Pandangan Seputar Hilangnya Joko Suprapto (Mengapa Energi Alternatif Sulit Diluncurkan)

Social, Technology Add comments

Berita pagi ini dari detik soal hilangnya Joko Suprapto kembali merefresh ingatan tua saya soal kejadian serupa di seluruh penjuru dunia. Bruce De Palma pada tahun 1977 misalnya, salah seorang akademis dari MIT yang menemukan N-machine berbasis Faraday Disc, menemukan mesin yang memiliki efisiensi lebih besar dari 200 persen dari inputnya sehingga Palma juga kelaut menjelang pengujian mesin revolusionernya itu.

Efisiensi 200 persen berarti output yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan dengan inputnya, alias mesin dapat self-powered, dan bagi sebagian orang dinyatakan sesuatu yang mustahil karena dianggap melanggar hukum thermodinamika kedua. Hukum thermodinamika kedua secara eksplisit menyatakan energi yang dihasilkan tidak akan bisa mencapai 100%, karena sebagian akan diubah menjadi kalor. Pembuktian bahwa efisiensi mesin bisa mencapai lebih dari 100% bagi sebagian orang dianggap absurd.

Ok, saya akan coba memberikan pandangan selaku fisikawan. Jelek-jelek gini pernah mengenyam pendidikan fisika loh 😀 Bagi saya semua yang namanya postulat (hukum kekekalan) itu adalah proses yang diperoleh dari deduksi. Jadi wajar kalo dalam pemetaannya butuh proses untuk mengerti alam semesta ini. Jadi tidak ada yang namanya “melanggar” hukum kekekalan fisika seperti halnya konsep Efisiensi N mesin tersebut. Mirip seperti kasus penemuan seorang Einstein, beliau menemukan postulat untuk objek-objek yang besar (keliatan mata) namun bergerak dengan kecepatan sangat tinggi (kecepatan cahaya). Lah yang ditemukan Schrodinger juga luar biasa, mencoba memetakan objek-objek kecil (seperti gelombang, itu loh kenapa handphone anda bisa menerima sinyal 😀 ), dengan kecepatan sub sonic (dibawah kecepatan cahaya). Nah kalo fisika kelas SMP kan diajarin F= m.a alias objek-objek besar dengan kecepatan rendah (misalnya anda mo menghitung kecepatan mobil dan daya (force) mobil anda). Bisa pake mekanika klasik. Mo pake Schrodinger equation yang jauh lebih menjelimet itu juga hasilnya akan sama saja. Valid makanya.

kwadran_postulat.jpg

*sorry ga boleh komplain soal gambar, ngegambarnya udah gemeteran, maklum pake Microsoft Word 😀 ga ada tools lain sementara waktu nulis 😀

Jadi konsep dahulu bahwa Partikel itu berbeda dengan Wave (gelombang) ini kemudian dipatahkan jadi dikenal (walaupun orang awam kurang populer) dengan konsep Wave-particle dimana disetiap ada partikel ada gelombang juga, dimana ada gelombang ada partikel juga (menjelaskan kenapa gelombang bisa menyalurkan kangen anda via pulsa murah paket operator sekem malam hari, karena gelombang itu punya “massa” juga ternyata seperti partikel).

Untuk gelombang dan partikel mungkin agak sulit diterima nalar orang awam, tapi keberadaan Magnet dan Listrik sudah lebih diterima publik (dan engineer). Sehingga Konsep Elektromagnet bukan barang obrolan aneh lagi, yaitu dimana ada magnet akan menghasilkan listrik, dan dimana ada listrik akan menghasilkan magnet.

Dalam dunia elektromagnetism kita kenal mbah nya adalah Nichola Tesla. Beliau yang bertindak sebagai asisten Thomas Alva Edison, merupakan salah satu seharusnya dianggap sebagai Bapak Kelistrikan, Thomas menemukan DC current, dan Telsa menemukan AC (Alternating Current) juga dipakai dalam range yang medium elektronik yang ada sekarang.

Konsep lain yang menarik adalah energi yang dihasilkan dari pengubahaan struktur molekul Air (H2O = H-O-H) menjadi (H-H-O), dengan pemisahan ini maka akan dihasilkan energi luar biasa dan clean energy. Metoda ini yang dipakai oleh salah seorang “inventor” di TV beberapa hari lalu yang menggunakan air sebagai penghemat bahan bakar motor dan mobil. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan “temuan” ini, karena semua ilmunya ada di internet. Seorang rekan saya juga sudah bermain-main dengan ini 7-8 tahun yang lalu. Masalahnya kenapa tidak ada yang proven?

Beberapa konsep soal bahwa energi alternatif itu adalah “To boldly move where no man has gone before” *bergaya StarTrek tidak sesederhana itu. Selain bahwa seluruh ilmu, teori dan praktek tadi harus dilakukan, ada kekuatan lain yang tidak menginginkan energi gratis ini menyeruak menggantikan Fossil Fuel. Loh kenapa? Ya jelaslah boss, lah ini kita bicara Trilyun Dollar business, kalo ga kenapa juga Amerika sampe nyekem Irak demi golden barrel itu? Kalo tiba-tiba orang tidak lagi membutuhkan energi dari fossil fuel mau dibawa kemana ekonomi amerika dan ekonomi dunia?

Salah lebih sepakat kalo sekarang jamannya dunia tidak lagi dibangun atas bentuk-bentukan negara. Sebenarnya tidak ada lagi yang namanya batas negara, yang ada mereka adalah “Korporasi”. Dengan kepentingan bersama.

Dengan adanya ilmu sedemikian terbuka bebas di internet, akankah seorang Joko Suprapto menjadi korban padahal beliau adalah salah seorang warga negara ini yang perduli akan nasib keterpurukan bangsa ini. Akan berapa banyak lagi Joko-Joko lain yang menjadi korban? Energi merupakan bisnis luar biasa, bahkan mengalahkan bisnis military yang menjadi komoditas utama negara super power.

Lah terus gmana dong boss? Wah mana gua tau. Tanya keunapa 😀 Hanya ada beberapa negara yang berani mengambil posisi sebagai negara kuat di mata dunia. Indonesia dahulu pernah. Dimana Indonesia diperhitungkan di mata dunia.

Semoga Joko ga bener-bener ilang, tapi cuma sedang kabur karena kawin lari lagi ngikutin Rico Ceper 😀 Semoga… Amien. Lebih baik ini toh daripada yang tidak-tidak?

86 Responses to “Pandangan Seputar Hilangnya Joko Suprapto (Mengapa Energi Alternatif Sulit Diluncurkan)”

  1. Bambang Says:

    Salam Semuanya,

    HAri gini masih memperdebatkan Joko Suprapto? hehhe basi deh. sebelumnya saya perkenalkan nama saya Bambang. tahun 2003-2004 saya bergabung dengan TIM nya sdr Joko Suprapto. Saya sangat setuju dengan logika-logika tulisan anda bahwa sampai saat ini belum ada yang memikirkan efisensi sampai 200%. TAhun 2002-2004 Joko menemukan alat yang dinamakan TRafo Pembangkit ( TRakit) yang memiliki efisensi sampai 300%. Aneh bin ajaib kan, jadi konsepnya begini daya = tegangan x kuat arus. rumus fisikanya klau gak salah W = V x I dimana W = watt/daya, Volt tegangan atau beda potensial, sedangan I adalah kuat arus dengan satuan Amphere. TRakit ciptaan joko pada dasarnya adalah dua buah trafo dimana satu trafo sebagai umpan dan satunya sebagai penginduksi, entah bagaimana caranya Joko mengadopsi rangkaian untuk menaiikan I ( arusnya ). Dalam kasus ini Joko tidak mengubah tegangan dan voltase. Joko hanya merekasaya dengan rangkaian agar I nya bisa digandakan berlipat. Ada salah satu trafo yang di gulung sendiri oleh SDR joko dimana arus masuk 1 fase bisa di keluarkan menjadi 3 fase, jangan heran ehhh dalam teori sekolahan tidak diketemukan loh cara ini, apa lagi plat elemennya untuk menimbulkan induksi dihitung secara sendiri.
    Dengan demikian trafo Joko, bisa melakukan penghematan 300%, jangan bayangin penghematan pembayaran yaa, salah klau anda memyangkan begitu, jadi membayangkannya anda berlangganan listrik 900 watt, setelah dimasukkan Trakitnya mas Joko anda bisa gunakan daya sampai 2200 watt, dengan anda membayar setara 900 watt saja, abunemen listrik juga sama, tarik golongan listrik juga sama. bukanya membayangkan langganan listrik 900 watt anda hanya membayar 100 watt saja, jadi gak bakalan ketemu mikirnya nanti.
    wass.
    bambang

  2. Bambang Says:

    ada yang lupa mas adinoto, JOko iku dulu instrinya org bululawang gemolong jawa tengah, yang kedua Ella org gg kramat pondok pinak, hehe yang terakhir ini aku gak tahu soale gak pernah diajak kesana, dulu sempat ngilang juga tapi nginepnya di rmhku 5 hari.
    bambang

  3. EepInside.Com » Blog Archive » Menggunakan Akal Sehat Says:

    […] Note: Sdr. Adinoto punya tulisan lain soal Hukum Kekekalan Energi. […]

  4. Pill Says:

    Pak Bambang…
    Apapun yg anda atau Pak Joko katakan tidak akan dapat langsung dipercayai jika belum dapat dbuktikan secara ilmiah.
    Kaitannya dg temuan trafo tsb, ada link menarik disini: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/28/time/121744/idnews/946346/idkanal/10

    Setiap diminta pembuktian ‘menghilang’ dech. Bisa anda jelaskan?

  5. Helmy Says:

    Mas Adinoto, saat ini saya sedang tergabung dengan tim Autotravo dimana alat ini juga memiliki prinsip kerja mirip dengan yang dikemukakan oleh mas Bambang.
    Fungsi alat adalah untuk melakukan penghematan antara 50-80 %, namun bila diukur memakai tang ampere terlihat terjadi selisih ampere antara input dan output trafo rata-rata 2-3 kali lipat dimana output lebih besar dari input.
    Alhasil, listrik 900VA bisa menyalakan alat dengan daya 2000 VA.
    Bagaimana menurut rekan-rekan sekalian???

  6. Helmy Says:

    Maaf ada yang terlewati Mas Adinoto, Kenaikan ampere tersebut dapat dilakukan tanpa harus menurunkan tegangan/voltase.
    Bahkan sekalipun bila tegangan PLN drop misal pada 180V, tegangan pada outputnya tetap stabil pada 220V sedangkan ampere-nya juga akan stabil perbesaranya.
    Bagaimana meurut rekan-rekan sekalian???

  7. Eep Says:

    Mas Helmy, pembuktiannya apakah sudah ada..?
    supaya orang-orang kemudian tidak terus menerus bicara efisiensi 100%?

  8. Helmy Says:

    Bisa dibuktikan, dan Autotravo buatan tim kami tidak ada hubungannya dengan Trafo Pembangkit-nya Pak Joko.
    Ini murni hasil kreatifitas dari rekan-rekan kami di Kabupaten Jember-Jawa Timur.
    Bila ada waktu silahkan main ke workshop kami ya, tapi contact aja dulu ke saya di 081331048590 (jam kerja)

    Helmy

  9. Bambang Says:

    MAs Helmy terima kasih anda termasuk orang yang mengerti ttg sedikit tulisan yang saya maksud, btw saya juga lama di jember, klau boleh tahu alamat detailnya mana?
    Saya termasuk yang setuju dengan tim auto travo anda, memang selama ini kami-2 dan anda cukup membuktikan dengan alat yang sederhana, Tang amphere dan avometer dan lain sebagainya. meski tanpa melihat saya percaya dengan kemampuan anda, Coba anda hub bapak sujak imam masjid condro, ingat saya Mas Joko Perbah memasang Trafo pembangkit di rumah beliau.
    Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung ), saat ini kemajuan tehnologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika dahulu kita terheran-2 dengan handpone skr handphone bukan barang aneh. Saya salut kemabngkan kemampuan yang anda miliki.
    untuk uji coba dan produksi masala bisa difikirkan, dalam hal ini saya sakin PLN tidak dirugikan karena anda menggunakan input PLN setelah meter listrik. JAdi ndah usah mumet-3 ya mass cukup dengan tank amphere, ukur input dan output yang telah diberi beban listrik. nek diskusi ama org UGM atau ITS tehnik Elektro malahan gak ketemu mass nantinya hehehhehee, salam kenal MAs Helmy taretan dibik nich HPKU+ 8648515

    kapan mau diproposikan, atau dilirik investor kontak saya yaa

  10. Bambang Says:

    Maaf mas Helmii, amphrenya bisa dinaikan berapa kali lipat? terus voltase rata-ratanya berapa? itu termasuk trafo step up/down bukan, hehehhe nanya saja, s\dari 1 phase bisa jadi 3 phase gak yaa

  11. Pill Says:

    Jadi tetap ga bisa dijelaskan donk? hmmm… 😀

  12. miko Says:

    ilmu pengetahuan terus berubah setiap saat, pendapat ilmuwan terdahulu bia di revisi…
    negeri kita gemah ripah loh jinawi msh jadi jajahan bangsa asing, kapan bisa majunya woii klo semua energi di explore Exxon, Freeport, Caltex dsb??kita cm dapet pemasukan dr pajaknya doang, semoga Winfall bnr2 terwujud..

  13. Bambang Says:

    Hihihiih mas phill untuk ngejelasin susah yaaaaa, itu bahagiannya orang yang bener2 ahli ekelektro dan ahli2 yang bisa mengukur pake tori2 sekolahan yang tinggi, bagi kami2 ini mas joko dan mas helmii ngejlasinya cuma memakai alay ukur yang namanya tank aphere, inpunya berapau outputnya berapa ketikan diberi bebean, soal alat bagaimana bisa bekerja ya namanya saja rahasia perusahaan, tentunya para ahli2 sendiri klau mau ngerti dan tahu ya lakukan trial and eror akayak mas joko dan mas helmi dari jember. Tentunya mas Helmi juga tidak akan ngejelasin gimana caranya gulung trafoo, berapa lilitan, berapa luas penampang, berapa besar kawait tembaga yang digunakan,, hehehhe lucu ya klau dijelasin namnya bukan rahasia lagii. MAs phil juga lucu nich lama2, masa umpama beli sesuatu harus dijelasi\kan proses produksinya, hehhehehee pesan aja mas ke Joko listrik dirumahnya mau diganndakan atau dinaikkan ampherenya berapa kali lipat, syaratnya jangan tanya naikkinnya pake alat apa hehhee, mbuh ahh mumet

  14. Helmy Says:

    Mas, untuk sedikit lebih lebih jelas bisa kunjungi blog kami (maklum baru dibikin kemarin):
    http://www.autotravo.blogspot.com
    Terima kasih sebelumnya.

    Helmy

  15. Pill Says:

    Sekali mohon maaf klo saya terkesan melecehkan. Bukan maksud saya u/ melecehkan. Namun sebenarnya saya hanya ‘ragu’ jikalau semua yg dikatakan tentang ‘hal2 yg baru’ tsb tetapi tidak dapat dijelaskan atau diuji secara ilmiah.
    Kenapa takut diketahui org lain? sebelum di publikasi khan bisa diajukan hak patent klo memang itu murni hak cipta anda? yg lain klo niru2 harus bayar lisensi khan? Lagian lucu jg klo masih ada org yg percaya ‘sesuatu yg baru’ tapi ga bisa diuji secara independent. Nanti bisa kejadian lg ‘penipuan’ blue energy yg lainnya 😀

    Klo dah diuji dg pihak independent yg kompeten khan gak ada yg meragukan lg thd kebenaran ‘produk baru’ tsb. secara marketing jg makin menguntungkan. itu klo dilihat dr segi bisnis.

    Klo dilihat dr segi kebaikan, toh apa salahnya ilmu saling bagi2. Akan banyak memberikan kebaikan buat masyarakat khan? so, ilmunya bener2 bermanfaat donk.

  16. Bambang Says:

    Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
    bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu

  17. adinoto Says:

    # Bambang Says:
    June 24th, 2008 at 11:06 pm

    Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
    bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu

    # Bambang Says:
    June 24th, 2008 at 11:06 pm

    Saya setuju dengan pendapat anda, harus diuji oleh yang independen. Tapi jaman serbasusah cari yg bener-2 independen juga tidaklah mudah. MAs phill tahun 2003/2004 saya menciba menjajaki urus paten di HAKI tangerang, klau anda pernah kesana dan urus HAk paten anda akan tahu prosedur yang tidak mudah, rawan pencurian dan lainnya.
    bener kok mas phill mumet beneran aku, soale bisa ngejelasinnya ya secara sederhana, berpa input berapa output ketika dibebani, HAK paten harusmenjelaskan secara Ilmiah mengenai cara kerja alat tersebut, abehnya anak yang tehnik elektro aja gak percaya alatnya bisa kerja, komentarnya cu KOK BISA YAAA, dari mana yaaa gituu

    => Iya mas jaman sekarang takutnya seperti istilah temen saya “Maju tak gentar membela yang bayar” 😛 repot cari orang bener emang jaman sekarang. Jaman serba sekem.

  18. kentank Says:

    Dikutip secara poin-2 dari blog autotravo.blogspot.com

    “Bagaimana prinsip kerja AUTOTRAVO ?

    AUTOTRAVO bekerja dengan mekanisme tertentu sehingga kebutuhan arus (I) dari motor induksi menjadi lebih kecil, sedangkan Tegangan (V) jaringan akan distabilkan sesuai tegangan ideal motor. Karena daya listrik (P) = V x I , maka setelah melalui AUTOTRAVO maka konsumsi daya listrik sumber arus tersebut menjadi makin kecil.

    Bila dibandingkan Arus sebelum dan sesudah memakai AUTOTRAVO, terlihat penurunan arus yang cukup signifikan (5,8 A – 3,6 A = 2,2 A), sehingga terjadi penghematan konsumsi listrik sebesar 38 %.

    Adanya selisih arus antara titik Input (3,6A) dan Output (5,1A) pada AUTOTRAVO, sepintas terlihat sebagai penambahan daya (????) akan tetapi berdasarkan hukum Kirchoff dimana output trafo tidak akan pernah>input trafo maka fenomena itu harus dipahami sebagai sebuah penghematan. (Hukum Kekekalan Energi adalah berlaku universal).

    Perlu diketahui bahwa pemakaian beban induktif berlebihan menyebabkan penurunan kinerja jaringan listrik yang diakibatkan oleh penurunan Faktor Daya (cos phi), penurunan rasio Daya Aktif (KW) dan Daya Nyata (KVA), kenaikan Total Harmonic Distortion (THD), yang mengerucut pada in-efisiensi / pemborosan energi listrik.

    Alat Ukur : Tang Ampere merk Kyoritsu ex. Japan ”

    Bambang Says:
    June 21st, 2008 at 11:27 pm

    Hihihiih mas phill untuk ngejelasin susah yaaaaa, itu bahagiannya orang yang bener2 ahli ekelektro dan ahli2 yang bisa mengukur pake tori2 sekolahan yang tinggi, bagi kami2 ini mas joko dan mas helmii ngejlasinya cuma memakai alay ukur yang namanya tank aphere, inpunya berapau outputnya berapa ketikan diberi bebean, soal alat bagaimana bisa bekerja ya namanya saja rahasia perusahaan, tentunya para ahli2 sendiri klau mau ngerti dan tahu ya lakukan trial and eror akayak mas joko dan mas helmi dari jember. Tentunya mas Helmi juga tidak akan ngejelasin gimana caranya gulung trafoo, berapa lilitan, berapa luas penampang, berapa besar kawait tembaga yang digunakan,, hehehhe lucu ya klau dijelasin namnya bukan rahasia lagii. MAs phil juga lucu nich lama2, masa umpama beli sesuatu harus dijelasi\kan proses produksinya, hehhehehee pesan aja mas ke Joko listrik dirumahnya mau diganndakan atau dinaikkan ampherenya berapa kali lipat, syaratnya jangan tanya naikkinnya pake alat apa hehhee, mbuh ahh mumet

    MAs Helmy terima kasih anda termasuk orang yang mengerti ttg sedikit tulisan yang saya maksud, btw saya juga lama di jember, klau boleh tahu alamat detailnya mana?
    Saya termasuk yang setuju dengan tim auto travo anda, memang selama ini kami-2 dan anda cukup membuktikan dengan alat yang sederhana, Tang amphere dan avometer dan lain sebagainya. meski tanpa melihat saya percaya dengan kemampuan anda, Coba anda hub bapak sujak imam masjid condro, ingat saya Mas Joko Perbah memasang Trafo pembangkit di rumah beliau.
    Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung ), saat ini kemajuan tehnologi sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, jika dahulu kita terheran-2 dengan handpone skr handphone bukan barang aneh. Saya salut kemabngkan kemampuan yang anda miliki.
    untuk uji coba dan produksi masala bisa difikirkan, dalam hal ini saya sakin PLN tidak dirugikan karena anda menggunakan input PLN setelah meter listrik. JAdi ndah usah mumet-3 ya mass cukup dengan tank amphere, ukur input dan output yang telah diberi beban listrik. nek diskusi ama org UGM atau ITS tehnik Elektro malahan gak ketemu mass nantinya hehehhehee, salam kenal MAs Helmy taretan dibik nich HPKU+ 8648515

    kapan mau diproposikan, atau dilirik investor kontak saya yaa

    ==============================================================================

    Oalah Mas-mas…
    ternyata seperti itu toh alatnya…
    itu sih hanya dengan teknik menchoping arus listrik
    hasil pengamatan bahwa input 3,6 A 220 V outputnya 5,8 A 220V itukan diukur HANYA dengan TANG Ampere!!!!
    coba dilihat dengan OSCILOSCOPE…
    Tang Ampere hanya menunjukkan ARUS SEARAH RATA RATA
    jadi kalo arus dipotong potong total dayanya mah tetap

    sesuai dengan hukum kekekalan energi bahwa energi
    bahwa daya output tidak mungkin melebihi input…
    Kalo bisa merubah / menambah ini .. anda bisa jadi einstein kedua..
    (einstein merumuskan E=MC kuadrat) yang berarti energi bisa jadi materi dan materi bisa jadi energi..

    Saran saya mas bambang & helmy agar menghindarkan diri dari teknik marketing alat ajaib dan kemudian mempatenkan tekniknya.
    Ini karena teknik / cara yang dipakai untuk mengendalikan daya bisa bermacam-macam. Kalo mas tetap ngotot alat ajaib kalau ketemu orang yang “tahu”, mas akan susah sendiri.

    Contohnya :

    Coba bisa nggak alat tersebut menhasilkan PENGHEMATAN atau OUTPUTNYA
    lebih besar dari input, apabila outputnya berupa pemanas air????

    NB : Jangan lupa Anak tekniK bekerja dengan rumus matematika…
    anda tidak perlu menguraikan teknik bekerja suatu alat..
    cukup hanya memperikan rumus matematikanya saja, kita sudah bisa menilai apakah alat ini ajaib atau tidak…

  19. kentank Says:

    Bambang Says:
    June 21st, 2008 at 11:27 pm

    “Saya yakin autotrafo yang anda ciptakan akan susah dibuktikan secara ilmuah dengan dalil2 dan rumus elektronika, dimana para penguji tdk pernah mau berfikir diluar kewjaran ( maaf katak dalam tempurung )”

    Hahahaha… Saya / kami yang mohon maaf…….
    karena kami tidak ikut kursus perdukunan ….
    (jangan-2 bukan kami yang katak dalam tempurung)

    Susah dibuktikan gimana?? dan bagaimana mau membuktikan wong cara kerjanya aja kami gak tau..Elektro itu ilmu gampang mas..semuanya ada rumus matematisnya..kalo gak ada berarti ada rumus baru. Rumus baru tsb bisa diuji gak?? kalo bisa berarti benar?? Gampangkan.

    Sori Aa’ saya membaca berita joko & komennya baanyak ketawanya..
    soalnya banyak yang kayak tekniknya David Copeerfield hehehe. Teknik dan demonya gak bisa dilakukan didepan banyak orang dengan alasan karena takut ketaunan rahasianya.
    Lha Dvid copp aja bisa mindahin tank dengan pikiran kok.
    padahal dia gak pernah nemukan rumus baru.

    Apakah saya gak percaya kalo ada penemuan baru dari orang kita?? Loh saya saya sangat percaya orang kita mampu menemukan sesuatu yang baru. Masalahnya adalah apakah penemuan tersebut mengikuti kaidah kaidah hukum Fisika??
    Karena kalo tidak mengikuti maka harus ada kaidah baru yang perlu untuk diperdebatkan sebelum kita masuk ke tataran aplikasi dilapangan.

    Saya sangat geli ketika UMY mau mempolisikan pak Joko.
    Lah iya masak lembaga akademis kok tidak akademis hehehe.
    Adalagi orang yang mau membuat BBM dari air. Hehehe dalam tatran akademis memang bisa. Masalahnya apakah biaya produksinya lebih murah daripada buat BBM dari fosil. Jangan lupa mobil hidrogen telah ada. Juga ada batere dari air. Tapi biayanya sangat mahal. Bukan uuntuk konsumsi masal dalam masa kini.

    Ngomong omong kasian menteri riset kita “KK” ya. Secara dia ditertawakan oleh banyak orang, ketika SBY mendukung blue energy.

  20. Bambang Says:

    Wahh mas kenthang, saya salut atas komentarnya orang-2 tehnik, heheh btw posisi anda dimana, klau masih di ajwa timur berkunjung aja ke nganjuk ke tempatnya sdr Joko Suprapto, anda bisa mnguji aklat2 tersebut sampe puas, inget saya sewaktu menguji I ( amphere ) output lebih besar dari inputnya, jadi disini jelas2 sewaktu percobaan input jelas 2 amphre dan output tertera lebih dari dua amphre setelah pembebanan, klau gak diberi beban ya gak bisa diukur I nya ( soale aku gak ngerti rumus. Btw mas kentang saya pernah baca rangkaian penaik / penguat amphere di elektronika ( pake jengkolan) hehe cuma ngitungnya gak tahu aku. Setahuku yang pernah ngetes trafonya joko klau listrik 450 watt atauy rumah tangga dibebani bosrr dengan daya 600 watt saja sudah turun beberapa kali, tetapi setelah arus listrik stop kontak dijadikan inputnya trafonya joko, lalu outputnya dibebadi debgan berbagai peralatan bisa sampai 6 amphre output tidak terjadi penurunan meter/ fuse listrik, ini sudah diuji beberapa kali oleh petugas PLN, dan jawabya hanya tidak mungkin.
    hehe btw, mas kentang mungkin bagusnya datang ke t4 nya joko di nganjuk ajak dandimnya biar bisa ketemu dan bawa alat yang lengkap ngetes, atau bawa kalkulator untuk hitung rumus-2 soale joko gak bisa sama sekali tentang rumus-2 itu bikin mumet katanya , hehehehee
    ada ide lain gak ya untuk ngetes alatnya listrik joko.
    wass

  21. Pakdhene Mboel Says:

    > dengan kecepatan sub sonic (dibawah kecepatan cahaya).
    >
    Mas Adinoto,

    (1)
    Karena anda menyebut “sonic” maka harusnya ini urusan dengan “suara” atau “akustik”, yang kecepatan normal di udara sekitar 340 m/s. Di atasnya dikenal sebagai kec. super sonic, yang satuannya “mach” ( 1 mach = 1 kec. suara di udara ).

    Krn anda sebut “sub sonic” maka ini menyangkut kecepatan di bawah rata-2 kec suara di udara. Mungkin yang anda maksud adalah “sub KecCah” ya, sub kecepatan cahaya, di bawah kecepatan normal cahaya di vakum ( 298 792 kilometer /sekon, suka dibuletin jadi 300 000 km/s ).

    Jadi mohon dikoreksi biar nggak melemahkan argumen lain yang benar.

    (2).
    > Superkonduktor sebagai penghantar tanpa hambatan ternyata adalah bahan NON-LOGAM, tapi keramik
    >

    Mas, kalo nggak salah ( bisa aja saya salah ) keramik itu bahannya Silicon ya ( Si ). Nah silicon itu kan di susunan berkala masuk kelompok logam toh ? Contohnya, sebagian besar transistor di dunia ini dibuat dari silicon dalam kondisi sebagai semiconductor. Barangkali di suhu cryogenic akan jadi superconductor. Jadi kalo bener keramik itu dari silicon ya tetep saja itu logam.

    Tapi gini lho, kan listrik itu bisa mengalir di bahan non metal juga kan ? Lha wong di vakum aja elektron itu bisa ngalir je !

    (3)
    > Jelek-jelek gini pernah mengenyam pendidikan fisika loh
    >

    Mas jangan suka menjelek-jelekkan diri seperti di atas. Agak nggak jelas dalam melegitimasikan diri. Bahkan yang dimilis ini tidak pernah tahu kalau anda ini sesungguhnya jelek atau tidak. BTW, anda dari fisika its, ugm, itb atau ui kah ?

  22. Pakdhene Mboel Says:

    >
    Pill Says:

    June 23rd, 2008 at 12:23 pm
    Sekali mohon maaf klo saya terkesan melecehkan. Bukan maksud saya u/ melecehkan. Namun sebenarnya saya hanya ‘ragu’ jikalau semua yg dikatakan tentang ‘hal2 yg baru’ tsb tetapi tidak dapat dijelaskan atau diuji secara ilmiah.

    Kenapa takut diketahui org lain? sebelum di publikasi khan bisa diajukan hak patent klo memang itu murni hak cipta anda? yg lain klo niru2 harus bayar lisensi khan? Lagian lucu jg klo masih ada org yg percaya ’sesuatu yg baru’ tapi ga bisa diuji secara independent. Nanti bisa kejadian lg ‘penipuan’ blue energy yg lainnya

    >

    Mas Phill, Mas Bambang dan Mas Helmy ( dan pembaca lainnya ).

    (1)
    Jangan takut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Pasti bisa kalau memang suatu penemuan itu bekerja / berfungsi secara repeatable.

    Untuk alat yang dibuat Mas Helmy, konsep dasar peralatan tersebut dikenal dengan istilah teknik ( istilahnya orang yang bergelut di bidang ini sebagai ” Chopping Power Factor Correction”, sering disingkat teknik PFC ). Secara klasik power factor hanya ditentukan oleh cos phi saja. Dalam pengamatan moderen pf ditentukan juga dengan apa yang disebut total harmonic distortion (THD). Saya nggak akan menjelaskan soal itu disini, silihkan search dengan keyword “PFC” ( bukan KFC, kalau yang ini artinya ‘Kartolo Fans Club’ – saya salah satu membernya). Baca, pelajari dan coba sendiri, pasti segera akan paham mekanisme kerjanya. Tidak misterius. Sudah diaplikasi di hampir semua switch-mode power supply moderen, termasuk PC, laptop, AC dan kulkas generasi baru anda.

    (2).
    Apa yang disebut-sebut Mas Kentank ada benar juga. Mungkin sedikit saya bisa mbantu nambah jelas. Kebanyakan tank-ampere yang ada di pasaran akan membaca ‘peak current’, bukan average-current ( atau gampangnya RMS current ), mengingat ‘mekanisme sampling’-nya dan ‘sensing device’-nya. Nah untuk itu agar lebih presisi dalam pengukuran ( bukan ‘penggarukan’ lho), terutama di labs uji anda, maka perlu menggunakan “pure resistive sensor device” ( misal dari Allegro, sensor arus seri ACS75x) dan tentunya oscilloscope. Dari situ anda akan makin paham dan jelas tentang apa yang terjadi dengan perangkat pengkoreksi power factor tersebut.

    (3)
    Yang pasti, hukum kekekalan energi selalu menepati janji. Pada suatu sistem energi yang keluar tidak akan lebih besar dari energi yang masuk.

    Semoga bermanfaat dan jangan kenal lelah mencoba hal yang baru, meski kadang agak aneh di mata umum. Namun harus diingat, hukum alam tidak pernah bohong.

  23. Pakdhene Mboel Says:

    >kentank Says:
    June 30th, 2008 at 2:51 pm

    Mas Kentank yth,

    (1)
    Tang Ampere hanya menunjukkan ARUS SEARAH RATA RATA
    jadi kalo arus dipotong potong total dayanya mah tetap
    >
    >

    Argumen dan analisa anda pada arah yang benar.

    Tang-ampere itu ‘umumnya’ menggunakan sensor berupa kumparan. Lalu di-cuplik ( sampled ), dan biasanya yang tercuplik ya ‘peak current’. Lalu diambil RMS-nya ( sederhananya rata-2nya ). Nah problemnya ada disini. Peak current tidak ‘selalu’ persis untuk menghitung rms-nya. Ada faktor lain yang perlu diperhitungkan, yaitu durasi waktu dari peak-current. Jadi tang-ampere konvensional tidak cukup untuk mengukur sistem yang bekerja pada switch-mode. Adanya THD juga sering mengacaukan pembacaan pada tang-ampere. Pada tang-ampere yang sophisticated, yang menggunakan digital-signal-processor, akan mengatasi kesalah-bacaan tersebut.

    Anda betul, salah satu cara yang lebih akurat adalah dengan oscilloscope dan tentunya dengan sensor arus yang resistive murni ( atau juga bisa dengan Hall effect sensor ). Paling tidak ini diperlukan di lab uji. Saya tidak menggunakan tang-ampere yang sophisticated karena harganya amat mahal ( mungkin harganya 10 hingga 20 juta rupiah, nggak tahu persisnya, tapi coba search merek Fluke, HP atau Agilent ). Dengan pure-resistive current sensor dan scope lebih terjangkau, sayangnya memang bukan utk di lapangan ( harga pure resistive sensor sekitar 200 hingga 400 ribu saja). Barangkali anda mau bikin untuk yang di lapangan dengan harga terjangkau ?

    (2)
    > sesuai dengan hukum kekekalan energi …
    bahwa daya output tidak mungkin melebihi input …
    >
    >
    Pernyataan di atas tidak tepat. Yang kekal itu energi bukan daya. Energi itu kan produk dari daya dikalikan waktu ( E = P * dt ). Bisa saja daya output lebih besar dari daya input, tapi dengan selang waktu ( dt) yang lebih kecil.

    Sederhananya, kalau sebuah sistem menyerap daya 100W dalam satu detik, kemudian melepaskannya dalam tempo 1/10 detik, maka daya yang keluar dalam tempo 1/10 detik dengan asumsi eff 100% akan sebesar 1000 watt ( 10 kali lipat). Tapi total energinya ya tetap, yaitu sebesar 100 joules, tidak mungkin lebih besar.

    Aplikasi praktis dalam kasus di atas : yang sederhana pada las titik ( spot welding) dan stud welding , dan yang cukup kompleks pada Pulsed Mode Radar. Gambaran sederhananya, misal ada sebuah radar dengan average input power ke modulator sekitar 5 KW, dan output dengan pulse-width 1 us hingga 10 us. Maka daya keluaran dari radar dapat berkisar antara 500 kilowatt hingga 5 megawatt. Walau demikian, energinya konstan, yaitu 5 kilo-watt-second atau 5 kilo-joules ( dgn asumsi eff 100%).

    Mirip seperti iklan, apapun peralatannya, energi input outputnya selalu konstan. Semoga bermanfaat.

  24. Pakdhene Mboel Says:

    >
    dan output dengan pulse-width 1 us hingga 10 us. Maka daya keluaran dari radar dapat berkisar antara 500 kilowatt hingga 5 megawatt. Walau demikian, energinya konstan, yaitu 5 kilo-watt-second atau 5 kilo-joules ( dgn asumsi eff 100%).
    >
    >

    Maaf, keliru ngaliin, maklum udah tua : Harusnya 5Ws atau 5 joules ( = 500KW * 10us atau = 5MW * 1us ).

    Maaf tidak bermaksud menggurui, tapi bisa mudah2an memberi info yang bermanfaat.

  25. Pill Says:

    Wah menarik nih… baru liat lagi bahasan ini…

    Hehehe makin menarik aja nih keliatannya & semakin menambah khasanah ilmu saya. Maklum saya bukan jebolan elektro 🙂

    Koreksi dikit Pakdhene Mboel, Silikon dalam susunan periodik bukan termasuk logam, tetapi semi logam. Dan sebenarnya semua unsur, baik itu logam maupun non logam sama2 memiliki elektron. Hanya saja kemudahan elektron tersebut untuk melepaskan diri dari orbitalnya berbeda2 tergantung dari sifat unsur tsb.

    Balik ketopik autotrafo di atas nih….
    Yang saya tau dari baca2 lewat prof. Google, klo ga salah hubungan antara Daya (watt), Arus (ampere), dan tegangan (volt) adalah sbb:

    S (VA) = daya kompleks = V (volt) * I (ampere)
    cos θ (phi) = konstanta faktor daya (power factor)
    Q(Var) = daya reaktif = S * sin phi
    P(Watt) = daya aktif = S * cos phi

    S(VA) = Q(Var) + P(Watt)

    Saya sedikit mengerti tentang daya aktif kaitannya dg power factor tsb, tapi kurang mengerti dg daya reaktif . Klo ga salah jika kita memiliki instalasi listrik rumah dg daya 1300watt (PLN) artinya PLN tersebut memberi batasan daya listrik sebesar 5,91A khan? Dengan asumsi alat pembatas daya tsb bekerja dg cosh phi sebesar 1. Jadi murni daya yg bisa kita dapatkan 1300watt.

    Permasalahannya sering kita salah kaprah dengan penggunaan peralatan listrik di rumah yg menggunakan kapasitor ataupun kumparan. Misal kita gunakan microwave atau pompa air listrik yg tertera dayanya mencapai 1200VA, tetapi saat digunakan, listrik “nge-trip” padahal dayanya masih di bawah batas kemampuan daya listrik rumah kita (1300VA). Yang saya tau, hal ini dikarenakan peralatan listrik kita (pompa air tsb) hanya mencantumkan daya aktif dg asumsi cosh phi = 1. Sedangkan aktualnya mungkin hanya 0,70. Jadi listrik aktual yg dibutuhkan pompa tsb adalah 1200/0,7 = 1714watt, jelas aja ga kuat. Apalagi ditambah hambatan dari kabel yg panjang & kualitas rendah. Bener ga yah? 🙂

    Nah kaitannya dengan Autotravo punya pak Joko/ Mas Helmy itu klo dikaitkan dengan chopping power factor correction, kok sepertinya agak janggal yah? Seperti pada perkataan Mas bambang sbb:
    QUOTE
    “Mas Adinoto, saat ini saya sedang tergabung dengan tim Autotravo dimana alat ini juga memiliki prinsip kerja mirip dengan yang dikemukakan oleh mas Bambang.
    Fungsi alat adalah untuk melakukan penghematan antara 50-80 %, namun bila diukur memakai tang ampere terlihat terjadi selisih ampere antara input dan output trafo rata-rata 2-3 kali lipat dimana output lebih besar dari input.
    Alhasil, listrik 900VA bisa menyalakan alat dengan daya 2000 VA.
    Bagaimana menurut rekan-rekan sekalian???””

    Harusnya listrik 900VA yg sebelumnya ga bisa menyalakan alat dg daya 900VA (dikarenakan cosh phi < 1), maka dg alat aototrafo ini akan bisa menghasilkan cosh phi = 1, sehingga input = output = 900VA. Klo kaitannya dengan menaikkan VA (seperti kata Mas Helmy di atas) dengan proses chopping power factor correction bagaimana yah menurut pak Pakdhene Mboel atau Mas Kentank? Atau pernyataan Mas Helmy yg salah maksud?
    Apa hal ini ada kaitannya dengan konsep rumus E = P * dt di atas, bisa tolong jelaskan lebi terperinci?

    Sorry saya masih sedikit awam dg hal ini. Yah mumpung ada yg bisa menerangkan, bisa sekalian belajar hehehe…

  26. sudi Says:

    Pak Joko harus lebih bijak bagi2 ilmunya, kalau harap pemerintah hanya mimpi, pemerintah itu kan para pengusaha juga, ngak mungkin rela bisnis mereka korban,atau LIPI dan para Ahli birpikir lebih bijak, jangan diperdebatkan temuan Pak Joko, Benar tidaknya temuan pak Joko di uji sendiri lalu dibagi (dikembangkankan di masyarakat), jangan hanya sibuk memperdebatkan, Kita sudah korban Krisis Energi

  27. Alat Penghemat Gas LPG » Blog Archive » TANPA meMOTONG selang - adinoto s blog Blog Archive Pandangan Seputar Hilangnya Says:

    […] Paket B ( Setara SLTP SETARA SMP ) & Ujian Paket C ( SETARA SLTA SETARA SMA SETARA SMU ) – Alat Penghemat ListrikAlat Penghemat ListrikAlat Penghemat Listrik Tags: […]

  28. naph Says:

    mungkin link ini bisa memberi penjelasan yang sedikit masuk akal http://jnaudin.free.fr/meg/megv21.htm

    mari kita coba bareng” dan yang sudah berhasil jangan terlalu orientasi bisnis, lantas hasilnya dirahasiakan dengan alasan susah dijelaskan dll.

    dengan internet, semua pintu pengetahuan didepan mata kok

  29. linad Says:

    Senang mendengar kemajuan pemikiran tentang energy alternatif. Coba deh lihat di http://www.gravitypower-generator.blogspot.com , di ssana ada keterangan dan tenaga gravitasi yg sudah bisa dirubah menjadi electrik dengan daya besar.

  30. Tooth withening Says:

    I Just desire to say your article is as surprising. The clearness in your post is simply excellent and I can assume you are an expert on this subject.

  31. aldo Says:

    kalo ada yg mau research/belajar ttg HHO cobalah search di google dgn keyword ravi raju panacea bocaf. ada research papernya berdasarkan stanley meyer wfc. perlu diketahui bahwa tidak mungkin kita bisa berkendara dgn bensin & HHO mixture misalnya. karena ignition timing dari 2 jenis bahan bakar tsb berbeda. Jadi kalo mau pake HHO ya HHO saja, kalo bensin ya bensin saja, kalo solar ya solar saja. Pelajarilah. Disitu diuraikan detail cara membuat wfc dan poin yg paling penting ialah kita diperkenalkan elektrolisis air yg efisien (low current)dan fenomena Cold Current Electricity.Setelah itu pelajari cara buat fuel injectornya. Saya yakin yg bisa mempelajarinya dan menerapkannya pasti orang jenius

  32. Recommended reading Says:

    adinoto’s blog » Blog Archive » Pandangan Seputar Hilangnya Joko Suprapto (Mengapa Energi Alternatif Sulit Diluncurkan) Fake Hermes Bag Price List http://www.tigbur.co.il/html/4/db/pristine-white-floor-length-hermes-bag-price-list-dress.asp

  33. andri Says:

    harus lebih hati2 dalam membicarakan energi alternatif,mempublikasikan temuan tentang blue energy atau energi alternatif lainnya sama saja bunuh diri atau bahasa kerennya “sudah bosan hidup”.Temuan semacam itu lebih baik kita nikmati sendiri,pintar,jenius,cerdas itu tidak harus diketahui orang lain

  34. boise bathroom remodeling Says:

    Right here is the perfect website for everyone who hopes to understand this topic.
    You realize so much its almost tough to argue with you
    (not that I really would want to…HaHa). You definitely put a brand
    new spin on a subject that has been written about for many years.
    Great stuff, just wonderful!

  35. Harga Alat Teknik Says:

    These are truly impressive ideas in regarding blogging. You have touched some good
    factors here. Any wayy keep up wrinting.

  36. M Ridwan Adi P Says:

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Studi Tenaga Surya, menurut saya tenaga surya merupakan studi yang sangat
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di tata surya.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai studi tenaga surya
    yang bisa anda kunjungi di Tenaga Surya

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in