Pandangan Seputar Hilangnya Joko Suprapto (Mengapa Energi Alternatif Sulit Diluncurkan)
Social, Technology Add commentsBerita pagi ini dari detik soal hilangnya Joko Suprapto kembali merefresh ingatan tua saya soal kejadian serupa di seluruh penjuru dunia. Bruce De Palma pada tahun 1977 misalnya, salah seorang akademis dari MIT yang menemukan N-machine berbasis Faraday Disc, menemukan mesin yang memiliki efisiensi lebih besar dari 200 persen dari inputnya sehingga Palma juga kelaut menjelang pengujian mesin revolusionernya itu.
Efisiensi 200 persen berarti output yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan dengan inputnya, alias mesin dapat self-powered, dan bagi sebagian orang dinyatakan sesuatu yang mustahil karena dianggap melanggar hukum thermodinamika kedua. Hukum thermodinamika kedua secara eksplisit menyatakan energi yang dihasilkan tidak akan bisa mencapai 100%, karena sebagian akan diubah menjadi kalor. Pembuktian bahwa efisiensi mesin bisa mencapai lebih dari 100% bagi sebagian orang dianggap absurd.
Ok, saya akan coba memberikan pandangan selaku fisikawan. Jelek-jelek gini pernah mengenyam pendidikan fisika loh
Bagi saya semua yang namanya postulat (hukum kekekalan) itu adalah proses yang diperoleh dari deduksi. Jadi wajar kalo dalam pemetaannya butuh proses untuk mengerti alam semesta ini. Jadi tidak ada yang namanya “melanggar” hukum kekekalan fisika seperti halnya konsep Efisiensi N mesin tersebut. Mirip seperti kasus penemuan seorang Einstein, beliau menemukan postulat untuk objek-objek yang besar (keliatan mata) namun bergerak dengan kecepatan sangat tinggi (kecepatan cahaya). Lah yang ditemukan Schrodinger juga luar biasa, mencoba memetakan objek-objek kecil (seperti gelombang, itu loh kenapa handphone anda bisa menerima sinyal
), dengan kecepatan sub sonic (dibawah kecepatan cahaya). Nah kalo fisika kelas SMP kan diajarin F= m.a alias objek-objek besar dengan kecepatan rendah (misalnya anda mo menghitung kecepatan mobil dan daya (force) mobil anda). Bisa pake mekanika klasik. Mo pake Schrodinger equation yang jauh lebih menjelimet itu juga hasilnya akan sama saja. Valid makanya.
*sorry ga boleh komplain soal gambar, ngegambarnya udah gemeteran, maklum pake Microsoft Word
ga ada tools lain sementara waktu nulis
Jadi konsep dahulu bahwa Partikel itu berbeda dengan Wave (gelombang) ini kemudian dipatahkan jadi dikenal (walaupun orang awam kurang populer) dengan konsep Wave-particle dimana disetiap ada partikel ada gelombang juga, dimana ada gelombang ada partikel juga (menjelaskan kenapa gelombang bisa menyalurkan kangen anda via pulsa murah paket operator sekem malam hari, karena gelombang itu punya “massa” juga ternyata seperti partikel).
Untuk gelombang dan partikel mungkin agak sulit diterima nalar orang awam, tapi keberadaan Magnet dan Listrik sudah lebih diterima publik (dan engineer). Sehingga Konsep Elektromagnet bukan barang obrolan aneh lagi, yaitu dimana ada magnet akan menghasilkan listrik, dan dimana ada listrik akan menghasilkan magnet.
Dalam dunia elektromagnetism kita kenal mbah nya adalah Nichola Tesla. Beliau yang bertindak sebagai asisten Thomas Alva Edison, merupakan salah satu seharusnya dianggap sebagai Bapak Kelistrikan, Thomas menemukan DC current, dan Telsa menemukan AC (Alternating Current) juga dipakai dalam range yang medium elektronik yang ada sekarang.
Konsep lain yang menarik adalah energi yang dihasilkan dari pengubahaan struktur molekul Air (H2O = H-O-H) menjadi (H-H-O), dengan pemisahan ini maka akan dihasilkan energi luar biasa dan clean energy. Metoda ini yang dipakai oleh salah seorang “inventor” di TV beberapa hari lalu yang menggunakan air sebagai penghemat bahan bakar motor dan mobil. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan “temuan” ini, karena semua ilmunya ada di internet. Seorang rekan saya juga sudah bermain-main dengan ini 7-8 tahun yang lalu. Masalahnya kenapa tidak ada yang proven?
Beberapa konsep soal bahwa energi alternatif itu adalah “To boldly move where no man has gone before” *bergaya StarTrek tidak sesederhana itu. Selain bahwa seluruh ilmu, teori dan praktek tadi harus dilakukan, ada kekuatan lain yang tidak menginginkan energi gratis ini menyeruak menggantikan Fossil Fuel. Loh kenapa? Ya jelaslah boss, lah ini kita bicara Trilyun Dollar business, kalo ga kenapa juga Amerika sampe nyekem Irak demi golden barrel itu? Kalo tiba-tiba orang tidak lagi membutuhkan energi dari fossil fuel mau dibawa kemana ekonomi amerika dan ekonomi dunia?
Salah lebih sepakat kalo sekarang jamannya dunia tidak lagi dibangun atas bentuk-bentukan negara. Sebenarnya tidak ada lagi yang namanya batas negara, yang ada mereka adalah “Korporasi”. Dengan kepentingan bersama.
Dengan adanya ilmu sedemikian terbuka bebas di internet, akankah seorang Joko Suprapto menjadi korban padahal beliau adalah salah seorang warga negara ini yang perduli akan nasib keterpurukan bangsa ini. Akan berapa banyak lagi Joko-Joko lain yang menjadi korban? Energi merupakan bisnis luar biasa, bahkan mengalahkan bisnis military yang menjadi komoditas utama negara super power.
Lah terus gmana dong boss? Wah mana gua tau. Tanya keunapa
Hanya ada beberapa negara yang berani mengambil posisi sebagai negara kuat di mata dunia. Indonesia dahulu pernah. Dimana Indonesia diperhitungkan di mata dunia.
Semoga Joko ga bener-bener ilang, tapi cuma sedang kabur karena kawin lari lagi ngikutin Rico Ceper
Semoga… Amien. Lebih baik ini toh daripada yang tidak-tidak?

May 23rd, 2008 at 11:10 am
hemat energi aja sekarang2 mah…
biar ga boros pengeluaran
masi banyak orang2 yang membutuhkan santunan :p
May 23rd, 2008 at 2:19 pm
Wah, kalo benar2 proven temuan mas joko ini. Bisa jadi akan di ingat dalam sejarah dunia. Dan bila bisa di buktikan akan membantu seluruh rakyat miskin yg sedang siap-siap antri ngambil BLT. Yo to mas. Piye mas…mas joko..mas joko…..mas….nandi to?
May 23rd, 2008 at 2:23 pm
Apakah ada keterlibatan the Corporate? Bisa jadi ya.
May 23rd, 2008 at 2:36 pm
Hemat energy?perasaan kaya baru kemaren deh kelar smp?teori tentang kalor?baru sekarang ribut2 hemat energy?heuhehehe
May 23rd, 2008 at 2:44 pm
berita di detik kata-nya udah pulang sejak dua hari yg lalu…sekarang lg sakit di rumah…(kata-nya)…
May 23rd, 2008 at 3:13 pm
sumber intelijen menyebutkan ada keterlibatan CIA + kartel minyak dunia. tapi akhirnya BIN/intel RI bisa membebaskan… tapi karena tidak mau buka konfrontasi dengan USA, maka dibilang pak Joko sakit, udah pulang sekarang….
May 23rd, 2008 at 3:41 pm
cerita yg jadi pembuka bukan sequelnya prison break kan??
May 23rd, 2008 at 4:00 pm
Ada perusahaan namanya hytechapps mematenkan gas HHO itu dengan nama Aquygen. Mereka sudah punya aplikasi berupa alat las, dan gas aditif untuk mesin bensin dan diesel. Sori ga kasi link, entar ditelen ama akismet.
May 23rd, 2008 at 4:30 pm
# riff Says:
May 23rd, 2008 at 3:41 pm e
cerita yg jadi pembuka bukan sequelnya prison break kan??
=> =))
May 23rd, 2008 at 5:01 pm
Wah kok hilangnya bertepatan betul dengan krisis energi saat ini ya Kang? Sungguh mengherankan.
May 23rd, 2008 at 5:03 pm
# Jeef Kay Says:
May 23rd, 2008 at 4:00 pm e
Ada perusahaan namanya hytechapps mematenkan gas HHO itu dengan nama Aquygen. Mereka sudah punya aplikasi berupa alat las, dan gas aditif untuk mesin bensin dan diesel. Sori ga kasi link, entar ditelen ama akismet.
=> Toel kang. di luar biasa dah dipake ke alat las, kompor dll yang non combustion engine. Kalo combustion engine masih banyak masalah seperti korosif dan baru sampe level jadi complementary.
May 23rd, 2008 at 5:04 pm
Er… bukannya yg mesin De Palma itu ga bisa dibuktikan secara sains (dan dia nolak ketika saintis lain mau peer-review mesinnya dia)? Dan yg Joko Suprapto ini juga bukannya pernah dibahas di blognya Pri?
May 23rd, 2008 at 5:28 pm
# Oskar Syahbana Says:
May 23rd, 2008 at 5:04 pm e
Er… bukannya yg mesin De Palma itu ga bisa dibuktikan secara sains (dan dia nolak ketika saintis lain mau peer-review mesinnya dia)? Dan yg Joko Suprapto ini juga bukannya pernah dibahas di blognya Pri?
=> De Palma kelaut beberapa minggu sebelum pembuktian mesin itu. Soal Joko di blog Kang Pri mungkin aku ke skip ga baca artikel tersebut.
Memang harus berhati-hati dengan energi/janji bisnis energi seperti ini, karena banyak sekemernya juga, tapi De Palma termasuk yang direspect.
May 23rd, 2008 at 7:26 pm
Pak Djoko ini mungkin juga ke laut… mancing… sekalian cari inspirasi… masa nyari inspirasi ke gunung Kawi mlulu… skali2 kelaut gpp khan….
May 23rd, 2008 at 7:26 pm
sepertinya ada blunder juga di blog ini hehe. mari main tebak-tebakan saja deh. tebakan saya sih, si pak joko ini sengaja menghilang. karena blue energy itu mungkin sekemm hehehek.
mudah-mudahan tebakan saya salah. biar gak tambah malu, karena blunder seorang presiden sby. harusnya pak sby tuh ditemani oleh orang-orang sekaliber priyadi
May 23rd, 2008 at 8:35 pm
mungkinkah adanya konspirasi dibalik hilangnya sang penemu…
btw intinya kita semua harus hemat energy…:D
May 23rd, 2008 at 10:12 pm
6# serius tuh ?
16# bisa ada benernya juga :d
May 23rd, 2008 at 10:56 pm
dari rangkaian berita di detik mengenai blue energy. Saya menduga ada keterlibatan seseorang dalam mengirimkan sms kepada para wartawan. Best guess adalah pakarâ„¢. Ini teori konspirasi tingkat tinggi..
May 23rd, 2008 at 11:09 pm
Konspirasi lagi konspirasi lagi. Kapan mau majunya nih. Jelas-jelas hukum alam dilanggar sama Joko. Mending realistis aja deh.
May 24th, 2008 at 12:45 am
# Parah Says:
May 23rd, 2008 at 11:09 pm
Konspirasi lagi konspirasi lagi. Kapan mau majunya nih. Jelas-jelas hukum alam dilanggar sama Joko. Mending realistis aja deh.
=> Soal konspirasi ga tau deh kang. Tapi kalo soal hukum alam yang dilanggar hukum yang mana ya?
Artikel saya diatas malah membuka wawasan untuk tidak merasa “dikotakkan oleh hukum alam” tadi
May 24th, 2008 at 12:47 am
# Cecep Says:
May 23rd, 2008 at 7:26 pm
sepertinya ada blunder juga di blog ini hehe. mari main tebak-tebakan saja deh. tebakan saya sih, si pak joko ini sengaja menghilang. karena blue energy itu mungkin sekemm hehehek.
mudah-mudahan tebakan saya salah. biar gak tambah malu, karena blunder seorang presiden sby. harusnya pak sby tuh ditemani oleh orang-orang sekaliber priyadi
=> Blundernya dmana pak? Dahulu orang juga ga ngebayangin ada telpon
Nah tapi kalo iya itu blue energy adalah sekem mari kita sama-sama telanjangi sekemernya! ayoooooo…
May 24th, 2008 at 1:05 am
Wowwww…..
yang udah dapet restu dari presiden aja bisa raib…
apa lagi golongan rakyat biasa yang mau offer new energy
kalau gitu diem-diem aja ah….
btw ralat sedikit pak de. karena pak Tesla asalnya dari eropa timur sana, jadi namanya masih Nikola
May 24th, 2008 at 1:12 am
[...] cukup tanya paman google, baca blog yang sudah menyediakan banyak konten baik ilmiah, artikel, opini dan berbagai tulisan bermutu yang ditulis oleh dosen, guru, mahasiswa, wartawan, tukang ngetik, [...]
May 24th, 2008 at 1:13 am
dulu zaman orba tiap orang nentang pemerintah, mereka menghilang/dihilangkan
sekarang saat ada ‘penemu’, mereka juga menghilang/dihilangkan..
kapan majunya nih Indonesia
May 24th, 2008 at 10:00 am
jaman ini jaman kompeni (company)
kita terdesak di negeri sendiri
satu pilihan harus kita jalani
revolusi atau mati……..!!!!!!!!!!
May 24th, 2008 at 10:10 am
pintar (or licik) jg yg nulis artikel di atas… mencoba utk menceritakan ttg efisiensi 200%… dengan memakai judul joko suprapto..
jadi search engine bisa nangkap kalau kita nyari artikel joko suprapto.. tp isinya orang yg pamer ilmu..
dan KURANG AJARnya lagi di akhir2 tulisan.. njelek2in joko.. bilang mau kawin lagi…
kurang ajar loe adinoto…
kalau mau nulis artikel.. ya silakan.. tapi jgn jelek2in orang yg udah berjasa buat negara ini…
sekranag kita sebagian orang lg prihatin dengan hilangnya BELIAU.. kamu malah nuduh yg bukan2..
dasar kurang ajar n sok pintar loe..
May 24th, 2008 at 6:17 pm
setuju om! emang sebagai member dari negara-negara OPEC, adalah hal tabu untuk membuat energi alternatif..btw koq pake Word bikinnya
May 24th, 2008 at 7:09 pm
Lha mbok iyao mulai digalakkan penerapan modal dalam negeri yang namanya energi “tenaga dalam dan supranatural” … jangan cuma dipake buat kebal-kebalan ato nyantet orang ajah .. tapi gimana bisa dipake buat mendukung hemat energi …
nyalain lampu pake tenaga dalam kek, bawa mobil pake tenaga dalam kek (kayak flintstone), pindah tempat a la santet terbang kek, apa ajah … ihik .. ihik …
May 24th, 2008 at 9:21 pm
# eric Says:
May 24th, 2008 at 10:10 am e
pintar (or licik) jg yg nulis artikel di atas… mencoba utk menceritakan ttg efisiensi 200%… dengan memakai judul joko suprapto..
jadi search engine bisa nangkap kalau kita nyari artikel joko suprapto.. tp isinya orang yg pamer ilmu..
dan KURANG AJARnya lagi di akhir2 tulisan.. njelek2in joko.. bilang mau kawin lagi…
kurang ajar loe adinoto…
kalau mau nulis artikel.. ya silakan.. tapi jgn jelek2in orang yg udah berjasa buat negara ini…
sekranag kita sebagian orang lg prihatin dengan hilangnya BELIAU.. kamu malah nuduh yg bukan2..
dasar kurang ajar n sok pintar loe..
=> Hahahaa Pak tolong tunjukkan dimana saya menjelek-jelekkan Pak Joko Suprapto? Tidak ada satupun niat saya menjelek-jelekkan beliau. Tulisan kawin itu joke ala blog saya, kalo Bapak kurang paham tolong dibaca gaya tulisan saya yang lain.
Oh ya, anyway, saya ga pernah pamer ilmu karena satu orang menulis ilmu ga ada artinya Pak. Yang dibutuhkan sharing ilmu dengan kolaborasi sehingga dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak.
Semoga tidak salah tanggap.
Hormat saya,
Adinoto
May 24th, 2008 at 11:15 pm
wah eric diatas itu bener2 ga bisa baca dengan baik ya? ckckck
ini ada berita baru dari italia, percobaan coldfusion berhasil oleh salah satu profesor dari jepang..
May 24th, 2008 at 11:15 pm
http://hardware.slashdot.org/article.pl?sid=08/05/24/0345245&from=rss
May 25th, 2008 at 9:37 am
eh Di, akhirnya elo ngaku kalau emang elo jelek yaa
sekemm…
May 26th, 2008 at 1:48 pm
loh..loh..kog ada yang “perang”..jadi serba salah. Jamannya emang lagi super sensitif ya? Kenapa seh pada gampang tersinggung, gak di jalan, gak di koran, TV..eh di blog juga. Ayoo to..kita bersama-sama saling bantu keluar dari situasi yang serba susah. nanti kalo gmapang marah tambah susah lo.
May 27th, 2008 at 7:48 am
kalau mengendarai BMW berbahan bakar premium dan air sih saya sudah:
http://eepinside.com/?p=284
hehehehe
May 27th, 2008 at 1:58 pm
HEMAT BAHAN BAKAR
Masyarakat kita seharusnya mengetahui bahwa BBM sekarang mahal, dan subsidi pemerintah sangat besar. Dari subsidi tersebut bisa dialihkan untuk pembangunan infrastuktur. Maka dari itu program penggunaan bahan bakar secara efisien tepat guna harus digalakan dibuat aturan-aturan yang jelas, sejalan dan tidak hanya himbauan.
Aturan untuk mahasiswa dan pelajar untuk tidak membawa kendaraan bermotor, dan memaksimalkan kendaraan atar jemput memberikan banyak keuntungan:
1. Bahan bakar bisa dihemat, dan digunakan seperlunya hanya untuk keperluan penting dan pergi bekerja. Tidak seperti sekarang ini (maaf kata: anak-anak muda pergi ke kamar mandi saja membawa motor)
2. Orangtua menjadi lebih aman karena dengan tidak membawa kendaraan bermotor sebagai orang tua tidak terlalu hawatir karena banyaknya angka kejadian kecelakaan bermotor pada usia remaja.
3. Jalan raya menjadi lebih tertib, karena banyak remaja yang berkendara dijalan raya tidak mengindahkan aturan dan sopan santun di jalan raya.
4. Pendapatan para sopir angkutan umum (angkutan kota) menjadi lebih baik, yang sekarang ini sangat berkurang akibat banyaknya kendaraan bermotor.
5. lembaga pendidikan bukan tempat pameran show room saling menunjukan kekayaan pribadi bagi para pelajar atau pun mahasiswa. Tetapi lembaga pendidikan merupakan tempat contoh calon-calon birokrasi, dan teladan bagi masyarakat umum.yang menghasilkan generasi yang pintar , mau bekerja keras dan berpikir kritis. Mungkin dimulai dari peguruan tinggi negeri dulu yang melarang kendaraan bermotor dan kendaraan pribadi masuk kelokasi kampus kecuali sepeda. Kendaraan diparkir di luar kampus dan mereka berjalan kaki masuk ke dalam kampus (ke fakultasnya)
6. Menjadikan udara yang bersih di dalam kampus
7. Untuk pelajar Sekolah tingkat pertama dan Tingkat Atas, pihak sekolah tidak menyediakan tempat parkir kendaraan bermotor untuk pelajar kecuali parkir sepeda dan kendaraan para guru.
8. Para orang tua wali murid juga ikut membantu mengawasi dan mendukung program ini.
9. Pemerintah Daerah ikut membantu dengan mengeluarkan peratura-peraturan yang berkaitan dengan program ini
10. Media dan LSM membantu menerangkan aspek-aspek positif dari program ini
Demikian berbagai saran untuk membantu kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Wasalam..hajiarjogembur@yahoo.com
May 27th, 2008 at 10:00 pm
Pada dasarnya energi itu tidak dapat diciptakan dan tidak dapat di musnahkan.
Yang ada hanya perpindahan energi dari satu bentuk ke ke bentuk yang lain.
Sedangkan air merupakan bentuk energi yang sudah berjuta-juta tahun ada dan terbukti stabil. Jika air dijadikan sebagai sumber energi, pasti diperlukan energi yang disuntikkan ke dalamnya.
Jadi tidak tepat jika air dikatakan sebagai sumber energi, air hanya dijadikan sebagai media penyimpan energi. Kecuali melibatkan reaksi fisi atau fusi.
Mengapa kita tidak beralih fokus untuk memanfaatkan panas lingkungan? Siapa yang mampu menghitung panas mutlak dari lingkungan di sekitar kita? Jika kita bisa menyerap panas lingkungan di sekitar kita dan mengubahnya menjadi energi gerak/kinetis, kita tidak akan dipusingkan dengan isu pemanasan global. Karena dengan sendirinya bumi kita akan menjadi dingin.
Semoga pemikiran ini bisa menjadi perenungan kita semua.
Dinginkan bumi kita bersama…
May 28th, 2008 at 1:51 am
Penelitian yang belum terbukti hasilnya kok dipamer-pamerkan, ntar kalo gagal kan malu sendiri. Kalau mobil berbahan bakar hidrogen sih udah bukan barang aneh lagi. Di USA, kebanyakan bus menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya.
May 28th, 2008 at 10:46 am
Dari info2 ama orang2 yang maenan di hidrokarbon, sebenernya banyak yang salah tanggap. Air adalah bahan baku untuk mencari komponen H-nya. Dan sudah banyak yang bisa kok mecah air menjadi unsur2nya untuk kemudian dijadiin bahan bakar hidrokarbon.
yang jadi masalah adalah, proses mecah air menjadi atom2nya itu butuh energi yang sangat besar..yang secara realita blum ada yg sanggup nyediain..makanya wacananya adalah, inefisiensi untuk memproduksi bahan bakar hidrokarbon dari bahan baku air…energinya disediain dari listrik kalo gak salah denger..makanya ada pula yg bilang pake nuklir jg..
Cmn infonya dari org dalem yg ikutan diprojek ini (dia peneliti yg ikutan neliti hasil dari blue energy ini)..konsorsium ini sudah menemukan cara untuk mendapatkan energi yang besar dan murah..dia bilang..konsorsium ini sudah menemukan cara utk merubah 1 watt listrik menjadi 1000watt listrik. Dan teknologi ini sudah banyak yang tau…
saya percaya informasi ini..krn kebetulan beliau kerjaannya adalah peneliti hidrokarbon dan emang punya produk suplemen fuel additiv yang kebetulan gw jualan..hahaha..
May 28th, 2008 at 12:05 pm
ohm, atom H kan cm punya lengan 1, mosok bisa nyusun H-H-O ?
reaksinya kan 2H2O + E => 2H2 + O2
atau H2O + O2 + E => H2O2
eh gitu gag ya ?
dah lupa
* ambil tameng *
May 28th, 2008 at 12:09 pm
eh reaksi kedua
6H20 + 3O2 + E => 6H2O2
* gag bisa pake sub ya *
May 29th, 2008 at 3:43 am
Untuk Eric –> contoh manusia Indonesia yg justru gak membangun Indonesia. Bisanya marah2 gak jelas. Di negara maju justru pendapat orang lain selalu dihargai untuk ditelaah, dijadikan referensi dan bukan dicaci maki.
Semoga Anda bisa lebih dewasa dan membangun bersama Indonesia tercinta ini.
May 30th, 2008 at 11:15 am
@Eric:
dodol…gitu aja esmosi…
saya ndak ngeliat gelagat sok pintar di artikelnya Pak Adinoto ini…
May 31st, 2008 at 11:45 pm
Wah jadi ingat euy masa kuliah, saking menggebu2nya ingin membela negara. Polisi mah dilabrak, tangtara menghalangi dihantam demi rakyat miskin demi kemajuan negara, saya sampai ambek euy ke pemerintah(heuheuh ikut demo gitu lho lumayan pulang dapet 20 rebu). Jadi ilmu yang saya dapet teh kebanyakan tentang cara menyalahkan orang lain, orang gak salah gimana supaya salah. Padahal dengan 20 rebu sekali demo malah saya jadi bejat, emosi tak terkendali, yang di benak hanya saya dan yang dukung saya (yang pasti yang ngasih…heuheuheu)yang paling benar (ingat pepatah orang tua dulu “jika kamu pernah kasih makan anjing maka anjing itu akan terus ingat dan ikut sama kamu”), maaf bahasa seadanya. Aku sadar dari situ ternyata memang saya itu seperti binatang yang tadi disebutkan. Mari kita sama-sama dukung semua yang ingin memberi sumbangsuh pada negara (sory gak pake 20 rebu). Janganlah berprasangka buruk, rapatkan barisan…..heuheuheu jangan lupa majukan dunia perBLOGan. makasih euy ka kang Adinoto
June 1st, 2008 at 4:11 pm
Dua Tahun yang Lalu Saya Indra Jakanata mengakuisi sebuah Perusahaan yang didirikan oleh Joko Suprapto, Mirza dan Pak Lalu AF dengan singkatan Joko-Mirza-Lalu Electric atau (JLM Electric) karena Pak Lalu AF merasa ditipu oleh Joko S dan mengundurkan diri. Lantas Saya dan Kawan-kawan termasuk Orang dekat Menteri Kehutanan (MS Ka’ban) menginvestasikan dana sebesar 1 Milyar untuk membiayai Proyeknya Joko Suprapto yang waktu itu Teknologi ini diberi nama oleh Pak Lalu AF sebagai RPS (Reengeneered Power Supply) karena Mesin dalam Box tersebut dapat memperbesar Energy Listrik yang bersumber dari accu maupun dari PLN. Setelah menerima uang 1 Milyar, Joko Suprapto hilang tanpa kabar. Jadi Kalau sekarang Joko Suprapto Muncur, Mohon Masyarakat mempertemukan saya dengan Joko Suprapto untuk meminta pertanggung jawabannya, hal ini penting supaya Dia tidak lagi menipu orang, apalagi berani menipu UGM dan Presiden segala.
Wassalam Indra Jakanata Jakarta HP. 08121900777
June 2nd, 2008 at 9:29 am
Waduh, Pak SBY juga ikutan ketipu sama Joko Seprapto. @ Pak Indra Jakananta : Datengin rumahnya aja atau ke proyeknya yang di Cikeas.
Ooh iya, Salam kenal buat semuanya….
June 3rd, 2008 at 4:52 pm
“Konsep lain yang menarik adalah energi yang dihasilkan dari pengubahaan struktur molekul Air (H2O = H-O-H) menjadi (H-H-O), dengan pemisahan ini maka akan dihasilkan energi luar biasa dan clean energy. ”
Rumusnya Sederhana saja
Berapa energi yang dibutuhkan untuk mengubah struktur air dari (H-O-H) menjadi (H-H-O)….
Berapa energi yang dihasilkan oleh perubahan (H-H-O) menjadi (H2O) …
Selisihnya itu adalah energi yang dapat kita manfaatkan
kayaknya semua itu hanya teoritis deh…
karena air adalah unsur yang stabil…
apa memang kita orang indonesia pada OON semua sih..:)
dikibuli mau aja..
June 4th, 2008 at 9:06 am
# kentank Says:
June 3rd, 2008 at 4:52 pm e
“Konsep lain yang menarik adalah energi yang dihasilkan dari pengubahaan struktur molekul Air (H2O = H-O-H) menjadi (H-H-O), dengan pemisahan ini maka akan dihasilkan energi luar biasa dan clean energy. â€
Rumusnya Sederhana saja
Berapa energi yang dibutuhkan untuk mengubah struktur air dari (H-O-H) menjadi (H-H-O)….
Berapa energi yang dihasilkan oleh perubahan (H-H-O) menjadi (H2O) …
Selisihnya itu adalah energi yang dapat kita manfaatkan
kayaknya semua itu hanya teoritis deh…
karena air adalah unsur yang stabil…
apa memang kita orang indonesia pada OON semua sih..:)
dikibuli mau aja..
=> Maksud tulisan saya diatas adalah mau membuka wawasan untuk mau berpikir “out the box” bukan berarti mantuk-mantuk manut terhadap semua omongan orang boss. Kalo dibaca baik-baik tulisan diatas adalah contoh pembelajaran bahwa semua postulat yang ada adalah deduktif dari kenyataan bahwa kita belajar memahami alam. *Contoh lain adalah Superkonduktor sebagai penghantar tanpa hambatan ternyata adalah bahan NON-LOGAM, tapi keramik (bego-begoannya seperti Mug minuman). Sapa yang ngira demikian (pasti ngebayanginnya superlogam). Ditemukannya juga “accident” di penelitian lain di ruang 4 celcius. (Experimen Superkonduktor yang ada/diupayakan akhirnya sekarang adalah bagaimana mengupayakan agar bisa dibawa ke suhu ruang ~ 27-36 celcius).
H2O memang unsur stabil, kalo ga stabil bisa kiamat kita bos
tapi statement diatas bukan buat mengecilkan konsep mau berpikir “out the box”.
Soal penelitian Joko sendiri saya mau komentar saya ga banyak ngikutin, tapi kalo baca di detik.com kan soal air keluarnya jadi bensin? *koreksi kalo saya salah baca? ato detik salah quote? ga masuk akal karena Air ga ada unsur C nya. Senyawa apa yang dijadiin katalisnya juga ga tau?
Peneliti adalah integritas, tanpa integritas maka omong kosong belaka. Statement UGM bahwa Joko bukan alumni seperti yang beliau utarakan malah bisa jadi titik tolak. Kalo soal integritas aja beliau ga ada (alias ga bisa dipercaya) maka yang pasti penelitian apapun jatuhnya sekemmmmm
Mungkin paling menarik adalah mengquote statement Pak Habibie, katanya paling memungkinkan itu adalah menggunakan Air Laut… Yaitu: Airnya dikeringin, dijadiin garam, garamnya dijual, dipake buat beli bensin
hehehee…
Menyedihkan emang untuk ukuran negara yang dikelilingi tepian laut begini (termasuk dengan garis pantai paling luas) ternyata garam pun kita masih import.
Dubai dengan garis pantai sedikit aja pengen punya garis pantai panjang kudu invest abis dulu bikin The Palm Jumaeirah lah ga dipake buat jualan garam sih malah jualan property. Apa terus kita jualan garam sekem aja ya ke sana? *ngacirrrr
June 7th, 2008 at 5:51 am
Indonesia butuh banyak generasi penemu..inventor….mungkinkah (baca ; sempatkah? ) para bloger menemukan sesuatu?…
June 7th, 2008 at 7:40 am
# Arifin Purwakananta Says:
June 7th, 2008 at 5:51 am e
Indonesia butuh banyak generasi penemu..inventor….mungkinkah (baca ; sempatkah? ) para bloger menemukan sesuatu?…
=> Yakin pak. Minimal berita soal invensi itu sendiri pasti diungkapkan dan diwartakan oleh rekan-rekan blogger sehingga kita bisa memperoleh beritanya dengan cepat dan murah. Soal invention, kalo oprekan-oprekan banyak rekan-rekan yang saya liat adalah tukang ngoprek solusi-solusi murah. Bermanfaat sekali. Salam.
June 7th, 2008 at 9:33 pm
# Arifin Purwakananta Says:
June 7th, 2008 at 5:51 am e
Indonesia butuh banyak generasi penemu..inventor….mungkinkah (baca ; sempatkah? ) para bloger menemukan sesuatu?…
=> Yakin pak. Minimal berita soal invensi itu sendiri pasti diungkapkan dan diwartakan oleh rekan-rekan blogger sehingga kita bisa memperoleh beritanya dengan cepat dan murah. Soal invention, kalo oprekan-oprekan banyak rekan-rekan yang saya liat adalah tukang ngoprek solusi-solusi murah. Bermanfaat sekali. Salam.
==
Thx, pak Adinoto, saya ikut senang Indonesia punya banyak Bloger yang punya “nyali” menemukan sesuatu yang solutif. “blog” sendiri pasti juga akan out of date suatu saat. Semoga teman-teman bloger bidang IT mampu mendevelop cara baru berinternet….pokoknya saya mengajak teman-teman menyisakan energinya untuk temukan suatu yang baru…di bidangnya masing-masing…dan khususnya teman blogger yang ada di wilayah sosial, penguatan masyarakat sipil, NGO, pengembang organisasi, pengerak filantropi, dan profesional fundraising ayo bersama saya ciptakan sesuatu untuk dunia….salam..
June 18th, 2008 at 1:07 pm
Salam Semuanya,
HAri gini masih memperdebatkan Joko Suprapto? hehhe basi deh. sebelumnya saya perkenalkan nama saya Bambang. tahun 2003-2004 saya bergabung dengan TIM nya sdr Joko Suprapto. Saya sangat setuju dengan logika-logika tulisan anda bahwa sampai saat ini belum ada yang memikirkan efisensi sampai 200%. TAhun 2002-2004 Joko menemukan alat yang dinamakan TRafo Pembangkit ( TRakit) yang memiliki efisensi sampai 300%. Aneh bin ajaib kan, jadi konsepnya begini daya = tegangan x kuat arus. rumus fisikanya klau gak salah W = V x I dimana W = watt/daya, Volt tegangan atau beda potensial, sedangan I adalah kuat arus dengan satuan Amphere. TRakit ciptaan joko pada dasarnya adalah dua buah trafo dimana satu trafo sebagai umpan dan satunya sebagai penginduksi, entah bagaimana caranya Joko mengadopsi rangkaian untuk menaiikan I ( arusnya ). Dalam kasus ini Joko tidak mengubah tegangan dan voltase. Joko hanya merekasaya dengan rangkaian agar I nya bisa digandakan berlipat. Ada salah satu trafo yang di gulung sendiri oleh SDR joko dimana arus masuk 1 fase bisa di keluarkan menjadi 3 fase, jangan heran ehhh dalam teori sekolahan tidak diketemukan loh cara ini, apa lagi plat elemennya untuk menimbulkan induksi dihitung secara sendiri.
Dengan demikian trafo Joko, bisa melakukan penghematan 300%, jangan bayangin penghematan pembayaran yaa, salah klau anda memyangkan begitu, jadi membayangkannya anda berlangganan listrik 900 watt, setelah dimasukkan Trakitnya mas Joko anda bisa gunakan daya sampai 2200 watt, dengan anda membayar setara 900 watt saja, abunemen listrik juga sama, tarik golongan listrik juga sama. bukanya membayangkan langganan listrik 900 watt anda hanya membayar 100 watt saja, jadi gak bakalan ketemu mikirnya nanti.
wass.
bambang
June 18th, 2008 at 1:10 pm
ada yang lupa mas adinoto, JOko iku dulu instrinya org bululawang gemolong jawa tengah, yang kedua Ella org gg kramat pondok pinak, hehe yang terakhir ini aku gak tahu soale gak pernah diajak kesana, dulu sempat ngilang juga tapi nginepnya di rmhku 5 hari.
bambang
June 20th, 2008 at 8:21 am
[...] Note: Sdr. Adinoto punya tulisan lain soal Hukum Kekekalan Energi. [...]
June 20th, 2008 at 8:32 am
Pak Bambang…
Apapun yg anda atau Pak Joko katakan tidak akan dapat langsung dipercayai jika belum dapat dbuktikan secara ilmiah.
Kaitannya dg temuan trafo tsb, ada link menarik disini: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/28/time/121744/idnews/946346/idkanal/10
Setiap diminta pembuktian ‘menghilang’ dech. Bisa anda jelaskan?
June 20th, 2008 at 8:55 am
Mas Adinoto, saat ini saya sedang tergabung dengan tim Autotravo dimana alat ini juga memiliki prinsip kerja mirip dengan yang dikemukakan oleh mas Bambang.
Fungsi alat adalah untuk melakukan penghematan antara 50-80 %, namun bila diukur memakai tang ampere terlihat terjadi selisih ampere antara input dan output trafo rata-rata 2-3 kali lipat dimana output lebih besar dari input.
Alhasil, listrik 900VA bisa menyalakan alat dengan daya 2000 VA.
Bagaimana menurut rekan-rekan sekalian???
June 20th, 2008 at 9:17 am
Maaf ada yang terlewati Mas Adinoto, Kenaikan ampere tersebut dapat dilakukan tanpa harus menurunkan tegangan/voltase.
Bahkan sekalipun bila tegangan PLN drop misal pada 180V, tegangan pada outputnya tetap stabil pada 220V sedangkan ampere-nya juga akan stabil perbesaranya.
Bagaimana meurut rekan-rekan sekalian???
June 20th, 2008 at 2:16 pm
Mas Helmy, pembuktiannya apakah sudah ada..?
supaya orang-orang kemudian tidak terus menerus bicara efisiensi 100%?
June 20th, 2008 at 6:52 pm
Bisa dibuktikan, dan Autotravo buatan tim kami tidak ada hubungannya dengan Trafo Pembangkit-nya Pak Joko.
Ini murni hasil kreatifitas dari rekan-rekan kami di Kabupaten Jember-Jawa Timur.
Bila ada waktu silahkan main ke workshop kami ya, tapi contact aja dulu ke saya di 081331048590 (jam kerja)
Helmy
June 20th, 2008 at 9:53 pm
MAs Helmy terima kasih anda termasuk orang yang mengerti ttg sedikit tulisan yang saya maksud, btw saya juga lama di jember, klau boleh tahu alamat detailnya mana?
Saya termasuk yang setuju dengan tim auto travo anda, memang selama ini kami-2 dan anda cukup membuktikan dengan alat yang sederhana, Tang amphere dan avometer dan lain sebagainya. meski tanpa melihat saya percaya dengan kemampuan anda, Coba anda hub bapak sujak imam masjid condro, ingat saya Mas Joko Perbah memasang Trafo pembangkit di rumah beliau.
Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung ), saat ini kemajuan tehnologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika dahulu kita terheran-2 dengan handpone skr handphone bukan barang aneh. Saya salut kemabngkan kemampuan yang anda miliki.
untuk uji coba dan produksi masala bisa difikirkan, dalam hal ini saya sakin PLN tidak dirugikan karena anda menggunakan input PLN setelah meter listrik. JAdi ndah usah mumet-3 ya mass cukup dengan tank amphere, ukur input dan output yang telah diberi beban listrik. nek diskusi ama org UGM atau ITS tehnik Elektro malahan gak ketemu mass nantinya hehehhehee, salam kenal MAs Helmy taretan dibik nich HPKU+ 8648515
kapan mau diproposikan, atau dilirik investor kontak saya yaa
June 20th, 2008 at 9:56 pm
Maaf mas Helmii, amphrenya bisa dinaikan berapa kali lipat? terus voltase rata-ratanya berapa? itu termasuk trafo step up/down bukan, hehehhe nanya saja, s\dari 1 phase bisa jadi 3 phase gak yaa
June 21st, 2008 at 10:29 am
Jadi tetap ga bisa dijelaskan donk? hmmm…
June 21st, 2008 at 12:42 pm
ilmu pengetahuan terus berubah setiap saat, pendapat ilmuwan terdahulu bia di revisi…
negeri kita gemah ripah loh jinawi msh jadi jajahan bangsa asing, kapan bisa majunya woii klo semua energi di explore Exxon, Freeport, Caltex dsb??kita cm dapet pemasukan dr pajaknya doang, semoga Winfall bnr2 terwujud..
June 21st, 2008 at 11:27 pm
Hihihiih mas phill untuk ngejelasin susah yaaaaa, itu bahagiannya orang yang bener2 ahli ekelektro dan ahli2 yang bisa mengukur pake tori2 sekolahan yang tinggi, bagi kami2 ini mas joko dan mas helmii ngejlasinya cuma memakai alay ukur yang namanya tank aphere, inpunya berapau outputnya berapa ketikan diberi bebean, soal alat bagaimana bisa bekerja ya namanya saja rahasia perusahaan, tentunya para ahli2 sendiri klau mau ngerti dan tahu ya lakukan trial and eror akayak mas joko dan mas helmi dari jember. Tentunya mas Helmi juga tidak akan ngejelasin gimana caranya gulung trafoo, berapa lilitan, berapa luas penampang, berapa besar kawait tembaga yang digunakan,, hehehhe lucu ya klau dijelasin namnya bukan rahasia lagii. MAs phil juga lucu nich lama2, masa umpama beli sesuatu harus dijelasi\kan proses produksinya, hehhehehee pesan aja mas ke Joko listrik dirumahnya mau diganndakan atau dinaikkan ampherenya berapa kali lipat, syaratnya jangan tanya naikkinnya pake alat apa hehhee, mbuh ahh mumet
June 23rd, 2008 at 8:20 am
Mas, untuk sedikit lebih lebih jelas bisa kunjungi blog kami (maklum baru dibikin kemarin):
http://www.autotravo.blogspot.com
Terima kasih sebelumnya.
Helmy
June 23rd, 2008 at 12:23 pm
Sekali mohon maaf klo saya terkesan melecehkan. Bukan maksud saya u/ melecehkan. Namun sebenarnya saya hanya ‘ragu’ jikalau semua yg dikatakan tentang ‘hal2 yg baru’ tsb tetapi tidak dapat dijelaskan atau diuji secara ilmiah.
Kenapa takut diketahui org lain? sebelum di publikasi khan bisa diajukan hak patent klo memang itu murni hak cipta anda? yg lain klo niru2 harus bayar lisensi khan? Lagian lucu jg klo masih ada org yg percaya ‘sesuatu yg baru’ tapi ga bisa diuji secara independent. Nanti bisa kejadian lg ‘penipuan’ blue energy yg lainnya
Klo dah diuji dg pihak independent yg kompeten khan gak ada yg meragukan lg thd kebenaran ‘produk baru’ tsb. secara marketing jg makin menguntungkan. itu klo dilihat dr segi bisnis.
Klo dilihat dr segi kebaikan, toh apa salahnya ilmu saling bagi2. Akan banyak memberikan kebaikan buat masyarakat khan? so, ilmunya bener2 bermanfaat donk.
June 24th, 2008 at 11:06 pm
Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu
June 25th, 2008 at 10:25 am
# Bambang Says:
June 24th, 2008 at 11:06 pm
Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu
# Bambang Says:
June 24th, 2008 at 11:06 pm
Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu
=> Iya mas jaman sekarang takutnya seperti istilah temen saya “Maju tak gentar membela yang bayar”
repot cari orang bener emang jaman sekarang. Jaman serba sekem.
June 30th, 2008 at 2:51 pm
Dikutip secara poin-2 dari blog autotravo.blogspot.com
“Bagaimana prinsip kerja AUTOTRAVO ?
AUTOTRAVO bekerja dengan mekanisme tertentu sehingga kebutuhan arus (I) dari motor induksi menjadi lebih kecil, sedangkan Tegangan (V) jaringan akan distabilkan sesuai tegangan ideal motor. Karena daya listrik (P) = V x I , maka setelah melalui AUTOTRAVO maka konsumsi daya listrik sumber arus tersebut menjadi makin kecil.
Bila dibandingkan Arus sebelum dan sesudah memakai AUTOTRAVO, terlihat penurunan arus yang cukup signifikan (5,8 A – 3,6 A = 2,2 A), sehingga terjadi penghematan konsumsi listrik sebesar 38 %.
Adanya selisih arus antara titik Input (3,6A) dan Output (5,1A) pada AUTOTRAVO, sepintas terlihat sebagai penambahan daya (????) akan tetapi berdasarkan hukum Kirchoff dimana output trafo tidak akan pernah>input trafo maka fenomena itu harus dipahami sebagai sebuah penghematan. (Hukum Kekekalan Energi adalah berlaku universal).
Perlu diketahui bahwa pemakaian beban induktif berlebihan menyebabkan penurunan kinerja jaringan listrik yang diakibatkan oleh penurunan Faktor Daya (cos phi), penurunan rasio Daya Aktif (KW) dan Daya Nyata (KVA), kenaikan Total Harmonic Distortion (THD), yang mengerucut pada in-efisiensi / pemborosan energi listrik.
Alat Ukur : Tang Ampere merk Kyoritsu ex. Japan ”
Bambang Says:
June 21st, 2008 at 11:27 pm
Hihihiih mas phill untuk ngejelasin susah yaaaaa, itu bahagiannya orang yang bener2 ahli ekelektro dan ahli2 yang bisa mengukur pake tori2 sekolahan yang tinggi, bagi kami2 ini mas joko dan mas helmii ngejlasinya cuma memakai alay ukur yang namanya tank aphere, inpunya berapau outputnya berapa ketikan diberi bebean, soal alat bagaimana bisa bekerja ya namanya saja rahasia perusahaan, tentunya para ahli2 sendiri klau mau ngerti dan tahu ya lakukan trial and eror akayak mas joko dan mas helmi dari jember. Tentunya mas Helmi juga tidak akan ngejelasin gimana caranya gulung trafoo, berapa lilitan, berapa luas penampang, berapa besar kawait tembaga yang digunakan,, hehehhe lucu ya klau dijelasin namnya bukan rahasia lagii. MAs phil juga lucu nich lama2, masa umpama beli sesuatu harus dijelasi\kan proses produksinya, hehhehehee pesan aja mas ke Joko listrik dirumahnya mau diganndakan atau dinaikkan ampherenya berapa kali lipat, syaratnya jangan tanya naikkinnya pake alat apa hehhee, mbuh ahh mumet
MAs Helmy terima kasih anda termasuk orang yang mengerti ttg sedikit tulisan yang saya maksud, btw saya juga lama di jember, klau boleh tahu alamat detailnya mana?
Saya termasuk yang setuju dengan tim auto travo anda, memang selama ini kami-2 dan anda cukup membuktikan dengan alat yang sederhana, Tang amphere dan avometer dan lain sebagainya. meski tanpa melihat saya percaya dengan kemampuan anda, Coba anda hub bapak sujak imam masjid condro, ingat saya Mas Joko Perbah memasang Trafo pembangkit di rumah beliau.
Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung ), saat ini kemajuan tehnologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika dahulu kita terheran-2 dengan handpone skr handphone bukan barang aneh. Saya salut kemabngkan kemampuan yang anda miliki.
untuk uji coba dan produksi masala bisa difikirkan, dalam hal ini saya sakin PLN tidak dirugikan karena anda menggunakan input PLN setelah meter listrik. JAdi ndah usah mumet-3 ya mass cukup dengan tank amphere, ukur input dan output yang telah diberi beban listrik. nek diskusi ama org UGM atau ITS tehnik Elektro malahan gak ketemu mass nantinya hehehhehee, salam kenal MAs Helmy taretan dibik nich HPKU+ 8648515
kapan mau diproposikan, atau dilirik investor kontak saya yaa
==============================================================================
Oalah Mas-mas…
ternyata seperti itu toh alatnya…
itu sih hanya dengan teknik menchoping arus listrik
hasil pengamatan bahwa input 3,6 A 220 V outputnya 5,8 A 220V itukan diukur HANYA dengan TANG Ampere!!!!
coba dilihat dengan OSCILOSCOPE…
Tang Ampere hanya menunjukkan ARUS SEARAH RATA RATA
jadi kalo arus dipotong potong total dayanya mah tetap
sesuai dengan hukum kekekalan energi bahwa energi
bahwa daya output tidak mungkin melebihi input…
Kalo bisa merubah / menambah ini .. anda bisa jadi einstein kedua..
(einstein merumuskan E=MC kuadrat) yang berarti energi bisa jadi materi dan materi bisa jadi energi..
Saran saya mas bambang & helmy agar menghindarkan diri dari teknik marketing alat ajaib dan kemudian mempatenkan tekniknya.
Ini karena teknik / cara yang dipakai untuk mengendalikan daya bisa bermacam-macam. Kalo mas tetap ngotot alat ajaib kalau ketemu orang yang “tahu”, mas akan susah sendiri.
Contohnya :
Coba bisa nggak alat tersebut menhasilkan PENGHEMATAN atau OUTPUTNYA
lebih besar dari input, apabila outputnya berupa pemanas air????
NB : Jangan lupa Anak tekniK bekerja dengan rumus matematika…
anda tidak perlu menguraikan teknik bekerja suatu alat..
cukup hanya memperikan rumus matematikanya saja, kita sudah bisa menilai apakah alat ini ajaib atau tidak…
June 30th, 2008 at 3:30 pm
Bambang Says:
June 21st, 2008 at 11:27 pm
“Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung )”
Hahahaha… Saya / kami yang mohon maaf…….
karena kami tidak ikut kursus perdukunan ….
(jangan-2 bukan kami yang katak dalam tempurung)
Susah dibuktikan gimana?? dan bagaimana mau membuktikan wong cara kerjanya aja kami gak tau..Elektro itu ilmu gampang mas..semuanya ada rumus matematisnya..kalo gak ada berarti ada rumus baru. Rumus baru tsb bisa diuji gak?? kalo bisa berarti benar?? Gampangkan.
Sori Aa’ saya membaca berita joko & komennya baanyak ketawanya..
soalnya banyak yang kayak tekniknya David Copeerfield hehehe. Teknik dan demonya gak bisa dilakukan didepan banyak orang dengan alasan karena takut ketaunan rahasianya.
Lha Dvid copp aja bisa mindahin tank dengan pikiran kok.
padahal dia gak pernah nemukan rumus baru.
Apakah saya gak percaya kalo ada penemuan baru dari orang kita?? Loh saya saya sangat percaya orang kita mampu menemukan sesuatu yang baru. Masalahnya adalah apakah penemuan tersebut mengikuti kaidah kaidah hukum Fisika??
Karena kalo tidak mengikuti maka harus ada kaidah baru yang perlu untuk diperdebatkan sebelum kita masuk ke tataran aplikasi dilapangan.
Saya sangat geli ketika UMY mau mempolisikan pak Joko.
Lah iya masak lembaga akademis kok tidak akademis hehehe.
Adalagi orang yang mau membuat BBM dari air. Hehehe dalam tatran akademis memang bisa. Masalahnya apakah biaya produksinya lebih murah daripada buat BBM dari fosil. Jangan lupa mobil hidrogen telah ada. Juga ada batere dari air. Tapi biayanya sangat mahal. Bukan uuntuk konsumsi masal dalam masa kini.
Ngomong omong kasian menteri riset kita “KK” ya. Secara dia ditertawakan oleh banyak orang, ketika SBY mendukung blue energy.
June 30th, 2008 at 5:25 pm
Wahh mas kenthang, saya salut atas komentarnya orang-2 tehnik, heheh btw posisi anda dimana, klau masih di ajwa timur berkunjung aja ke nganjuk ke tempatnya sdr Joko Suprapto, anda bisa mnguji aklat2 tersebut sampe puas, inget saya sewaktu menguji I ( amphere ) output lebih besar dari inputnya, jadi disini jelas2 sewaktu percobaan input jelas 2 amphre dan output tertera lebih dari dua amphre setelah pembebanan, klau gak diberi beban ya gak bisa diukur I nya ( soale aku gak ngerti rumus. Btw mas kentang saya pernah baca rangkaian penaik / penguat amphere di elektronika ( pake jengkolan) hehe cuma ngitungnya gak tahu aku. Setahuku yang pernah ngetes trafonya joko klau listrik 450 watt atauy rumah tangga dibebani bosrr dengan daya 600 watt saja sudah turun beberapa kali, tetapi setelah arus listrik stop kontak dijadikan inputnya trafonya joko, lalu outputnya dibebadi debgan berbagai peralatan bisa sampai 6 amphre output tidak terjadi penurunan meter/ fuse listrik, ini sudah diuji beberapa kali oleh petugas PLN, dan jawabya hanya tidak mungkin.
hehe btw, mas kentang mungkin bagusnya datang ke t4 nya joko di nganjuk ajak dandimnya biar bisa ketemu dan bawa alat yang lengkap ngetes, atau bawa kalkulator untuk hitung rumus-2 soale joko gak bisa sama sekali tentang rumus-2 itu bikin mumet katanya , hehehehee
ada ide lain gak ya untuk ngetes alatnya listrik joko.
wass
July 7th, 2008 at 1:59 pm
> dengan kecepatan sub sonic (dibawah kecepatan cahaya).
>
Mas Adinoto,
(1)
Karena anda menyebut “sonic” maka harusnya ini urusan dengan “suara” atau “akustik”, yang kecepatan normal di udara sekitar 340 m/s. Di atasnya dikenal sebagai kec. super sonic, yang satuannya “mach” ( 1 mach = 1 kec. suara di udara ).
Krn anda sebut “sub sonic” maka ini menyangkut kecepatan di bawah rata-2 kec suara di udara. Mungkin yang anda maksud adalah “sub KecCah” ya, sub kecepatan cahaya, di bawah kecepatan normal cahaya di vakum ( 298 792 kilometer /sekon, suka dibuletin jadi 300 000 km/s ).
Jadi mohon dikoreksi biar nggak melemahkan argumen lain yang benar.
(2).
> Superkonduktor sebagai penghantar tanpa hambatan ternyata adalah bahan NON-LOGAM, tapi keramik
>
Mas, kalo nggak salah ( bisa aja saya salah ) keramik itu bahannya Silicon ya ( Si ). Nah silicon itu kan di susunan berkala masuk kelompok logam toh ? Contohnya, sebagian besar transistor di dunia ini dibuat dari silicon dalam kondisi sebagai semiconductor. Barangkali di suhu cryogenic akan jadi superconductor. Jadi kalo bener keramik itu dari silicon ya tetep saja itu logam.
Tapi gini lho, kan listrik itu bisa mengalir di bahan non metal juga kan ? Lha wong di vakum aja elektron itu bisa ngalir je !
(3)
> Jelek-jelek gini pernah mengenyam pendidikan fisika loh
>
Mas jangan suka menjelek-jelekkan diri seperti di atas. Agak nggak jelas dalam melegitimasikan diri. Bahkan yang dimilis ini tidak pernah tahu kalau anda ini sesungguhnya jelek atau tidak. BTW, anda dari fisika its, ugm, itb atau ui kah ?
July 7th, 2008 at 2:53 pm
>
Pill Says:
June 23rd, 2008 at 12:23 pm
Sekali mohon maaf klo saya terkesan melecehkan. Bukan maksud saya u/ melecehkan. Namun sebenarnya saya hanya ‘ragu’ jikalau semua yg dikatakan tentang ‘hal2 yg baru’ tsb tetapi tidak dapat dijelaskan atau diuji secara ilmiah.
Kenapa takut diketahui org lain? sebelum di publikasi khan bisa diajukan hak patent klo memang itu murni hak cipta anda? yg lain klo niru2 harus bayar lisensi khan? Lagian lucu jg klo masih ada org yg percaya ’sesuatu yg baru’ tapi ga bisa diuji secara independent. Nanti bisa kejadian lg ‘penipuan’ blue energy yg lainnya
>
Mas Phill, Mas Bambang dan Mas Helmy ( dan pembaca lainnya ).
(1)
Jangan takut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Pasti bisa kalau memang suatu penemuan itu bekerja / berfungsi secara repeatable.
Untuk alat yang dibuat Mas Helmy, konsep dasar peralatan tersebut dikenal dengan istilah teknik ( istilahnya orang yang bergelut di bidang ini sebagai ” Chopping Power Factor Correction”, sering disingkat teknik PFC ). Secara klasik power factor hanya ditentukan oleh cos phi saja. Dalam pengamatan moderen pf ditentukan juga dengan apa yang disebut total harmonic distortion (THD). Saya nggak akan menjelaskan soal itu disini, silihkan search dengan keyword “PFC” ( bukan KFC, kalau yang ini artinya ‘Kartolo Fans Club’ – saya salah satu membernya). Baca, pelajari dan coba sendiri, pasti segera akan paham mekanisme kerjanya. Tidak misterius. Sudah diaplikasi di hampir semua switch-mode power supply moderen, termasuk PC, laptop, AC dan kulkas generasi baru anda.
(2).
Apa yang disebut-sebut Mas Kentank ada benar juga. Mungkin sedikit saya bisa mbantu nambah jelas. Kebanyakan tank-ampere yang ada di pasaran akan membaca ‘peak current’, bukan average-current ( atau gampangnya RMS current ), mengingat ‘mekanisme sampling’-nya dan ‘sensing device’-nya. Nah untuk itu agar lebih presisi dalam pengukuran ( bukan ‘penggarukan’ lho), terutama di labs uji anda, maka perlu menggunakan “pure resistive sensor device” ( misal dari Allegro, sensor arus seri ACS75x) dan tentunya oscilloscope. Dari situ anda akan makin paham dan jelas tentang apa yang terjadi dengan perangkat pengkoreksi power factor tersebut.
(3)
Yang pasti, hukum kekekalan energi selalu menepati janji. Pada suatu sistem energi yang keluar tidak akan lebih besar dari energi yang masuk.
Semoga bermanfaat dan jangan kenal lelah mencoba hal yang baru, meski kadang agak aneh di mata umum. Namun harus diingat, hukum alam tidak pernah bohong.
July 7th, 2008 at 4:48 pm
>kentank Says:
June 30th, 2008 at 2:51 pm
Mas Kentank yth,
(1)
Tang Ampere hanya menunjukkan ARUS SEARAH RATA RATA
jadi kalo arus dipotong potong total dayanya mah tetap
>
>
Argumen dan analisa anda pada arah yang benar.
Tang-ampere itu ‘umumnya’ menggunakan sensor berupa kumparan. Lalu di-cuplik ( sampled ), dan biasanya yang tercuplik ya ‘peak current’. Lalu diambil RMS-nya ( sederhananya rata-2nya ). Nah problemnya ada disini. Peak current tidak ‘selalu’ persis untuk menghitung rms-nya. Ada faktor lain yang perlu diperhitungkan, yaitu durasi waktu dari peak-current. Jadi tang-ampere konvensional tidak cukup untuk mengukur sistem yang bekerja pada switch-mode. Adanya THD juga sering mengacaukan pembacaan pada tang-ampere. Pada tang-ampere yang sophisticated, yang menggunakan digital-signal-processor, akan mengatasi kesalah-bacaan tersebut.
Anda betul, salah satu cara yang lebih akurat adalah dengan oscilloscope dan tentunya dengan sensor arus yang resistive murni ( atau juga bisa dengan Hall effect sensor ). Paling tidak ini diperlukan di lab uji. Saya tidak menggunakan tang-ampere yang sophisticated karena harganya amat mahal ( mungkin harganya 10 hingga 20 juta rupiah, nggak tahu persisnya, tapi coba search merek Fluke, HP atau Agilent ). Dengan pure-resistive current sensor dan scope lebih terjangkau, sayangnya memang bukan utk di lapangan ( harga pure resistive sensor sekitar 200 hingga 400 ribu saja). Barangkali anda mau bikin untuk yang di lapangan dengan harga terjangkau ?
(2)
> sesuai dengan hukum kekekalan energi …
bahwa daya output tidak mungkin melebihi input …
>
>
Pernyataan di atas tidak tepat. Yang kekal itu energi bukan daya. Energi itu kan produk dari daya dikalikan waktu ( E = P * dt ). Bisa saja daya output lebih besar dari daya input, tapi dengan selang waktu ( dt) yang lebih kecil.
Sederhananya, kalau sebuah sistem menyerap daya 100W dalam satu detik, kemudian melepaskannya dalam tempo 1/10 detik, maka daya yang keluar dalam tempo 1/10 detik dengan asumsi eff 100% akan sebesar 1000 watt ( 10 kali lipat). Tapi total energinya ya tetap, yaitu sebesar 100 joules, tidak mungkin lebih besar.
Aplikasi praktis dalam kasus di atas : yang sederhana pada las titik ( spot welding) dan stud welding , dan yang cukup kompleks pada Pulsed Mode Radar. Gambaran sederhananya, misal ada sebuah radar dengan average input power ke modulator sekitar 5 KW, dan output dengan pulse-width 1 us hingga 10 us. Maka daya keluaran dari radar dapat berkisar antara 500 kilowatt hingga 5 megawatt. Walau demikian, energinya konstan, yaitu 5 kilo-watt-second atau 5 kilo-joules ( dgn asumsi eff 100%).
Mirip seperti iklan, apapun peralatannya, energi input outputnya selalu konstan. Semoga bermanfaat.
July 9th, 2008 at 3:00 pm
>
dan output dengan pulse-width 1 us hingga 10 us. Maka daya keluaran dari radar dapat berkisar antara 500 kilowatt hingga 5 megawatt. Walau demikian, energinya konstan, yaitu 5 kilo-watt-second atau 5 kilo-joules ( dgn asumsi eff 100%).
>
>
Maaf, keliru ngaliin, maklum udah tua : Harusnya 5Ws atau 5 joules ( = 500KW * 10us atau = 5MW * 1us ).
Maaf tidak bermaksud menggurui, tapi bisa mudah2an memberi info yang bermanfaat.
July 14th, 2008 at 11:47 am
Wah menarik nih… baru liat lagi bahasan ini…
Hehehe makin menarik aja nih keliatannya & semakin menambah khasanah ilmu saya. Maklum saya bukan jebolan elektro
Koreksi dikit Pakdhene Mboel, Silikon dalam susunan periodik bukan termasuk logam, tetapi semi logam. Dan sebenarnya semua unsur, baik itu logam maupun non logam sama2 memiliki elektron. Hanya saja kemudahan elektron tersebut untuk melepaskan diri dari orbitalnya berbeda2 tergantung dari sifat unsur tsb.
Balik ketopik autotrafo di atas nih….
Yang saya tau dari baca2 lewat prof. Google, klo ga salah hubungan antara Daya (watt), Arus (ampere), dan tegangan (volt) adalah sbb:
S (VA) = daya kompleks = V (volt) * I (ampere)
cos θ (phi) = konstanta faktor daya (power factor)
Q(Var) = daya reaktif = S * sin phi
P(Watt) = daya aktif = S * cos phi
S(VA) = Q(Var) + P(Watt)
Saya sedikit mengerti tentang daya aktif kaitannya dg power factor tsb, tapi kurang mengerti dg daya reaktif ïŠ. Klo ga salah jika kita memiliki instalasi listrik rumah dg daya 1300watt (PLN) artinya PLN tersebut memberi batasan daya listrik sebesar 5,91A khan? Dengan asumsi alat pembatas daya tsb bekerja dg cosh phi sebesar 1. Jadi murni daya yg bisa kita dapatkan 1300watt.
Permasalahannya sering kita salah kaprah dengan penggunaan peralatan listrik di rumah yg menggunakan kapasitor ataupun kumparan. Misal kita gunakan microwave atau pompa air listrik yg tertera dayanya mencapai 1200VA, tetapi saat digunakan, listrik “nge-trip†padahal dayanya masih di bawah batas kemampuan daya listrik rumah kita (1300VA). Yang saya tau, hal ini dikarenakan peralatan listrik kita (pompa air tsb) hanya mencantumkan daya aktif dg asumsi cosh phi = 1. Sedangkan aktualnya mungkin hanya 0,70. Jadi listrik aktual yg dibutuhkan pompa tsb adalah 1200/0,7 = 1714watt, jelas aja ga kuat. Apalagi ditambah hambatan dari kabel yg panjang & kualitas rendah. Bener ga yah?
Nah kaitannya dengan Autotravo punya pak Joko/ Mas Helmy itu klo dikaitkan dengan chopping power factor correction, kok sepertinya agak janggal yah? Seperti pada perkataan Mas bambang sbb:
QUOTE
“Mas Adinoto, saat ini saya sedang tergabung dengan tim Autotravo dimana alat ini juga memiliki prinsip kerja mirip dengan yang dikemukakan oleh mas Bambang.
Fungsi alat adalah untuk melakukan penghematan antara 50-80 %, namun bila diukur memakai tang ampere terlihat terjadi selisih ampere antara input dan output trafo rata-rata 2-3 kali lipat dimana output lebih besar dari input.
Alhasil, listrik 900VA bisa menyalakan alat dengan daya 2000 VA.
Bagaimana menurut rekan-rekan sekalian???”"
Harusnya listrik 900VA yg sebelumnya ga bisa menyalakan alat dg daya 900VA (dikarenakan cosh phi < 1), maka dg alat aototrafo ini akan bisa menghasilkan cosh phi = 1, sehingga input = output = 900VA. Klo kaitannya dengan menaikkan VA (seperti kata Mas Helmy di atas) dengan proses chopping power factor correction bagaimana yah menurut pak Pakdhene Mboel atau Mas Kentank? Atau pernyataan Mas Helmy yg salah maksud?
Apa hal ini ada kaitannya dengan konsep rumus E = P * dt di atas, bisa tolong jelaskan lebi terperinci?
Sorry saya masih sedikit awam dg hal ini. Yah mumpung ada yg bisa menerangkan, bisa sekalian belajar hehehe…
July 17th, 2008 at 1:51 pm
Pak Joko harus lebih bijak bagi2 ilmunya, kalau harap pemerintah hanya mimpi, pemerintah itu kan para pengusaha juga, ngak mungkin rela bisnis mereka korban,atau LIPI dan para Ahli birpikir lebih bijak, jangan diperdebatkan temuan Pak Joko, Benar tidaknya temuan pak Joko di uji sendiri lalu dibagi (dikembangkankan di masyarakat), jangan hanya sibuk memperdebatkan, Kita sudah korban Krisis Energi
January 17th, 2009 at 2:47 pm
[...] Paket B ( Setara SLTP SETARA SMP ) & Ujian Paket C ( SETARA SLTA SETARA SMA SETARA SMU ) – Alat Penghemat ListrikAlat Penghemat ListrikAlat Penghemat Listrik Tags: [...]
October 21st, 2009 at 2:54 pm
mungkin link ini bisa memberi penjelasan yang sedikit masuk akal http://jnaudin.free.fr/meg/megv21.htm
mari kita coba bareng” dan yang sudah berhasil jangan terlalu orientasi bisnis, lantas hasilnya dirahasiakan dengan alasan susah dijelaskan dll.
dengan internet, semua pintu pengetahuan didepan mata kok