Solusi Pengentasan Kemiskinan: Kembalikan Jajanan Rakyat

Social Add comments

Salah satu solusi pengentasan kemiskinan seperti yang bolak-balik saya sering ulas adalah mengembalikan jajanan rakyat. Karena dengan mengembalikan jajanan rakyat (1) Menyediakan tempat-tempat jajanan publik yang terjangkau dan bersih. (2) Mempertahankan nilai mata uang. (3) Melatih masyarakat biasa memutar uang. Maka peruntukan uang untuk hidup bagi sebagian besar masyarakat akan terselesaikan (terkecuali buat masyarakat yang memang malas).

Apabila alokasi pengeluaran uang dapat dikontrol maka kita pada akhirnya akan mencapai suatu kondisi yang dapat disebut stabil. Sekian persen untuk makan, sekian persen untuk pendidikan anak, sekian persen untuk rumah tangga, sekian persen untuk tabungan. Sisanya baru menumbuhkan industri kecil/besar berbasis masyarakat yang pada akhirnya mampu memproduksi barang dengan harga murah (affordable) bagi seluruh lapisan masyarakat, seperti halnya Cina. Jangan seperti sekarang dasar mental calo, segala barang bisanya beli di Cina. Mau merk-an dikit beli merk lain (padahal buatan Cina juga). Parahnya mental ini melanda sampe seluruh jajaran pemerintah dan pengambil keputusan di negeri ini. Masyarakat dilarang pintar (baca: Sekolah Mahal), lah kapan mo pengentasan kemiskinan. Naikin aja sekalian BBM 9 ribu perak karena harga di pasar internasional demikian (Apa segitu bodohnya ya kita disuruh nelan omongan para menteri keminter ini, lah kita ini PRODUSEN BOSS, bilang aja ga rela jual murah buat rakyat sendiri — karena bisa jual mahal di luar).

Salah satu pengalaman yang mencengangkan kemaren adalah ketika setelah hujan es, gua sempetin nepi mesen bandrek dan rebus-rebusan di kawasan Soekarno Hatta, Bandung. Pesen 6 bungkus makanan rebusan (ubi singkong + isi pisang 2, ubi singkong + gula merah, sama makanan apa tuh yang separuhnya pisang tapi bahannya ubi + ada kelapanya, sorry keburu abis :D )… + banrek 1. Berapa mang tanya saya. “Empat ribu perak kang”. Hah? 4 ribu perak untuk makanan sebanyak itu? Hmm let me count. 6 buah makanan + 1 minuman = 4 ribu?? Hm mungkin makanannya 500 perak-an dan minuman seribu perak. Yaiks. Terasa duit di kantong berharga sekali dan lama kempesnya. :D

Bayangkan apabila kita memberdayakan makanan tersebut terjangkau di tempat-tempat yang menarik dan bersih seperti Paris Van Java dan banyak tempat di sepanjang jalan. Food court yang terjangkau lokasinya dan bersih. Lah ini negara boro-boro mikirin foodcourt wong cikal bakal masyarakat pintarnya (baca: Mahasiswa!) aja mau makan dimana sebodo teuing. Banjir becek ga ada ojek bokek juga sebodo teuing! Doooh. Negara sekem emang.

Bayangkan makanan tersebut lebih enak kan daripada latte di caffe biar gaya nongkrong 150rb sekali gesek (Mana penghasilan pas-pasan lagi, dijamin anda cuma hidup buat hari ini! Ga punya tabungan. Hayoo ngaku! ) Beberapa rekan yang saya kenal hobby punya penyakit metropolis gini (sorry kalo bukan anda), tiap hari harus nongkrong di caffee, buka laptop, chatting ga jelas, keluar duit tiap hari, lah kapan cari duitnya???? Mbingungi.

Ya gitu deh silahkan cerna sendiri. What we need is a competent tyrant, not a democracy! Berikut gua kasih gambar makanan buat bikin ngiler di ujan-ujan gini. Sorry fotonya tinggal 1, abis keembat ga inget elu elu pada sih :D Doooh :D

jajanan_rakyat.jpg

Aa Nata for Walikota Bandung? Kenapa tidak :D

41 Responses to “Solusi Pengentasan Kemiskinan: Kembalikan Jajanan Rakyat”

  1. idarmadi Says:

    Kelihatannya Jajanan rakyat tidak pernah kemana2, jadi sebenarnya mau dikembalikan apanya yah? Entah di Bandung, tapi kalo gw di Jakarta sih disekitar gedung2 mentereng, bertaburan warung2 ‘jajanan rakyat’ yang ramai dikunjungi waktu jam makan siang. Pulang ngantor? beli gorengan. Macet? beli bakpao, tahu sumedang. Sampe rumah males masak, pecel lele atau toge goreng. Setidaknya mayoritas 5 hari dalam seminggu, makan makanan low-end. Sabtu Minggu baru jor jor an buang duit makan di Mal.

    Mungkin yang harus dikembalikan adalah perputaran ekonomi rakyat kecil. Saya dari dulu lebih prefer untuk beli koran eceran daripada langganan langsung. Waktu masih merokok, beli diwarung daripada di Supermarket walaupun lebih murah. Bli sayur di tukang sayur keliling daripadanya ke supermarket (walau di supermarket lebih murah). Di lampu merah ada jual mainan anak2, well, jangan nawar semurah2nya, beli menurut seberapa worth mainan itu plus bonus ke mereka sebagai apresiasi bahwa mereka bekerja daripadanya cuman ngamen di lampu lalin.
    Kepada tukang sapu jalanan, ah, sekali2 ngasih 10.000 atau 20.000,- sebagai bentuk thanks sudah menyapu jalan. Toh tidak mencapai harga 1/2 gelas starbuck.

    Mari kita bantu memutar roda roda ekonomi skala super mikro ini. 100rr atau 200rb sebulan mungkin tidak akan ada artinya untuk kita2 ini (HTM Premiere ajah 150rb/px cmiww), tapi perputaran uang sejumlah itu di skala ekonomi super mikro, mungkin saja bisa membantu meringankan dan menghidupi beberapa orang atau menyekolahkan 1-2 anak. (ingat slogan sekolah gratis secara nasional, cuman janji syurga).

    OOT. Seorang relatif jauh baru datang dari Cina. Dia tinggal di sebuah kota kecil diperdalaman. Ukuran kotanya sekitar 10-20rb orang. Mungkin seperti Cikijing di daerah Kuningan. Dia adalah seorang petani. Harga bensin di Cina setara Rp.5.500 TANPA bs subsidi. Dan, sekolah gratis dari SD sampai SMP (9 tahun). Sementara di Indonesia, anggaran pendidikan malah disunat dari APBN. Jadi kenapa Indonesia tidak bisa maju? GO FIGURE!

    **AA NOTO untuk Walikota Bandung!!!**

  2. Alif Says:

    Tah aya lawan kanggo janten walkot teh

    http://kupalima.wordpress.com/bandung/

    Sok lah di adu, mun sayah dipasihan mekbuk gratis. di dukung lah Aa Nata ku sayah

    he he he he

  3. Mira Says:

    aku pernah ngobrol sama tukang miea yam daerah Sumbersari yang enak banget, lakunya bukan main sampai sering keabisan. Nanya kenapa dia engga dagang di tempat yang rada bagusan gitu misalnya di foodcourt atau dimana lah, dia bilang dia didiskriminasi dibilang mie ayamnya bukan jenis yang pantas dijajarkan dengan jajanin lain, juga karena katanya susah banget kalo engga punya koneksi. Masa iya ya?

  4. adinoto Says:

    To Idarmadi:
    Setuju boss, itu maksudnya, bentuknya aja dalam tulisan sekem nasional. Yang dikembaliin itu roda ekonomi rakyat kecil ini. Jangan sampe jagung di petani dihargain 100 perak sekilo (TRUE!!) tapi masuk ke supermarket harganya per 100 gram doang biar keliatan murah (liat tuh tulisan soal Kloak, dan Rempah-rempah). Padahal 70% itu ekonomi diperkotaan adalah dari sektor non-formal. Liat aja orang berdasi makannya kan tetep AMIGOS. Agak Minggir Got Sedikit.

    Lah lu sampe segitunya kenal Cikijing, ada selingkuhan disana boss? *ngacirrr :D

  5. idarmadi Says:

    @ Mira
    Yang dibutuhkan oleh mereka adalah pelatihan Management dan Profesionalisme. Kalo policy food court itu sih tergantung dari Mal atau building ybs. Banyak yang milik sendiri, tapi banyak juga yang ‘profit sharing’. Yang ‘profit sharing’ ini yang biasanya agak picky.

    Jika sebuah ‘jajanan rakyat’ mau go ‘mal’, sebaiknya berbenah terutama dari segi ‘profesionalisme’ terutama dalam aspek penampilan. Makanannya enak? coba ditingkatkan penampilan dan kebersihan dari lokasi. Coba lihat gado2 boplo dulu dan sekarang. Jualan gado2 lebih menguntungkan daripada jualan batere.

    Di Jakarta sih banyak kok ‘jajanan rakyat’ yang bisa nembus food court mal, kayak gado2 (boplo), sop kaki (dudung), rujak juhi, cwi mie, mie kangkung, batagor, shio mai… dll

  6. adinoto Says:

    # Mira Says:
    March 31st, 2008 at 2:58 pm e

    aku pernah ngobrol sama tukang miea yam daerah Sumbersari yang enak banget, lakunya bukan main sampai sering keabisan. Nanya kenapa dia engga dagang di tempat yang rada bagusan gitu misalnya di foodcourt atau dimana lah, dia bilang dia didiskriminasi dibilang mie ayamnya bukan jenis yang pantas dijajarkan dengan jajanin lain, juga karena katanya susah banget kalo engga punya koneksi. Masa iya ya?

    => Menyedihkan ya Mir. Bayangin coba disuruh makan makanan berbungkus daun gitu bukannya lebih gurih dan enak ketimbang makanan resto yang plain gitu. :(

    Kita butuh revolusi pemerintahan bukan so-called demokrasi seperti sekarang :( DPR nyekem eksekutif, eksekutif cari duit buat kampanye. Rakyat? Sebodo. Paling pura-pura perduli pada saat kampanye. Ridiculous.

  7. idarmadi Says:

    @ Adinoto.
    Yah… kita harus go all the way…. selingkuhan jangan wanita kota saja… kita harus juga ke daerah…… :P

    wakakakakaka

  8. adinoto Says:

    to idarmadi:

    Wah bener kepedulian anda patut aku noted disini. Nanti terbuka lah posisi buat anda bagian kesejahteraan warga. CUma aku kok kuatir kalo dikasih tugas ke desa-desa wakakakka :D

  9. adinoto Says:

    # Alif Says:
    March 31st, 2008 at 2:49 pm e

    Tah aya lawan kanggo janten walkot teh
    http://kupalima.wordpress.com/bandung/
    Sok lah di adu, mun sayah dipasihan mekbuk gratis. di dukung lah Aa Nata ku sayah

    he he he he

    => Bwakakaka meni sekituna kudu ngegelontorin mekbuk haratis. Bisaan wae si akang yeuh. Pak Arry berarti sama perdulinya seperti saya dan jutaan warga Bandung lainnya. Saya welcome :D Let’s make Bandung a better place for us to live. Tong nyerakeun. Kota yang katanya isinya orang pintar semua tapi jorok ga tertib dan ga beres dimana-mana.

  10. rendy Says:

    uli bakar lembang ma colenak asyik juga tu

  11. adinoto Says:

    # rendy Says:
    March 31st, 2008 at 5:13 pm e

    uli bakar lembang ma colenak asyik juga tu

    => Omong doang lu ah ren, yuuuk brangkat :D

  12. Arry Akhmad Arman Says:

    Wah, kaget juga. Awalnya saya hanya sedang memonitor trafik blog saya, ternyata ada beberapa kunjungan yang berasal dari sini. Penasaran, lalu saya telusuri dan akhirnya saya paham, nama saya tercantum disini.

    Saya kira, saya tidak berambisi jadi walikota yang sesungguhnya selama iklimnya seperti sekarang. Jadi, siapa yang berminat silakan saja…., saya hanya bermimpi dan berangan-angan saja seperti dalam republik mimpi, itupun terpicu kekesalan-kekesalan terhadap kondisi Bandung yang memprihatinkan.

    Namun diskusi masalah pengentasan kemiskinan, saya rasa perlu solusi yang lebih fundamental, tidak bisa diselesaikan hanya dengan jajanan rakyat. Pedagang jajanan rakyat memang bagus kalau difasilitasi dengan tetap menjaga ketertiban, namun hanya menjadi solusi kecil dalam kacatama pengentasan kemiskinan.

    Pemikiran solusi pengentasan kemiskinan hanya untuk lingkup Bandung akan sulit sekali, karena menyangkut lapangan kerja yang sudah maju kena mundur kena di Bandung. Sementara di Jawa Barat banyak lahan yang terbengkalai dan tidak produktif karena kurangnya bantuan dan pembinaan dari pemerintah.

    So, solusinya harusnya di tingkat Jawa Barat. Fakta bahwa banyak kebutuhan makanan pokok yang diimpor oleh Indonesia akhir-akhir ini bisa dilihat sebagai peluang oleh Jawa Barat, tetapi kesempatan itu sulit diambil oleh Bandung yang sudah terkepung gedung.

    Jadi, bagaimana menurut calon walikota yang kelihatannya sudah penuh persiapan?

    Salam,
    Arry Akhmad Arman
    http://kupalima.wordpress.com

  13. IMW Says:

    Kamu nyindir saya ya, mentang mentang saya sering nongkrong di cafe mahal. Mau saya kirimin surat cinta lagi ?

  14. adinoto Says:

    # IMW Says:
    March 31st, 2008 at 8:17 pm

    Kamu nyindir saya ya, mentang mentang saya sering nongkrong di cafe mahal. Mau saya kirimin surat cinta lagi ?

    => Waduh… cinca laurah? aampun pakdeeee *ngacirrr

  15. Affan Says:

    “Beberapa rekan yang saya kenal hobby punya penyakit metropolis gini (sorry kalo bukan anda), tiap hari harus nongkrong di caffee, buka laptop, chatting ga jelas, keluar duit tiap hari, lah kapan cari duitnya???? Mbingungi.”

    Lho itu bukan karena apa2, mereka kesana itu ngabis2in duit, sebab duitnya nambah2 terus, nggak abis2, jadi terpaksa dihabiskan dengan cara spt itu…:D

  16. adinoto Says:

    # Affan Says:
    March 31st, 2008 at 8:28 pm

    Lho itu bukan karena apa2, mereka kesana itu ngabis2in duit, sebab duitnya nambah2 terus, nggak abis2, jadi terpaksa dihabiskan dengan cara spt itu…:D

    => Bwakakaka golongan itu ada juga boss, lain :D wakakakaka… :P

  17. bikinlaper Says:

    Koq gambarnya ga bikin jadi ngiler, om? Kalo gini gimana dong mengembalikan jajanan rakyat?

  18. IMW Says:

    Hujan-hujan enak makan ini : http://imw85.blogdetik.com/2008/03/26/menu-serba-tahu-di-libur-paskah/

  19. Remo Harsono Says:

    Kembalikan Minyak Rakyat !!!

  20. Amal Says:

    Serius deh, saya tanya: kemana saja selama ini, sehingga cerita jajanan seperti di atas jadi seperti Batman keluar dari kolongnya? Rasanya jajanan dorong itu sehari-hari lewat di depan kantor kami, jadi kalau pakai jargon “diberdayakan” segala, apanya? Wong memang sudah berdaya, jalan sendiri, dan laku laris? Ada beberapa pujasera (pusat jajan serba ada) di sekitar lokasi strategis di Bandung dan itu juga laris dan “berdaya.”

    Tentu saja harga di pinggir jalan harus dikasih pesolek jika masuk ke food court di dalam mal. Realistis saja: ongkos listrik, air, penjaga, dan prosedur standar lainnya. Jika Rp 4.000,00 dianggap klangenan di pinggir jalan, ya berarti ente sudah terlalu sering makan di kafe mahal, sehingga terkaget-kaget dengan ongkos murah walaupun terpaksa menurunkan standar mutu makanan.

    Yang digetok (lagi-lagi) pemerintah; mengapa tidak sekalian mengajak merenung kepada mereka yang gampang sekali berhambur-hambur duit di mal?

    Soal EBTANAS: … berbasis masyarakat.

    Isi titik-titik dengan jawaban yang tepat! Perekonomian, industri, pertanian, dan seabreg jawaban lain, termasuk “nyekem” berbasis masyarakat, yaitu mudah ditulis sebagai bahan pidato, sangat sulit (baca: tak-seketika) dijalankan di lapangan.

    Ah, komentar ini sekem juga! Mumpung berkomentar di sini berongkos kurang dari harga bandrek + 2 ubi rebus.

  21. adinoto Says:

    Amal Says:
    April 1st, 2008 at 9:57 pm e

    Serius deh, saya tanya: kemana saja selama ini, sehingga cerita jajanan seperti di atas jadi seperti Batman keluar dari kolongnya? Rasanya jajanan dorong itu sehari-hari lewat di depan kantor kami, jadi kalau pakai jargon “diberdayakan” segala, apanya? Wong memang sudah berdaya, jalan sendiri, dan laku laris? Ada beberapa pujasera (pusat jajan serba ada) di sekitar lokasi strategis di Bandung dan itu juga laris dan “berdaya.”

    => Sedang sakit gigi kang? :D Sampeyan kayak ga pernah denger paparan gua aja soal mengembalikan perekonomian masyarakat dengan me”rejuvenate”kan usaha kecil menengah. Hehehe.. Oh lupa situ dari dulu hobby beraliran makro ya :D

    Amal said:
    Isi titik-titik dengan jawaban yang tepat! Perekonomian, industri, pertanian, dan seabreg jawaban lain, termasuk “nyekem” berbasis masyarakat, yaitu mudah ditulis sebagai bahan pidato, sangat sulit (baca: tak-seketika) dijalankan di lapangan.

    => Mau taruhan?

  22. Amal Says:

    Kekekeke… curang! Calon walikota boleh retorika, begitu saya ambil mik, disebut sakit gigi! :D

    Sakit gigi mah tinggal disetrum, sembuh. Tapi betul, mending tulis tentang ekonomi kerakyatan, daripada studi banding sistem operasi segala. Nanti ente disebut blogger dan hacker, kan panjang urusannya… :D

  23. adinoto Says:

    To Pak Arry:
    Namun diskusi masalah pengentasan kemiskinan, saya rasa perlu solusi yang lebih fundamental, tidak bisa diselesaikan hanya dengan jajanan rakyat. Pedagang jajanan rakyat memang bagus kalau difasilitasi dengan tetap menjaga ketertiban, namun hanya menjadi solusi kecil dalam kacatama pengentasan kemiskinan.

    Pemikiran solusi pengentasan kemiskinan hanya untuk lingkup Bandung akan sulit sekali, karena menyangkut lapangan kerja yang sudah maju kena mundur kena di Bandung. Sementara di Jawa Barat banyak lahan yang terbengkalai dan tidak produktif karena kurangnya bantuan dan pembinaan dari pemerintah.

    => Pasti dong Pak. Tidak mungkin solusi kemiskinan hanya diselesaikan dengan masalah jajanan :P Hehehe… Dan masalah Bandung (kota) juga bukan masalah sendirian. Pasti terkait dengan kota/daerah pendukung disekitarnya.

    Sebagai tambahan juga (sependapat dengan obrolan dengan Kang Dodo Yuliman, salah satu orang yang concern dengan pengentasan kemiskinan) bahwa 70% masyarakat yang tinggal dikota itu hidup dari sektor non-formal.

    Anyway, saya senang Mas Arry juga ikut menebarkan kepedulian buat rekan-rekan warga Bandung semua. Ayoo kita kembalikan Bandung yang nyaman dan menarik sebagai tempat tinggal kita semua.

    Sukses semua!
    Cheers,
    Adinoto A. Kadir

  24. Dedy Says:

    A’ mau curhat nih… koq disini (jakpus), gorengan jd mahal yach… 700rpan sebiji… mana kecil2… sayang disini g ada rebusan yach :D

    Memang perlu diktaktor untuk meregulasi jajanan rakyat… biar pada kenyang dan bisa menikmati hidup layak

    Vote 4 Aa dah…!

  25. adinoto Says:

    # Dedy Says:
    April 4th, 2008 at 4:20 pm e

    A’ mau curhat nih… koq disini (jakpus), gorengan jd mahal yach… 700rpan sebiji… mana kecil2… sayang disini g ada rebusan yach :D

    Memang perlu diktaktor untuk meregulasi jajanan rakyat… biar pada kenyang dan bisa menikmati hidup layak

    Vote 4 Aa dah…!

    => Hehehe… gitu deh duit makin digampangkan nilainya oleh kebijakan pemerintah :D lama2 pegang duit 10.000 cuma cukup gorengan 1 :D

  26. dodi Says:

    Halah basi lo…… Adinoto Ama EEP cuman ngomong doank
    Noto… kalo kampanye jadi Walikota BDG… tong di BLOG

  27. dodi Says:

    Kagak Mungkin Calon Independent… kayak lo bakal jadi WLKT Bandung… Siapa pendukung lo?.. yang dukung pasti orang2 yang beli Machine MAC ama Batt laptop doank….. Hahahahaha

  28. dodi Says:

    di atas langit masih ada langit
    kalo ngomong jangan blagu….

  29. adinoto Says:

    To Dodi:
    Thanks atas 5 comments nya berturut-turut. Anda sangat perhatian kepada saya. Regards,

    #

    dodi | dinna_nov@yahoo.com | IP: 125.163.15.189

    di atas langit masih ada langit
    kalo ngomong jangan blagu….

    Apr 6, 3:30 PM — [ Edit | Delete | Unapprove | Approve | Spam ] — Solusi Pengentasan Kemiskinan: Kembalikan Jajanan Rakyat
    #

    dodi | dinna_nov@yahoo.com | IP: 125.163.15.189

    Kagak Mungkin Calon Independent… kayak lo bakal jadi WLKT Bandung… Siapa pendukung lo?.. yang dukung pasti orang2 yang beli Machine MAC ama Batt laptop doank….. Hahahahaha

    Apr 6, 3:28 PM — [ Edit | Delete | Unapprove | Approve | Spam ] — Solusi Pengentasan Kemiskinan: Kembalikan Jajanan Rakyat
    #

    dodi | dinna_nov@yahoo.com | IP: 125.163.15.189

    Halah basi lo…… Adinoto Ama EEP cuman ngomong doank
    Noto… kalo kampanye jadi Walikota BDG… tong di BLOG

    Apr 6, 3:28 PM — [ Edit | Delete | Unapprove | Approve | Spam ] — Solusi Pengentasan Kemiskinan: Kembalikan Jajanan Rakyat
    #

    dodi | dinna_nov@yahoo.com | IP: 125.163.15.189

    Halah bASI lo…. cuman ngomong doank

    Apr 6, 3:12 PM — [ Edit | Delete | Unapprove | Approve | Spam ] — PT. Adinoto Mendukung Open Source Dengan Mendonasikan 1000 Keping OpenSUSE

  30. ryda Says:

    kalau ngomongin masalah kemiskinan emang rada sulit selama korup yang di lakukan pejabat+orang2 yg cuma mentingin perutnya sendiri,saya setuju dengan salah satu pendapat yg mengatakan kebutuhan pangan pokok kita di import dari luar negeri.tuhhhhhhhhhh ampe garam aja ngimport,untung aja tempe tahu ga ngimport cuma kedelai aja yg ngimport

  31. Food Recipe Says:

    Info Resep Masakan Indonesia, jajanan pasar, pastry & bakery, Indonesian food.
    http://www.kitchen-foods.com

  32. resep Says:

    St Germain is, candle making as?Accompany the sudden, A twenty- to.At this point, uninvigorated; flowing water.For everyone involved resep, about dollars gets foreclosed Another.SurveyorsWhile you are, Related Articles From.,

  33. PRI Says:

    Emang bener, kalo cuma diomongin doang kemiskinan nich gak bakal bisa dituntasin juga kalopun diupayakan dg bertriliyun rupiah ane yakin banget kemiskinan ni gak bakal bisa diberantas soalnya ape? Bisa dibilang program pemerintah spt blt, raskin, dll masih pake pola lama cuma “make up” dibaruin. Padahal kalo mau ngilangin kemiskinan ya kite semua mestinya belajar jadi orang kaya, apa kite di sekolahan diajarin jadi orang kaya? kagak. Dari SLP s.d MBA ilmu ekonomi konsepnya ya itu-itu juga dari barat, yang konsentrasinya ke produktifitas, efisiensi, biaya murah dll semua udah dijalanin scr sempurna di negeri kite, hasilnye keserakahan, penindasan, ya ujungnya kemiskinan & pengangguran.
    Kesimpulan sederhana ane, kalo mau hilangin kemiskinan kite semua harus jadi orang kaya. Ciri-ciri orang kaya bukan banyaknya deposito, banyaknya mobil, atau rumahnye seabreg dll. Kalo kite masih selalu banyak kebutuhan, takut terus dg masa depan itu tandanya kite mash miskin krn terus butuh dan butuh. Orang kaya toh hidupnya tenang berkecukupan & lebih mulia lagi

  34. PRI Says:

    Emang bener, kalo cuma diomongin doang kemiskinan nich gak bakal bisa dituntasin juga kalopun diupayakan dg bertriliyun rupiah ane yakin banget kemiskinan ni gak bakal bisa diberantas soalnya ape? Bisa dibilang program pemerintah spt blt, raskin, dll masih pake pola lama cuma “make up” dibaruin. Padahal kalo mau ngilangin kemiskinan ya kite semua mestinya belajar jadi orang kaya, apa kite di sekolahan diajarin jadi orang kaya? kagak. Dari SLP s.d MBA ilmu ekonomi konsepnya ya itu-itu juga dari barat, yang konsentrasinya ke produktifitas, efisiensi, biaya murah dll semua udah dijalanin scr sempurna di negeri kite, hasilnye keserakahan, penindasan, ya ujungnya kemiskinan & pengangguran.
    Kesimpulan sederhana ane, kalo mau hilangin kemiskinan kite semua harus jadi orang kaya. Ciri-ciri orang kaya bukan banyaknya deposito, banyaknya mobil, atau rumahnye seabreg dll. Kalo kite masih selalu banyak kebutuhan, takut terus dg masa depan itu tandanya kite masih miskin krn terus butuh dan butuh. Orang kaya toh hidupnya tenang berkecukupan & lebih mulia lagi kesenengannye ngasih & lihat orang sekitarnye bahagia, krn kekayaannya orang kaye ada di kebahagiaan orang lain bukan spt skr ini paling demen nindes orang, malakin orang, ngerjain orang ya dipastikan hasilnya spt sekarang konflik horizontal trs berlangsung.
    Ga percaya…..?

  35. hafizh Says:

    :) :) ;)

  36. putu Says:

    wah semua yang di omongin bener semua tapi untuk mengentaskan kemiskinan perlu adanya kurikulum di sekolah sekolah tentang kewirausahaan sebab sekarang banyak anak anak kita yang malu bawa es mambo ,pisang goreng ,atau apapun ke sekolah untuk di jual padahal ia sendiri butuh uang dan anak terlalu manja tinggal minta pada orang tua bagai mana kalau terus begini kemungkinan generasi yang akan datang lebih parah dari sekarang

  37. Yaslim Shulin Japan M.Pw Says:

    Saya rasa, bukan hanya pemerintah saja. Tapi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari para pakar, ahli skill, pengusaha dan dermawan. yng di mulai dari diri kita masing-masing yang harus lebih di tingkatkan kepedulian lingkungan yang ada di sekitar kita tanpa memilih-milih yang akan dibina.

    Diantaranya dengan cara memberikan pengetahuan dibidang skill, yang bisa jadi modal bagi mereka kelak untuk melakukan perbaikan di masa depan. Kemiskinan tercipta di karenakan masih banyaknya kebodohan yang terjadi, dan juga pemanfaatan. terutama akan masa-masa kampanye.

    Kemiskinan adalah tanggung jawab dan kewajiban kita semua, bukan hanya pemerintah. jika kita selalu mencari kekurangan demi kekurangan. Itu bukan solusi, saya ingin mengajak pada semua rekan-rekan disini untuk bersama memulai, apa yang bisa kita berikan dan sumbangkan untuk bangsa ini.

    http://www.masculinehawk2010.co.cc , http://www.bbc-la.co.cc , YM : bbcomputindo@yahoo.com, saya ada sedikit ide dan pemecahan dari permasalahan ini.jika ada yang berminat yuk kita lakukan diskusi dan merealisasikan di dunia nyata.

  38. Jackkustik Says:

    Mendukung program pemkot bandung yang menjadikan kawasan jl juanda bebas dari kendaraan bermotor/car freeday.sebuah komunitas kecil yg beranggotakan para musisi,theater dan perupa jalanan membuat acara pagelaran musik ,senirupa dan makanan khas daerah jabar.bagi yg berniat mendukung dalam bentuk apapun,ide atau masukan bisa hubungi email saya.hatur nuhun,tong hilap dongkapnya.tiap dintem minggu enjing enjing.

  39. Awan Wisudanto Says:

    Maaf kalau comment yg ini tidak berhubungan dengan topik.
    Saya masih penasaran dgn nama Yaslim Shulin yg comment di atas itu. Omongannya indah, tp kenyataannya belum tentu. Masih ada urusan yg belum beres dengan dia, silakan lihat thread di sini:
    http://www.kamera-digital.com/forum/viewtopic.php?TopicID=26314&page=2#195596

  40. samharis Says:

    maaf nih kalau OOT,
    yang dikatakan saudara awan benar adanya
    Yaslim ini emang dilihat kata2nya tinggi banget tapi perbuatannya gak bisa dipercaya,
    hati2 tertipu dengan orang ini (yaslim atau nurlim) dengan kedok apapun baik itu jual beli maupun permintaan bantuan dana dengan dalil untuk kepentingan sosial.

  41. VenNieY Says:

    lach kalau jajanan pasar udah hilang apakah udh nemu solusi yang terbaik bwt penuntasan kemiskinan 0m

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in