Barusan saya baru pulang dari menonton setengah jalan setelah pulang dari kantor. Maksud hati ingin memperoleh hiburan, betapa kecewanya menyaksikan tayangan dengan kualitas yang sama sekali tidak layak untuk dijual.
Dalam seminggu ini saya sendiri sudah menonton empat kali, Bad Lieutenant-nya Nicolas Cage di BlitzMegaPlex, Selasa 9/2/2010, Edge of Darkness-nya Mel Gibson dan From Paris with Love-nya John Travolta, Sabtu 13/2/2010 di CiWalk XXI, dan barusan 15/2/2010 Universal Soldier III-nya Van Damme di BlitzMegaPlex yang mengecewakan.
Sebenarnya saya tidak berminat dengan jenis genre film demikian (action class-B movie), tapi berhubung film sudah pada ditonton semua, dan niat ingin relax sepulang kerja ya tidak ada pilihan lain.
Film dimulai pukul 18:15, dan dimulai dengan beberapa Trailer, seperti Bad Lieutenant. Well, everything seems normal. Sampe film itu (Universal Soldier) diputar. Memang tidak banyak yang menonton, hanya < 10 orang. Film BURAM. BERKABUT. Suara MENDEM. AC pun tidak dingin sama sekali. Dimatikan?… Sedapat mungkin saya menahan diri selama menonton film tersebut, berasumsi semua akan berjalan normal setelah sekian waktu. Bahkan kadang mencoba mengkhayalkan-menghiburdiri bahwa film tersebut adalah “flashback sehingga gambar berkabut” tapi 30 menit menunggu ternyata sia-sia. Karena memang demikian adanya kualitas gambarnya. AC pun panas. Seperti manajemen menghemat listrik? Keterlaluan. Tidak demikian dengannya film Bad Lieutenant yang saya tonton di Studio di Lantai Atas yang lebih besar. Bahkan trailer film lain pun jauh lebih baik kualitas gambar dan suaranya diputar di studio ini dibanding sajian Film UNIVERSAL SOLDIER III itu sendiri. WTF!
Saya pun bergegas keluar bersama rekan. Dan mencoba memanggil penanggungjawab disana. Keliatannya tidak ada yang bertanggungjawab. Ada salah seorang pegawai disana yang saya panggil sambil saya nasehatin, “Coba ditonton itu film, Layak ga?” …. ybs masuk dan keluar “Layak pak”. Astaga, you tuh mo insult my intelligence? Monyong juga. Untuk ukuran seorang yang bekerja dan setiap hari dilapangan masa tidak bisa membedakan antara film Busuk dan film yang gambarnya normal layak. Kemudian saya tanya apakah dia penanggungjawabnya. Tidak katanya. Coba bapak ngomong ke Customer Service. Lalu saya coba sampaikan kekecewaan saya ke Customer Service. Saya sampaikan saya juga member Blitz, frequent visitor, tapi saya ga pernah menerima pelayanan sajian film sedemikian murahan kualitasnya. Dengan suara mendem dan AC panas, kumplit sudah!
Dengan ini saya mohon kepada para pemegang saham BlitzMegaPlex untuk memperhatikan sajian film yang anda tawarkan. Beberapa waktu yang lalu saya pun sempet terkejut ketika dicounter saya ingin menonton salah satu film –saya pernah broadcast di Facebook. Kata penjaga counter “Pak filmnya masih hitam gelap, karena masih Download-an”. WTF!! Film yang dijual di bioskop itu hasil download-an? 1080p pak? Come on, kalo 1080p mungkin masih mending, kalo download abal-abal ya mampus aja. Saya bukan pakar bioskop tapi sejauh saya penikmat film, saya tahu mana yang layak mana yang ga. Dan terus terang saya kaget dengan statement tersebut.
Sampe pulang juga dijalan dan dimana-mana saya liat semua seperti berkabut. Seperti film yang baru ditonton. Efek gambar kabut blurry gitu. Sementara saya kapok dengan Blitz. Masih banyak pilihan studio lain yang pantas disamperin. Walaupun PVJ merupakan salah satu tempat menarik. But not the Blitz for this time.
Biasanya orang melakukan bisnis yang digelutinya karena kecintaannya pada hobby tersebut. Sangat ga makesense kalo Quality Assurance tidak diterapkan di BlitzMegaPlex. Tolong diperhatikan pak, kalo ga mau mengecewakan pelanggan anda.
Recent Comments