Apple 101: Mengapa Apple Memutuskan Pindah Ke Processor Intel

Macintosh, Social, Technology Add comments

Diskusi seputar thread Apple di mac.web.id tempohari ternyata berbuntut panjang. Karena kesimpangsiuran asumsi bahwa diskusi tersebut terkesan diskusi teknis saja, sedangkan awal penulisan dokumen tersebut lebih ke arah social sharing saja, saya perlu menulis suatu dokumen FAQ dan sharing informasi buat rekan-rekan pengguna Mac baru maupun lama. Semoga bermanfaat.

“Apapun kupatnya jangan lupa sama gua kirim-kirim coy, Emol mana Bakpiamu? Janjimu palsu! Aku sudah tanya semua tukang becak menuju Bandung ga ada yang bawa titipan dirimu bwakakaka…

Aku ga tau ceritanya dimulai darimana, tapi tengah malam gua diganggu sama anak setan kecil ini si Toocool temennya Peppy dan Ngatini Vega bwakakaka, katanya komentari soal oprekan Windows on Mac nya. Nah, perlu diklarifikasi kalo antara gua dan toocool ga dalam posisi debat kok, cuma sebagai orang tua dimintain komentar aja jadi berhubung ybs menjanjikan bayaran standard seorang CEO 2000 dollar sejam ya gua ladenin, lumayan duit sahur hahahaa….

Nah yang gua ga jelas apakah sebelumnya terjadi debat antara PPC dan Intel gua ga ngerti, seperti pernah gua utarakan sebelumnya, gua hampir ga pernah baca milis ini, cuma pernah posting 1-2x soal batere dan cari laptop (laptopnya Tika bwakakakaka πŸ˜€ )…

So buat rekan-rekan yang belum kenal, perkenalkan nama saya Adinoto, dan salam kenal buat semua rekan milis MWI, Yudhaworld, WinZn, anomalies, ndok_ceplok (halah gelem aku ndok pindang siji πŸ˜€ ), Zero, Sakti (dah kenal terakhir katanya mau pindah ke Semarang ya? ), dan XnukerX. Biar adil ga dibilang debat sesama teknisi, gua mo share cerita soal bisnis Apple bole dong? hehehee…. Gua kenal Apple mungkin jauh lebih tua daripada umur Angga hahaha.. Gua kenal Apple dari tahun 1982 (Apple II), dan kenal Mac perdana tahun 1987 (Mac SE), dan pengguna PowerMac pertama keluar disini (1994). Sebagai Apple Products Specialist, termasuk tim sukes implementasi 160 unit Mac di PT.DI tahun 1994-1995.

Tahun-tahun berikutnya, gua malah berprofesi sebagai consultant di perusahaan software terbesar di dunia, malah tidak berhubungan dengan Apple, tapi pengalaman bisnis dengan Apple dan inheritnya (BeOS) sudah dimulai ketika tahun 1997 merepresent BeOS di kawasan ini. Sayang good software not necessary lives on. BeOS disekem sama M$ big time sampe bangkrut. Hahaha *from my Professional perspective BeOS masih merupakan Operating System terbaik yang pernah di desain oleh para professional IT. Dengan desain threading paling responsive, maka BeOS merupakan operating system paling responsive yang pernah ada di dunia. Mungkin rekan-rekan semua yang pernah ngerasain bedanya Jaguar (10.3) dan Tiger (10.4) kenapa Tiger jauh lebih responsive bootingnya dibanding Jaguar. Ya karena Dominique salah satu engineer ex-BeOS sekarang kerja di Apple πŸ˜€

10 tahun terakhir saya adalah CEO salah satu perusahaan kecil paling penting di Indonesia mungkin πŸ˜€ karena kalo ga lu pada kagak bisa kirim SMS πŸ˜€ , tadi malem salah satu implementasi engine gua mungkin sudah menghasilkan 7-8M dari trafik SMS lebaran buat sang operator telekomunikasi tersebut. Walaupun tidak berhubungan dengan Apple sama sekali, pada tahun 2003, salah satu alignment bisnis gua menyebabkan gua berurusan kembali dengan Apple. Peluang bisnis tersebut senilai 12 digit pertama kali menarik perhatian Apple, kok ada ya perhatian dari sebuah negara antah berantah yang ga pernah dikenal Apple πŸ˜€

Dua tahun kemudian gua mengundang beberapa direksi Apple untuk bertemu dengan beberapa pejabat teras pemerintahan negara ini. Dan kita akhirnya sepakat mengiring om Steve Jobs untuk datang ke Indonesia! hehehe… kalo blon baca bisa coba liat cerita di blog saya.

Kembali ke soal background “debate?” PPC vs Intel? Karena gua ga tau ceritanya gimana (apa bener ada debate di MWI ato ga?) mungkin gua mau share cerita sedikit. OS X itu awalnya adalah sistem operasi yang dibangun untuk Intel, karena cikal bakal Apple Mac OS X itu adalah NeXTSTEP yang pada saat itu jalan di platform Intel (setelah sebelumnya jalan di Motorola 68K chip). Pada tahun 1996 Apple kesulitan mengupayakan sistem operasi yang canggih dan mengandung fitur-fitur masa depan seperti memory protection, preemptive multitasking (baca: ga gampang crashed seperti Mac OS classic, dan Mac OS 8 –bukan Mac OS 8 yang anda kenal sekarang, tapi yang seharusnya jadi Mac OS 8, menghabiskan 800 juta dollar development dan hampir membuat Apple bangkrut), BeOS adalah jebolan orang-orang Apple USA yang ga puas dipimpin oleh Jean Louis Gassee ex-Apple President USA, membawa 6 orang top engineer dari Apple yang terlibat dengan proyek-proyek sistem operasi masa depan seperti Kaleida dan Taligent OS (Sistem Operasi yang berbasis Object Oriented yang dikembangkan Apple, IBM dan semua minus Microsoft), pada saat itu BeOS adalah nice target untuk dibeli oleh Apple. BeOS menawarkan buyout 400 juta dollar, Apple nawar kabarnya sampe 125 juta. Pada saat yang bersamaan Steve Jobs kembali ke Apple as Advisor (CEO nya pada saat itu Gil Amelio ex-CEO National Semiconductor). Pada saat itu berkat lobby Steve dan team yang jago herannya Apple memilih membeli NeXTSTEP dibandingkan BeOS dengan nilai pembelian yang jauh lebih mahal yaitu 425 juta dollar DAN saat itu NeXTSTEP herannya malah ga ready jalan di platform PowerPC malah jalannya di Intel platform doang πŸ˜€ … hehehe sedangkan BeOS jalan di platform baik PowerPC maupun Intel.

Setelah berhasil menggulingkan Gil Amelio http://www.amazon.com/Firing-Line-500-Days-Apple/dp/0887309194 , Steve Jobs mulai menjabat jadi Interim CEO, nah sebagai Interim CEO, Steve Jobs meneruskan Mac OS classics (walaupun bukan Mac OS classics yang dicita-citakan) sambil mentransisikan ke sistem operasi Mac berbasis NeXTSTEP. Dikenal dengan nama Rhapsody, Mac OS baru itu menjanjikan sistem operasi ini bisa jalan di mesin Intel maupun PowerPC. Dan memiliki kompatibilitas (seperti Java Virtual Machine) yang memungkinkan aplikasi di compile buat Rhapsody (baik Intel maupun PowerPC) bisa jalan di Windows maupun Solaris. Nah developer berlomba-lomba membeli perangkat keras Mac baru ini (ketika itu awal G4 1999) yang menjanjikan kepastian buat developer. Herannya (saya termasuk yang kecewa), tiba-tiba Mac OS X menjadi produk akhir yang HANYA jalan di platform PowerPC. Ribuan developer dikecewakan Apple. Namun dibalik itu, di tim developmentnya, Apple tetap “melanjutkan” Mac OS X for Intel sebagai “backup strategy”, prototype Mac OS X for Intel ini yang disebut sebagai Marklar.

Mengapa harus switch ke Intel?
PowerPC pada awalnya di desain sebagai suatu platform yang efisien. Apa yang dimaksud dengan efisien? Karena chip development yang bermacam rupa di IBM (setiap mesin workstation memiliki chip tersendiri dan sistem operasi tersendiri yang menyebabkan biaya developmentnya menjadi sangat mahal), PowerPC diperuntukkan untuk “single-design for every machine”. Artinya IBM bisa menggunakan chip ini di kelas workstationnya, maupun di highend mainframenya, maupun produk-produk desktop (baik buat Apple maupun mitra bisnis IBM). Aliansi IBM-Motorola-Apple ini (Apple hanya menyertakan 7 engineernya dalam proyek ini sebagai test compatibility, tapi dapat kredit point sama seperti IBM dan Motorola), menghasilkan chip PowerPC generasi pertama yaitu PowerPC 601, kemudian 604 (bisa multiprocessing) dan seterusnya.

Problemnya, aliansi ini bubar gara-gara Motorola merubah komitmennya memutuskan fokus market PowerPC adalah chip bukan untuk konsumsi desktop tapi lebih ke arah network appliances (chip-chip yang memotori router-router network yang jelas tidak perlu bersaing dalam cycle development MHz MHz war). Motorola dan IBM juga pernah berselisih paham soal pengembangan PowerPC. Motorola memutuskan perlunya ditambahkan Vector Processing Unit (istilah Apple: Velocity Engine, istilah teknis VMX, SIMD), dan IBM memutuskan tidak perlu, karena menurut IBM vector scalar hanya akan menambah kompleksitas desain processor dan mempersulit pengembangan MHz. Pada saat itu akhirnya chip IBM menjadi nama G3 (penamaan yang diberikan Apple, nama aslinya PowerPC 750), dan chip Motorola diberi nama oleh Apple sebagai G4 (nama aslinya PowerPC 74xx, 7410, 7450, 7455, 7447A, dst) yang memiliki pemrosesan vector (Pemroses vector ini bisa membuat PowerPC G4 memiliki kecepatan pemroses vector s/d 10x lebih cepat dibandingkan dengan Pentium 4 pada waktu yang sama).

Walaupun IBM membuktikan desain tanpa vector scalar (PowerPC G3) mampu digenjot hingga 1GHz dan lebih (pada saat yang sama G4 tidak dapat berkembang lebih dari 500MHz dalam waktu 18 bulan!), Apple sebagai konsumen utama PowerPC merupakan korban ketidakpastian ini. Pada saat itu (1998) saya masih dapat merasakan bagaimana mesin Apple PowerMac G4 400MHz bisa 3x lebih cepat dibandingkan PC Pentium !!! 450MHz. Ketidakpastian yang berlangsung bertahun-tahun ini membuat Apple kesulitan bersaing dengan manufakturer PC lainnya yang mulai menikmati psychological clock diatas 1GHz. Orang awam akan selalu berpikir bahwa mesin Apple jauh lebih mahal dengan clock yang lebih rendah dibandingkan PC sejenis, walaupun kecepatan processor bukan satu-satunya parameter performansi (ingat Instruction Per Cycle, yaitu bagaimana Intel Core 2 Duo dengan clock yang lebih rendah mampu mengoperasikan dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan Pentium 4 yang kecepatannya jauh lebih tinggi), bahkan dalam beberapa mesin Apple sudah “dioverclock” dari pabriknya karena ketidakmampuan produsen chip memberikan Apple suatu kemajuan clock dari waktu ke waktu. Iterasi terakhir adalah ketika Apple harus mengeluarkan trick terakhir berjuang di platform PowerPC dengan merelease PowerPC G5. PowerPC G5 pun sebenarnya “chip yang didesain dengan keterpaksaan”. Apple mendekati IBM (karena Motorola sudah kehilangan komitmennya) dan mempersuasi IBM untuk mendesain suatu chip baru turunan Power5 chip IBM untuk kebutuhan server yang ditambahkan instruksi Velocity Machine (VMX yang kompatible dengan G4), walaupun selama ini IBM menolak konsep VMX untuk kebutuhan desktop. Kemudian lahirlah PowerPC 970 (PowerPC G5 atas penamaan Apple) yang dipergunakan Apple untuk processor di mesin-mesin professional desktopnya yaitu PowerMac G5.

Pertanyaannya mengapa PowerPC G5 tidak menjadi penerus chip yang dipergunakan Apple untuk masa depan, atau dengan release PowerPC G6? Masalahnya terletak pada dua hal. Pertama IBM mulai melirik sektor game console sebagai market utama chip PowerPC (coba perhatikan semua chip game console, baik Nintendo GameCube, DreamCast, Microsoft XBOX, Sony PS3) semua berhasil diapproach IBM untuk mempergunakan chip PowerPC, dan market game console ini jauh lebih menarik dibandingkan market komputer desktop yang konsumen utamanya hanya Apple. Apple mengkonsumsi maksimal 5 juta chip per tahun sedangkan game console tersebut mengkonsumsi lebih dari 20 juta chip per tahun dan increasing.

Karena Apple merasa terancam dengan masa depan komitmen PowerPC sebagai platform desktop, kemudian gayung bersambut deh dengan Intel yang sudah 20 tahun mengharapkan Apple menggunakan chip nya di jajaran produk Apple. Problemnya bukan disisi Apple. Apple sudah memiliki sistem operasi berbasis Mac OS X Intel sejak transisi dari Mac OS classics ke Mac OS X (ingat NeXTSTEP for Intel), tapi pada development pihak ketiga. Third party vendor butuh mengoptimalkan aplikasinya untuk jalan di dua platform ini, ini yang disebut aplikasi Universal Binary (aplikasi yang jalan di PowerPC sekaligus Intel). Kehadiran aplikasi yang Universal Binary lah yang membuat Mac berbasis Intel teroptimasi dan keluar dengan performansi sebenarnya. Aplikasi yang didesain untuk Mac berbasis PowerPC akan jalan dengan baik di Mac berbasis Intel namun dalam “compatibility mode” sehingga mengalamin degradasi performance. Sebagai contoh hingga saat ini Microsoft Office 2004 for Mac pun masih jalan di “compatibility mode” yang disebut Apple sebagai Rosetta. Masih harus ditunggu produk berikutnya Microsoft Office 2008 for Mac yang akan ditulis ulang untuk mendukung dua arsitektur tersebut (PowerPC dan Intel).

Semoga informasi diatas bermanfaat? Dan membuka wawasan rekan-rekan semua. Buat yang masih mau belajar saya ucapkan selamat dan senang anda masih mau menimba ilmu, buat yang tidak menganggap tulisan diatas penting, tidak masalah, mungkin focus interest anda berbeda. Yang jelas semoga dapat menjadi referensi bagi siapa saja yang membutuhkan. Dan semoga bermanfaat buat komunitas Mac.Web.Id secara keseluruhan.

Moral of this story: Anda tidak akan dapat menjadi seorang manajer atau pemimpin yang handal apabila anda tidak menguasai secara teknis.

Selamat makan ketupat yeeee…

Regards,

The-used-to-be the next Apple Country Manager,
Adinoto A. Kadir a.k.a Macnoto”



51 Responses to “Apple 101: Mengapa Apple Memutuskan Pindah Ke Processor Intel”

  1. Deneen Says:

    Your diet program when trying to drop fat ought
    to have you consuming about 500calories beneath maintenance per day.

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in