tapi nambah wawasan bgt… mas aku kopas yah buat berbagi dengan yang lain

    => silahkan bro. semoga bermanfaat.

  35. adinoto Says:

    heli Says:
    September 11th, 2008 at 5:05 pm e
    saya baru bangun dr tidur ni om..kmrn tersadarkan utk back to my Mac…iBook G3 !! heheheh, kira-kira software baru apa yg msh support dengan Mac jadul saya ini om noto…

    => Kalo RAM bisa lebih besar dari 640MB pake Tiger dijamin puas, 10.4.11 aja. tapi kalo RAM dibawah 640MB pake Panther 10.3.9 (jangan lupa diupdate ke 10.3.9) karena 10.3.9 masih support banyak software2 terakhir (kompatibilitas terakhir dengan Panther di port di 10.3.9).

    Software? banyak tuh. googling aja di versiontracker.com ato mo sekedar word processing dan internet tanpa pusing virus? kan ada Microsoft Office v.X (jangan pake 2004 kasihan mesinnya). Browser bisa pake Caminobrowser.org, dan for fun there’s always http://www.gamehouse.com

    Enjoy!

  36. adinoto Says:

    markisa Says:
    September 15th, 2008 at 5:46 pm e
    Berarti mana yang lebih baik: iMac dengan G4 atau iMac dengan core 2 duo? :) )

    => Jelas iMac Core 2 Duo lah bozzz… apalagi yg aluminium yg baru sekarang wakakak cantikk kencang pula (apalagi yg 2.66GHz itu VGA nya mumpuni). Kalo iMac G4 Sun Flower sih cukup ditaruh di front office aja buat manis-manisan orang admin dan tampilan kantor :) )

  37. heli Says:

    om noto bukannya iBook G3 500Mhz- tu hanya maksimal diupgrade hingga 640 Mb saja ? apa bisa po lebih tinggi lagi dr 640 Mb ? om pernah nyobakah ? kira-kira berjalan normal gak…sekedar basa-basi,kira2 bisa share beberapa software yg kompatibel dengan iBook saya gal (word, browser internet, IM, pemutar film n pengedit gambar) kali aja msh ada. thanks

  38. adam Says:

    ijin copas yah… cakep euy isinya, beurat berisi… (tetap dicantumkan nama penulis hehe).. maju terus om noto..!

  39. adeputracom Says:

    wah tulisannya berbobot bgt… saya baru tau sejarahnya Mac pakai Intel dari tulisan ini… thx Pak..

  40. superNOva Says:

    salam kenal mas Noto, hari ini saya sedikit ‘terganggu’ dengan pernyataan seorang rekan mengenai Mac..khusus nya MacBook Pro..dia bilang sekarang Mac sudah gak ada bedanya lagi dengan PC karena sudah memakai processor intel. Hmmmm.. Aku sih gak paham, apa dulunya orang membedakan Mac dengan PC karena processor nya ya mas ? mungkin mas Noto punya referensi kenapa dulu disebut Mac ato PC…thanks mas..

  41. adinoto a.k.a macnoto Says:

    mas supernova, hehehe sebenarnya yang membedakan mac dan pc kan sistem operasinya mas… hehehe… kalo pc identik dengan windows, walopun bisa diinstall sistem operasi lain seperti linux dll… nah kalo mac kan Mac OS X… kenapa musti bisa dibilang ga beda? hehehee… pengen beda tapi kalo marketnya ga justify nanti ga ada developer yg bikin lagi aplikasinya kan repot… dengan pake intel ini kan market share Apple tumbuh lagi, jadi mengundang developer bikin aplikasi untuk Mac.

    Dibilang sama juga ga… lah barang apple cantik2 gitu kok :D So far PC mana yang sudah mau invest di teknologi seperti CNC (computer numeric control) untuk bikin precision body kayak semua jajaran MacBook Pro, iMac, dan MacBook Air? Ga ada kan? hehehe…

    segitu dulu ya… lagi mo nonton Transformer di DVD… ga sempet2… besok mo nonton 2012 ahhhh… :D c u.

  42. kenzy Says:

    mas, aku baru mo nyoba apel, beli dari temen macbook black 2.2 ghz, ram 4 g, kalo editing video, animasi, dan rancangbangun cocoknya pake softwer apa sekalian versinya, terima kasih tulisan2nya manfaat banget buat saya, meskipun masih ripuh perkara kluk-klak-klik moise di mac, krn kebiasaan windows, sarannya mas, bukunya dijual di gramediakah? thank a lot’s mas Noto apik banget sampean.

  43. adinoto Says:

    wah kenzy…sorry malah baru baca sekarang hahahaha… smga setaon jadi pengguna mac malah betah pake mac ya :D

  44. christian Says:

    salam mas adinoto, saya mau mencoba produk apple bisa dijelaskan kenapa sih produk apple mahal dan apa keunggulan nya dengan yg lain?

  45. topan Says:

    sy pemakai iBook G4. sejauh ini msh merasakan perfoma yg dahsyat.dan blom tertarik dgn mac terbaru.G4 sdh melebihi kebutuhan yg sy inginkan. SALUT buat apple !

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in