Kalo soal perkomputeran, sejarah teknologi informasi, intern dan industrial acumen TI boleh gua dibilang masih maestronya, dari 15 tahun yang lalu udah di hired kumpeni gara2 dianggap “kamus berjalan”, dipanggil professor, dianggap dewan syuro mac, tapi soal mobil punten wee… blegug aing mah bwakakaka…
Mulai dari hampir 20 tahun lalu kalo bawa mobil ya seenaknya aja, yang penting bisa mabur, kagak mogok, sampe bagasi dibuka dalemnya ada air ngegenang di kompartemen ban serep, mobil bau kamar mandi karena karet-karet bocor ga keurus, sampe dikasih kapur barus tea, halah pokoknya sekem abis!
Yah mungkin nasib jadi anak bandel dari kecil, suka bawa kabur mobil perang bokap (Land Rover th 66?) sejak kelas 5 SD tea, sekali-kali curi kesempatan bawa mobil kantor *ga sesekem itu kok lah secara kantor bokap strict banget bwakakaa, tapi kadang2 mancing luar kota dikasih kesempatan nyupir kali-kali biar masih diaccompanied tea. Lah mungkin karena emang ga pernah interest dengan yang namanya mesin, dari SD udah hobi ngebongkar, ngebenerin sekaligus ngerusakin walkman, tape, video player, sampe SMP gua tetep pilih mata pelajaran ekskul elektronika (padahal ada otomotif), SMA elektronika lagi, sampe kuliah pun Lab Elka pun ngoprek elektronika lagi. Halah. Singkat kata, pengetahuan mesin gua dari scale 0-100 paling cuma 30 persen. Kalo ibarat game mah ngandelin hoki!
So here I am, sebagai geek non literate soal mesin kena sekem sama montir mulu. Emang secara pengetahuan 10 tahun ini ga bego-bego banget, ilmu mulai terkumpul secara akumulatif pelan tapi pasti (pas kena sekem), nah karena pas ada kebutuhan dan iseng, gua putusin mo belajar sampe tuntas, ga mau tanggung, sekalian belajar ngerakit mesin mobil! kekekee… manstap.
So gua putusin turunin mesin mobil gua, bongkar semua, setelah nyecam 3 kepala montir bengkel resmi, liat semua proses restoring mesin, ganti komponen-komponen fast moving, dan rebuild kembali mesin tersebut.
Proses memakan waktu 3-4 hari, yang lama adalah bagian pembersihan kerak-kerak oli di blok mesin. Selama rentang waktu tersebut gua sempetin menginap di kawasan pinggiran kota Bandung tersebut, jauh di daerah pelosok dari perkotaan. Tepatnya kawasan Nagreg. Disini gua manfaatin untuk berpikir, restoring juga pikiran, melihat penduduk setempat, dan tentunya mencoba membantu sedapat mungkin memberikan wawasan dan ilmu balik yang gua punya. Tentunya pemahaman soal komputer dasar, teknologi, wawasan, dan sedikit soal wejangan hidup. Halah. Lah secara kalo mau mencalonkan diri jadi calon walikota ga bisa mengerti dan membantu warga jangan ngomong atuh!
Yang gua gak habis pikir ini tempat jaraknya cuma 1 jam dari perjalanan dari kota besar seperti Bandung, betapa kita ini para pelaku sektor teknologi informasi maupun orang-orang yang katanya mampu secara ekonomi (dapat mengakses internet buktinya), dan pemerintah (buktinya) sangat tidak memikirkan nasib masyarakat kebanyakan. Yaitu golongan masyarakat tidak mampu baik secara pendidikan, secara ekonomi masih berjuang di layer paling bawah, dan sektor sosial (pendidikan dan kesehatan).
Pengalaman batin ini mahal sekali. Mungkin anda perlu mencoba sekali-kali. Kembali mau ke desa, memikirkan kehidupan masyarakat desa, berbaur dengan masyarakat, membantu dengan wawasan dan keilmuan yang anda miliki untuk membantu peningkatan taraf kehidupan mereka, tidak cuma notabene ngeblog ga mutu, nulis buat narsis sendiri, dan sama sekali tidak bermanfaat buat orang banyak! Lah kalo masyarakat sudah melek IT sih apa-apa butuh tinggal panggil google aja kan beres. Nah kalo masyarakat kebanyakan gimana?
Yang saya ga habis pikir, bagaimana bisa masyarakat yang sudah secara seleksi alam ini sangat potensial (mampu secara teknis) tidak memperoleh dukungan pemerintah sama sekali untuk menaikkan quadran hidupnya ke taraf yang lebih baik. Secara pribadi saya paling tidak setuju dengan model pendidikan di Indonesia saat ini. Pemerintah hanya mampu mendidik masyarakat dengan selembar ijasah yang sama sekali tidak mampu untuk berbuat apa-apa, yang akhirnya hanya akan menghasilkan tingkat penggangguran yang lebih tinggi. Yang seharusnya pemerintah lakukan itu adalah Mengembalikan Pendidikan-Pendidikan Yang Bersifat Keahlian, seperti STM, Balai Latihan Kerja (milik Departemen Pekerjaan Umum dahulu), dan Politeknik.
Yang ada saat ini STM dianggap tidak lebih bergengsi dibandingkan SMA, padahal (punten ya) lulusan SMA bisa apa? Cuma menghasilkan lulusan yang cuma punya selembar kertas (karena mau masuk Perguruan Tinggi pun hampir bisa dibilang tidak mampu), Industri dibuat tidak memiliki akses langsung ke pencari pekerjaan yang trampil, dan seterusnya. Bener-bener lingkaran setan.
Yang akan saya lakukan apabila saya menjadi pemimpin suatu kota adalah mengembalikan kitahnya pola hidup masyarakat ini akan dibawa kemana. Kota-kota dibangun tanpa memikirkan penduduknya (baca: Kota sakit!), ruang publik ditiadakan, akses dari daerah hunian ke tempat kerja tidak dipikirkan, sakit dilarang (baca: mahal), dan paling mendasar adalah: Dilarang Pintar karena Sekolah Itu Mahal. Dilarang Sakit karena Rumah Sakit Itu Mahal.
Astagfirullah. Mau sampe kapan kita dicekokin dengan kondisi begini dan dibuai cuma dengan sinetron-sinetron yang menjual kesemuan? Mohon maaf buat seluruh pelaku sinetron/perfilm-an di Indonesia. Lupakan itu survey ato rating favorit, pertanyaannya anda masih punya hati nurani ga?
Jadi ingat salah satu forum interview/ato tulisan di koran? yang dilakukan terhadap Bapak Fauzi Bowo (Gubernur DKI saat ini), konsep yang beliau utarakan adalah: Masyarakat kecil itu butuh 3 hal. Pertama akses ke teknologi, kedua adalah akses ke pemodalan, ketiga adalah akes pemasaran sederhana.
Saya percaya, kalo masyarakat mampu melek, dan bergandeng tangan dengan pemerintah yang memiliki niat yang baik, kita bakal mampu menjadi negara yang tidak kalah dibandingkan China atau pun India (rising star saat ini).
Ketika saya tanyakan pun apakah mereka memperoleh pendidikan merakit mesin di STM mereka cuma bisa bilang, wah di STM sih cuma dapat ngebongkar dan masang paling juga dinamo jalan (alternator) dan dinamo starter, karena pasti sekolahnya tidak memiliki modal untuk menyediakan mesin untuk sarana praktikum. Jadi murni keahlian yang mereka peroleh murni hasil pengalaman lapangan selama lebih dari 17 tahun! Saya berani tarung, berapa persen pendidikan sarjana mesin dapat menghasilkan lulusan yang terampil luar dalam (tidak hanya mendesain/sebagian malah cuma lulus dengan gelar saja) tapi juga mampu secara teknis melakukan dan menjiwai profesinya. Istilah salah satu orang tua yang makan asam garam di dunia bisnis yang sempat berkomentar kepada saya adalah: Sarjana *beeep* cuma kegedean topi! Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah pendidikan praktikal bukan hanya kebanyakan teori!
Bayangkan, mereka-mereka diatas yang mampu memiliki keahlian yang luar biasa apabila diberikan 3 hal diatas. Mungkin mereka tidak berhenti cuma jadi montir bengkel, tapi menjadi pemilik usaha perakitan mesin yang handal!



November 4th, 2007 at 11:51 pm
gini gini kan saia ngerti mesin teori dan praktek om… walopun ga semua jenis mesin tentunya
November 5th, 2007 at 12:25 am
Pak Adi, masalahnya pendidikan itu sdh jadi bisnis. Itu sudah jadi mainan pemerintah juga, gak kayak jaman kita dulu. Buku punya tante/om juga masih bisa dipake.
Waktu saya masih kerja di toko itu tuh yg di BEC, saya pernah ketemu user beli Acer desktop – dia ternyata salah satu penerbit buku utk sekolah. Waktu saya bilang … kok kesannya buku pelajaran sekolah dr SD – SMA “dibisniskan”. Dia langsung marah besar, untungnya sih masih beli itu PC Desktop, kalo batal … kecut juga saya. Ha..ha…ha…
Saya setuju apabila sistem pembelajaran itu kembali kepada perpustakaan (bukan tiap tahun buku pelajaran baru – padahal cuma ganti bab doang), dukungan dari guru, teman, dan ortu utk belajar mandiri. Juga sistem pendidikan nasional diubah. Ini kerja berat Pak Adi, makan waktu lama dan energi yang sangat besar. Tapi memang segala sesuatu harus dimulai dari perkara kecil… ya dari diri kita sendiri.
Saya sangat setuju kalo textbook dicetak murah spt di India dan Filipina, sedemikian sehingga sangat terjangkau, akibat harga buku mahal, makanya jarang yg mau baca textbook. (kecuali terpasksa buat paper).
Maaf … ini cerita saja (bukan nyombong), waktu lulus UNJANI, semua siswa dimintain buku minimal 1, sebagai sumbangan ke universitas. Saya nyumbang 20 buku — terjemahan dan textbook, eh … malah diketawain.
Saya prihatin. Kalo Pak Adi ada action soal ginian, saya mau bantu kok. Willing to do that for sure.
November 5th, 2007 at 12:36 am
To Pak Anto:
Setuju soal buku itu pak. Saya mo nulis soal itu juga tadinya. Sekarang buku aja pake ada buku latihan dan buku dipasaran yg dipake ga bakal ada di Palasari karena ya itulah beredar “terbatas”. Dan ga bisa dilungsurkan ke adeknya karena taon depan udah ganti lagi
November 5th, 2007 at 12:52 am
Saya percaya, kalo masyarakat mampu melek, dan bergandeng tangan dengan pemerintah yang memiliki niat yang baik, kita bakal mampu menjadi negara yang tidak kalah dibandingkan China atau pun India (rising star saat ini).
===> nah inilah yang susah…bener yang lu bilang bahwa keadaan sekarang udah jadi lingkaran setan…masalahnya pemerintah punya niat yang baik nggak? kalo nggak ya masyarakat ya nggak mampu melek dan nggak bisa liat bahwa benernya pemerintah nggak punya niat yang baik. jadi nggak heran kalo dikasih nonton layar tancep ato joget dangdut waktu kampanye juga udeh seneng…mau nyoblos waktu pemilu juga nggak tau kenapa harus nyoblos.
Mungkin gua sok tau tapi kalo liat/baca berita2 di koran kok jadi miris dan risi sendiri, kok bisa2nya orang2 yang dipercaya rakyat malah jadi drakula ato vacuum cleaner nyedotin duit negara. Kok nggak malu (baca: nggak punya nurani dan akhlak). Gua pernah mikir2 kalo semua koruptor (orang yang pernah korupsi) di indonesia dihukum mati pasti kuburan penuh…heheh.
Itu duit korupsi kalo dijadiin dana pendidikan dan disalurin yang bener pasti kalimat pembuka di atas nggak akan cuma jadi angan2 doang.
November 5th, 2007 at 1:00 am
Akhir-akhir ini postingan jadi panjang-panjang banget. Lagi HOT kayaknya wakakakakak. Gw mendingan merakit komputer dah daripada merakit mobil
November 5th, 2007 at 1:58 am
Beberapa SMK (mesin, akuntansi, telekomunikasi, informatika dll.) di kota besar dah mayan loh materi dan kualitasnya (pernah jalan2 ke bbrp SMK di bdg, juga nerima anak2 SMK yg KP di kantor, partisipasi swalow seadanya nih ceritanya
). Tinggal gimana yg bagus2 itu merata ke daerah juga dan terjangkau biayanya. Kurikulum berbasis kompetensi juga prasaan udah bagus2 konsepnya sih, cuma yaaa.. tralala dungdung deui.
November 5th, 2007 at 6:58 am
nah ini baru top markotop…
kalau sudah belajar membongkar mobil.. lalu mau belajar apa lagi pak cawalkot…?
sok atuh belajar berumah tangga misalnya..
kekekeke
*ngacirrrr..
November 5th, 2007 at 7:20 am
Pak Adi, coba belajar dagang nasi sekarang…
wakakakak
November 5th, 2007 at 7:31 am
lah ini mau cerita tentang mesin mobil atau kampanye walikota terselubung ya??..wakakaka…
eniwei, setuju banget tuh tentang lingkaran setan…sekarang tinggal bagaimana kita memutus lingkaran setan itu, trus nyambungin hal2 yang mestinya tersambung, kan?…bukan mbulet2 gak karuan kayak sekarang…
saya punya banyak pengalaman dengan orang2 lulusan STM atau D3, mereka highly potential people. hanya karena selembara kertas yg bernama ijazah saja, hidup mereka seperti kepentok ama langit2 kaca…kesian kan..
November 5th, 2007 at 7:56 am
kalo gitu, bikin program OLPF (one laptop per farmer) ?
hihihi…
November 5th, 2007 at 8:38 am
Kalo soal buku, mungkin ada hal aneh di kampus saya STT Telkom. Jika rata-rata mahasiswa punya buku, yang jika dikumpulkan selama dia kuliah *harusnya* tingginya sama dengan tinggi mahasiswanya, maka di kampus aneh ini, bisa dibilang jarang yang punya buku. Saya sendiri punya buku cuma 2: Advance Mathematic Engineering (erwin Kreyzig, warisan) dan buku elektromagnet (magdy iskandar, pinjem temen). itu juga 2 buku gak dibaca semua. jadi gimana belajarnya? softcopy, dan untungnya kuliah IT, hampir semua bahan tersedia di internet.
November 5th, 2007 at 9:21 am
Kayaknya cerita ngebongkar mesin mobil itu cuman opener ajah … hehehehe sugar coating… Intinya adalah pemberdayaan masyarakat perdesaan, mutu pendidikan di Indon, dan kecuekan pemerintah daerah maupun pusat.
)
(Titlenya lebih menarik dunk kalo “Adinoto nurunin mesin mobil” daripada “Pemberdayaan masyarakat perdesaan… ”
Pak balon walkot, mau juga dunk “sedikit soal wejangan hidup” heheheheheheheheh
Bicara soal buku pelajaran secara khusus atau buku secara umum, rasanya sulit untuk bisa mendapatkan harga murah seperti di China atau India. Selain masyarakat Indon kurang minat baca (kecuali tabloid gosip dan mistik dan koran kuning), penerbit juga tidak terproteksi dari para pembajak (shame on us who buy pirated (text) books), dan juga mahalnya komponen ongkos produksi (seperti penerapan PPN untuk buku, biaya2 siluman, mahalnya biaya transportasi, dll, dll).
November 5th, 2007 at 9:46 am
hahaha
yoih pasti judulnya lebih menarik yang pertama: Adinoto Nurunin Mesin Mobil dari pada yang kedua. secara gitu seleb IT nurunin mesin mobil pasti lebih menarik daripada berita pemberdayaan masyarakat pedesaan, udah umum judul itu mah..
hehehehe
November 5th, 2007 at 10:21 am
Oh, pantesan kemarin pas ngecall lagi ada di luar kota dan kena tagihan gede
.
BTW, kayaknya saya juga niatan gitu boss. Dah lama kalau bawa kendaraan nggak mudheng sama isinya. Kalau ada masalah langsung masuk bengkel, gak tahu kena sekem berapa…
November 5th, 2007 at 10:52 am
melenceng dikit ahh..
Sebenarnya banyak ‘rakyat kecil’ sadar atau tidak sadar yang sudah menerapkan teknologi secara efisien dan efektif.
Coba kalau lewat pantura, perhatikan petani garam atau tambak yang “super tradisional” waktu pindahkan air dari laut ke tambak. Perhatikan bentuk “ember” yang dipikul.
Bentuknya melonjong. Waktu ditanyai kenapa tidak pakai ember bulat, mereka katakan kalau pakai ember bulat banyak yang tumpah.
November 5th, 2007 at 12:09 pm
Bener udah jadi lingkaran setan, susah mutusin nya. Misalnya, soal buku, kita tau lah kan kondisi Indonesia gak kayak di Jepang misalnya, orang gak begitu rajin beli buku, jadi susah industri buku juga mau survive, makanya ada dorongan juga dari faktor ini untuk kong kalikong dgn penguasa yg menentukan textbook di sekolah2. Dalam kondisi begini, perubahaan apapun pasti akan menyakitkan suatu pihak dan menyenangkan pihak lain. Sebenarnya text book dibiarin aja dibisnisin kayak sekarang, tapi dinaikin pajak, dan negara dijadikan welfare state, jadi orang miskin mendapat subsidi (lho subsidi ke org miskin ini hrsnya udah dimulai dulu ya, gimana kabarnya hehe), tapi ujung2nya mentok ke masalah korupsi. Korupsi bagaikan kanker yang pada stadium lanjut, susah sekali sembuh. Jika masih merajalela seperti sekarang, usaha apapun rasanya akan mandul. Andai ada duit mau jadi welfare state pun duitnya di korupsikan mulai dari pusat sampai jajaran paling ujung di lapangan.
November 5th, 2007 at 4:42 pm
Postingan tentang belajar merakit mobil tp intinya tetep aja… kampanye… sukses lah for Aa Nata…!!!
November 5th, 2007 at 4:46 pm
Jadi teringat anak2 STM yg sekolahnya di dekat rumah aku dulu di kampung. Mereka sempat bisa merakit mesin truk dari rongsokan lengkap dengan kaki-kainya, bisa jalan. Rangka truk itu pun mereka kemudikan keliling kampung dengan bangga. Sekarang aku gak tau apakah kegiatan itu masih ada. Senang juga melihat mereka bisa kreatif seperti itu.
November 5th, 2007 at 8:54 pm
ah, makanya pake mesin dengan pengapian platina dan karburator aja dah. gak ribet kok. bengkel pinggir jalan masih bisa bersihin (meskipun gak jamin karbu terpasang dengan baik kembali … kekekekekkkk).
mobil sekarang mah bawaannya lembiru. gak beres, silakan ganti. lebih bagus buat siklus industri … kekekekekek …
padahal gue cuman ngliatin bisa air wiper (penuh/kagak), air radiator (bening/kagak), air aki (cukup/kagak), oli rem/powersteering (cukup/kagak), ama tekanan ban. udah taunya segitu doang.
kalo bongkar busi vespa mah hayuk atuh … wakakakakakakkk …
nah, ke pendidikannya … gak ngerti gue. makin banyak phd di depdiknas, tapi kurikulum tetep aja gonta ganti. mungkin gara2 software developer males ngelakuin testing … hihihihi … nanti tinggal dipatch aja … pake versi baru
November 6th, 2007 at 7:38 am
# Niwatori Says:
November 5th, 2007 at 1:58 am e
Beberapa SMK (mesin, akuntansi, telekomunikasi, informatika dll.) di kota besar dah mayan loh materi dan kualitasnya (pernah jalan2 ke bbrp SMK di bdg, juga nerima anak2 SMK yg KP di kantor, partisipasi swalow seadanya nih ceritanya
). Tinggal gimana yg bagus2 itu merata ke daerah juga dan terjangkau biayanya. Kurikulum berbasis kompetensi juga prasaan udah bagus2 konsepnya sih, cuma yaaa.. tralala dungdung deui.
=> Iya kalo saya pikir2 harusnya pendidikan kita lebih harus mengacu ke pendidikan praktikal. Contoh, pasti semua diantara kita-kita pada pernah diajarin akuntansi sederhana entah jaman SMP, SMA, nah masih pada nempel ga? Ga kan. Coba kalo pada praktek dulu dikasih duit 200rb, nih duit, coba praktekin masukin ke kas buku besar, journal, mungkin lebih bermanfaat.
Kalo SMK sekarang denger-denger kualitasnya tidak sebaik jaman STM dahulu. Wah kalo demikian adanya alangkah laknatnya pemerintah menjerumuskan masyarakat dengan pola pendidikan yang mengacu ke calon pengangguran semua.
November 6th, 2007 at 7:42 am
# fisto Says:
November 5th, 2007 at 7:31 am e
lah ini mau cerita tentang mesin mobil atau kampanye walikota terselubung ya??..wakakaka…
eniwei, setuju banget tuh tentang lingkaran setan…sekarang tinggal bagaimana kita memutus lingkaran setan itu, trus nyambungin hal2 yang mestinya tersambung, kan?…bukan mbulet2 gak karuan kayak sekarang…
saya punya banyak pengalaman dengan orang2 lulusan STM atau D3, mereka highly potential people. hanya karena selembara kertas yg bernama ijazah saja, hidup mereka seperti kepentok ama langit2 kaca…kesian kan..
=> Betul, makanya yang saya lakukan lebih ke arah panggilan hati dan gerakan moral. Bagi saya bisa menularkan panggilan hati ke rekan-rekan sudah merupakan salah satu tujuan mulianya. Apalagi untuk menjabat. Rasanya 5 tahun pun bukan waktu yang cukup untuk melakukan perubahan total. Dubai saja dipimpin Sheikh Al Ma’toum butuh 2 generasi (50-60 tahun) baru seperti sekarang, seperti halnya Singapore yang butuh 50-60 tahun juga. Nah model demokrasi itu apa sih? Bagi-bagi kekuasaan dan sibuk kampanye saja! Kapan membangunnya?? Saya paling tidak terkesan dengan model demokrasi. Demokrasi sih sekem2an nya ideologi Amerika. There’s no such thing as democration.
November 6th, 2007 at 7:46 am
# Vavai Says:
November 5th, 2007 at 10:21 am e
Oh, pantesan kemarin pas ngecall lagi ada di luar kota dan kena tagihan gede
.
BTW, kayaknya saya juga niatan gitu boss. Dah lama kalau bawa kendaraan nggak mudheng sama isinya. Kalau ada masalah langsung masuk bengkel, gak tahu kena sekem berapa…
=> Iya boss…. makanya semoga niat baik kita mencerdaskan bangsa ini dapat tanggapan yang baik pula dari Yang Maha Kuasa dan seluruh jajarang masyarakat yang sudah bosan dengan keadaan yang begini-begini saja.
Amin.
November 6th, 2007 at 7:49 am
# Arto’ Says:
November 5th, 2007 at 10:52 am e
melenceng dikit ahh..
Sebenarnya banyak ‘rakyat kecil’ sadar atau tidak sadar yang sudah menerapkan teknologi secara efisien dan efektif.
Coba kalau lewat pantura, perhatikan petani garam atau tambak yang “super tradisional†waktu pindahkan air dari laut ke tambak. Perhatikan bentuk “ember†yang dipikul.
Bentuknya melonjong. Waktu ditanyai kenapa tidak pakai ember bulat, mereka katakan kalau pakai ember bulat banyak yang tumpah.
=> Betul To, pasti. Mereka kan belajar dari segala keterbatasan sarana dan prasarana. Mereka toh manusia juga kan. Manusia kan berpikir. Belum tau kita kadang lebih tau daripada mereka. Nah aspek lain kan banyak yang bisa kita sharing, ga cuma melulu jadi oknum yang malakin masyarakat tersebut jadi calo. Hanya saja bagaimana peran pemerintah saya belum tau. Karena kalo mau sosial gini kalo perut sendiri belum keurus siapa yang sanggup? Mo jadi bonek emangnya? Halah.
November 6th, 2007 at 7:51 am
# Arnold P. Siboro Says:
November 5th, 2007 at 12:09 pm e
Bener udah jadi lingkaran setan, susah mutusin nya. Misalnya, soal buku, kita tau lah kan kondisi Indonesia gak kayak di Jepang misalnya, orang gak begitu rajin beli buku, jadi susah industri buku juga mau survive, makanya ada dorongan juga dari faktor ini untuk kong kalikong dgn penguasa yg menentukan textbook di sekolah2. Dalam kondisi begini, perubahaan apapun pasti akan menyakitkan suatu pihak dan menyenangkan pihak lain. Sebenarnya text book dibiarin aja dibisnisin kayak sekarang, tapi dinaikin pajak, dan negara dijadikan welfare state, jadi orang miskin mendapat subsidi (lho subsidi ke org miskin ini hrsnya udah dimulai dulu ya, gimana kabarnya hehe), tapi ujung2nya mentok ke masalah korupsi. Korupsi bagaikan kanker yang pada stadium lanjut, susah sekali sembuh. Jika masih merajalela seperti sekarang, usaha apapun rasanya akan mandul. Andai ada duit mau jadi welfare state pun duitnya di korupsikan mulai dari pusat sampai jajaran paling ujung di lapangan.
=> Betul bagaimana kalo mulai sekarang kita siapkan 1000 keranjang mati buat para koruptor. Kalo mau sponsor ga cuma 1000 keping OpenSUSE, keranjang mati pun kita sanggup. Setuju?
November 6th, 2007 at 7:53 am
# Ananda Putra Says:
November 5th, 2007 at 4:46 pm e
Jadi teringat anak2 STM yg sekolahnya di dekat rumah aku dulu di kampung. Mereka sempat bisa merakit mesin truk dari rongsokan lengkap dengan kaki-kainya, bisa jalan. Rangka truk itu pun mereka kemudikan keliling kampung dengan bangga. Sekarang aku gak tau apakah kegiatan itu masih ada. Senang juga melihat mereka bisa kreatif seperti itu.
=> Iya ya pak. Keindahan hidup itu salah satunya kalo bisa membantu orang lain. Atau melihat orang lain bisa bahagia. Itulah esensi hidup. Kadang kita dibutakan oleh pernik-pernik hidup yang tidak esensial justru.
November 6th, 2007 at 7:55 am
# Dedy Says:
November 5th, 2007 at 4:42 pm e
Postingan tentang belajar merakit mobil tp intinya tetep aja… kampanye… sukses lah for Aa Nata…!!!
=> Masalahnya masyarakat awam boro-boro kenal Aa Nata. Ngakses internet aja ga pernah, masih lebih penting mikirin kegiatan harian offline dan cari makan. Pagimana ini kang?
November 6th, 2007 at 10:31 pm
adinoto Says:
Betul bagaimana kalo mulai sekarang kita siapkan 1000 keranjang mati buat para koruptor. Kalo mau sponsor ga cuma 1000 keping OpenSUSE, keranjang mati pun kita sanggup. Setuju?
=> segitu kayanya masih kurang… 100.000 peti deh
November 9th, 2007 at 8:06 am
Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah pendidikan praktikal bukan hanya kebanyakan teori!
wah, ini saya juga nggak setuju. di mana2 tuh yg paling bagus ya… yg seimbang. cukup teori maupun prakteknya. oke lah kalo bilang mahasiswa kebanyakan teori, tp orang2 tua itu kan juga mahir karena pengalaman. pengalaman butuh waktu, sedangkan pendidikan butuh ilmu. jadi wajar aja kalo mahasiswa belom berpengalaman… peace yo
-pembelaanseorangmahasiswa-
November 11th, 2007 at 7:44 am
dzaia-bs Says:
November 9th, 2007 at 8:06 am
…….
-pembelaanseorangmahasiswa-
=> Kalo sekarang sudah merasa seimbang ga mas?
November 11th, 2007 at 4:28 pm
ikutan nimbrung .. tapi saya tidak ingin berkomentar tentang bagaimana seharusnya terjadi (baca: ideal)
Saya tertariknya justru dengan cara eksekusinya nanti. Semisal saja Aa Noto berhasil jadi walkot. Kabar-kabarnya, ada banyak kepentingan yang bakal menghalangi pelaksanaan cita-cita mulia Aa, kalau tidak malah membuat cita-cita tersebut “bubar, jalan”. Strategi seperti apa yang kira-kira bakal Aa tempuh? Penggantian komponen sistem pemerintahan secara bertahap atau apa?
Betewe busway, saya turut berdoa semoga cita-cita mulia ini bisa terlaksana, walau tanpa atribut walikota
. Amen!
November 11th, 2007 at 5:18 pm
To @toni:
Ya pasti pak, soal eksekusi memang bukan hal yang gampang, beberapa teman malah bilang saya cari penyakit. Hmm… ya tapi panggilan batin ga bisa menafikan kalo kita butuh revolusi paling tidak revolusi sosial untuk ini. Saya sendiri sedang merencanakan sesuatu niat mulia (yang sorry blon bisa saya share sekarang) tentang perencanaan membangun suatu kawasan tertinggal, yang pastinya tidak butuh atribut apa-apa.
Mohon doa restu saja. Regards,
November 12th, 2007 at 1:32 pm
wah..saya salah satu orang yang terjebak baca artikel ini. kirain macnoto mau banting setir dari dual-core ke six-cylinder
.
.
soal teori dan praktik saya sangat setuju sekali bahwa pendidikan kita telah kehilangan maknanya.pada saat kuliah sarjana tingkat akhir, iseng2 saya ikut nimbrung di sebuah pabrik pembuat pesawat tanpa awak di bandung, dan ‘ajaibnya’ tidak ada orang sarjana (teknik) di workshopnya, hanya orang2 lulusan STM.disitu saya bener2 tersadar bahwa biarpun saya punya gelar dari perguruan tinggi mentereng, kalo dilepas di lapangan paling2 cuman bisa bikin gambar doang
kemudian saya sekolah lagi (belum tobat kebanyakan teori kayanya). disitu saya bertemu dengan teman2 yang kebetulan punya dorongan untuk mengaplikasikan teori2 dari sekolahan ke masyarakat. bersama teman2 kami bertekad turun ke lapangan (waktu itu sasarannya sentra industri di sekitar bandung) dengan tujuan yang cukup simpel, biar industri (padat karya) kita tetep eksis.
Hari pertama turun ke lapangan, langsung ditegur sama ‘preman sentra’ setempat dengan alasan daerah tersebut sudah ada yang ‘ngegarap’. supaya tidak terjadi kesalah pahaman akhirnya kita coba gandeng pemda (ga tanggung2, waktu itu langsung dapet koneksi ke kepala bidang yg ngurusin UKM di wilayah kodya bandung). mulai dari berbasa-basi sampe dengan mengajukan proposal lengkap (detil dari tujuan sampe dengan program kerja dan jadwal2nya), tau-taunya kena sekemm (mungkin ilmu sekem menyekem ini harus diajarkan ke mahasiswa supaya siap terjun ke lapangan).denger2 terakhir udah ada yg ngegarap proyek tersebut (dan proposal tadi tak jelas juntrungannya).
setelah beberapa lama iseng2 jalan2 ke sentra ‘sasaran’, ternyata sampai sekarang masih belum ada perubahan yang lebih baik, bahkan produk mereka semakin tersisih oleh produk dari negeri tiongkok sana.
bukannya berburuk sangka, kalo banyak orang mengumpat ‘bodo kok dipiara’, jangan2 dalam hal ini ‘kebodohan itu ada yg miara’.
November 12th, 2007 at 5:38 pm
to Jack Popo:
Pendidikan kita sejauh ini cuma berhasil mencetak sarjana kertas kok. Yang bisa juga karena ngoprek sendiri, toel?
Hehehee coba diobrolin sama junior-juniormu yang masih kegedean topi kepedean teuing di kampus bwakakakaka pasti sekem banget.
November 19th, 2007 at 3:02 am
Hmmmm….
Masalah pendidikan sih gue inget Star Wars I, percakapannya Yoda sama Mace Windu.
“There’re always two of them, a master and an apprentice”
Yup, sistem master-apprentice. Sistem pendidikan yang terbukti berhasil tapi sdh lama ditinggalkan (tahun 1600 an sih masih berjalan). Dengan ‘nempel’ sama seorang master, pasti sang apprentice juga akan mendapatkan teori + praktek + share pengalaman dari sang master. sesial-sialnya masih kecipratan knowledge & skill saat minum kopi bareng2. knowledge, skill, & experience akan tertransmisikan dengan sendirinya jika kita sering bareng dengan seorang master.
Sistem pendidikan formal sekarang menjadi mengerikan buat saya, karena makin hari dosen2 baru yang muncul adalah dosen textbook (jago ngapal teori, tapi jendal dalam aplikasi – bahkan sering ga tau harus pake metode apa dalam menyelesaikan masalah).
Mudah-mudahan barisan pendidik yang berikutnya adalah golongan orang2 yang paham, bukan hafal….
November 19th, 2007 at 8:47 am
To Mas Fariq:
Heheheeh…. pasti abis nonton lagi di TV kemaren ya? hehehehe aku juga kemaren pas ga sengaja nonton sepintas itu Star Wars yang bagian Master Yoda lagi ngajarin si Anakin yang ga sabar terus mabur itu hehehe….
Soal pendidikan betul boss!! Jangan sampe generasi kita jadi generasi textbook. Maklum mahasiswa itu pada pemales pada dasarnya (bayangin aja dosen a kasih textbook seabrek, dosen b juga, dosen c juga) dijamin lulus LUPA semua! kudu mulai ada perimbangan dengan banyak praktek!
Sukses buat semua.
April 14th, 2008 at 9:32 am
[...] 1. Revolusi Sekolah. Tingkat pendidikan di Jawa Barat cukup rendah. Hanya sampai 7.5 tahun? Di pelosok daerah-daerah orang semakin sulit sekolah. Kondisi ekonomi saat ini membuat sebagian besar masyarakat kecil di pelosok (baca: Jabar adalah daerah yang populasinya paling besar dan tersebar dibanding propinsi lain di negeri ini, dengan ketidakmerataan ekonomi paling besar), sulit mengeyam pendidikan (ref: 1). [...]
June 11th, 2008 at 6:27 pm
Satu problem lagi, banyak orang2 ber-ilmu kyk elu bro, klo udah di kasih jabatan di “lingkaran setan” tsb, bisa2 dgn seketika ke-”hilang”-an idealismenya. Susah emang utk jd orang bener di lingkungan yg gak bener. Sementara kita belum berada di situ, lakuin sesuatu yg positif yg kita bisa aja dulu, walaupun impact-nya kecil tapi kalo bisa ksh influence positif orang lain menurut gw udah bagus bgt, spt bro macnoto dalam membuat blog ini.
August 23rd, 2008 at 8:19 am
[...] adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
August 23rd, 2008 at 8:20 am
[...] adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
August 23rd, 2008 at 1:44 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
August 30th, 2008 at 5:58 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint [...]
September 1st, 2008 at 8:27 am
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 1st, 2008 at 5:51 pm
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 1st, 2008 at 6:00 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
September 1st, 2008 at 6:53 pm
[...] Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 1st, 2008 at 7:24 pm
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 2nd, 2008 at 1:00 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint [...]
September 2nd, 2008 at 5:48 am
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 2nd, 2008 at 6:05 am
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 2nd, 2008 at 9:15 am
[...] PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N… [...]
September 2nd, 2008 at 11:59 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
September 3rd, 2008 at 4:11 am
bagus mas artikelnya lumayan buat nambah wawasan saya tentang mesin mobil. terima kasih
September 29th, 2008 at 10:40 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
October 16th, 2008 at 10:48 am
MAS KOK MOTORQ MOGOK OPONE YO! MBOK DIWARAI CARANE DANDANI?
October 22nd, 2008 at 7:47 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
October 22nd, 2008 at 8:30 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
October 22nd, 2008 at 8:36 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon [...]
October 29th, 2008 at 7:54 am
[...] Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 5th, 2008 at 5:41 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon [...]
November 16th, 2008 at 9:23 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS Posted by paket c Uncategorized Subscribe to RSS feed [...]
November 16th, 2008 at 9:24 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 16th, 2008 at 9:29 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint [...]
November 16th, 2008 at 9:30 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 16th, 2008 at 9:32 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 16th, 2008 at 9:44 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 16th, 2008 at 9:51 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint [...]
November 16th, 2008 at 9:56 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 16th, 2008 at 10:04 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 16th, 2008 at 10:12 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 17th, 2008 at 7:31 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 17th, 2008 at 7:31 am
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
November 19th, 2008 at 7:14 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 19th, 2008 at 7:26 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 19th, 2008 at 7:28 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 19th, 2008 at 7:28 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N Posted by admin sertifikat jaringan komputer Subscribe to RSS feed [...]
November 19th, 2008 at 7:32 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 19th, 2008 at 7:33 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 19th, 2008 at 7:48 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
November 19th, 2008 at 7:48 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
November 19th, 2008 at 7:51 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Coba bayangkan apabila para calon sarjana ini memperoleh pendidikan praktikal dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah [...]
November 19th, 2008 at 7:54 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS [...]
December 8th, 2008 at 3:14 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Belajar PENDIDIKAN KESETARAAN SMKK SEKOLAH KESETARAAN PENDIDIKAN SETARA SD ristek NUSANTARA Says: August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint [...]
December 8th, 2008 at 3:18 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK Posted by admin Uncategorized Subscribe to RSS Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS feed [...]
December 8th, 2008 at 3:45 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
December 8th, 2008 at 4:48 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar paket c sekolah setara sma sekolah kesetaraan pendidikan kesetaraan telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS feed [...]
December 8th, 2008 at 4:52 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N [...]
January 11th, 2009 at 2:33 pm
[...] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Heart: Belajar ujian persamaan smk ujian paket c sma ujian paket c slta ujian paket c smu kejarpaketa s pendidikan kesetaraan smkk sekolah kesetaraan pendidikan setara sd ristek nusantara [...]
January 12th, 2009 at 12:40 pm
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 6:42 pm
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 8:30 pm
[...] dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 9:20 pm
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 9:55 pm
[...] Belajar paket c sekolah setara sma sekolah kesetaraan pendidikan kesetaraan telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … [...]
January 12th, 2009 at 10:13 pm
[...] Belajar paket c sekolah setara sma sekolah kesetaraan pendidikan kesetaraan telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … [...]
January 12th, 2009 at 10:20 pm
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 11:21 pm
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 12th, 2009 at 11:23 pm
[...] dari tingkat pendidikan setara SMA sebelumnya. Jadi sebenarnya yang kita butuhkan itu lebih ke arah No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 13th, 2009 at 1:24 am
[...] telp.08161404440 – 93088375 dengan mbak nur says: november 17th, 2008 at 7:31 am Posted by bebas No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … Posted by bebas Uncategorized Subscribe to RSS [...]
January 13th, 2009 at 1:58 am
[...] August 23rd, 2008 at 1:44 pm [ ] adinoto s blog Blog Archive Not For A Faint Nomor Telepon Sekolah Paket C di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK N No. Telepon Sekolah Kesetaraan di Jakarta 93088375 – 08161404440 dengan penyelenggara langsung MBAK … [...]
February 15th, 2009 at 6:03 am
[...] the original: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-calon-sarjana, adinoto, alat penghemat gas lpg, archive, dengan-penyelenggara, faint-nomor, [...]
February 15th, 2009 at 9:17 am
[...] is the original post: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: alat penghemat gas lpg, alat penghemat gas lpg, august, faint-heart, faint-nomor, jakarta, [...]
February 15th, 2009 at 12:30 pm
[...] original here: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-calon-sarjana, adinoto, alat penghemat gas lpg, archive, jakarta, november, november-16th, [...]
February 15th, 2009 at 4:26 pm
[...] the original: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: alat penghemat gas lpg, faint, jakarta, november, november-16th, sekolah-, sma, [...]
February 15th, 2009 at 8:05 pm
[...] original here: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: alat penghemat gas lpg, archive, august, november, november-16th, november-5th, paket, resmi, [...]
February 15th, 2009 at 10:01 pm
[...] the original: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: adinoto, alat penghemat gas lpg, alat penghemat gas lpg, belajar, kesetaraan, mbak, [...]
February 16th, 2009 at 5:10 am
[...] more from the original source: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-yang-kita, adinoto, alat penghemat gas lpg, alat penghemat gas lpg, august, belajar, faint, [...]
February 16th, 2009 at 8:30 am
[...] original here: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: adinoto, alat penghemat gas lpg, belajar, dengan-penyelenggara, ijazah, jakarta, mbak, [...]
February 16th, 2009 at 8:44 am
[...] more from the original source: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-calon-sarjana, adinoto, alat penghemat gas lpg, alat penghemat gas lpg, august, belajar, [...]
February 16th, 2009 at 1:08 pm
[...] original here: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-bakal-mampu, a-ujian-paket, alat penghemat gas lpg, china, faint-heart, kalo-masyarakat, [...]
February 17th, 2009 at 1:15 am
[...] the original post: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-atau-pun, a-bakal-mampu, a-ujian-paket, alat penghemat gas lpg, china, india, kesetaraan, [...]
February 17th, 2009 at 1:17 am
[...] the original post: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-calon-sarjana, adinoto, alat penghemat gas lpg, dengan-penyelenggara, negara, [...]
February 17th, 2009 at 8:43 am
[...] post: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: adinoto, alat penghemat gas lpg, belajar, faint-nomor, november, november-19th, paket, sma, [...]
February 17th, 2009 at 12:28 pm
[...] rest is here: adinoto’s blog » Blog Archive » Not For A Faint Heart: Belajar … Tags: a-yang-kita, alat penghemat gas lpg, archive, august, faint-heart, faint-nomor, mbak, negara, [...]
February 24th, 2009 at 1:59 pm
wah keren pak…abis ini coba ngerakit pesawat..
November 7th, 2009 at 10:38 am
Jedeerrrr!!! Siap-siap kalau anak sudah bisa sekolah: bingung cari sekolah yang berkualitas dengan biaya murah. Jangan seperti bapaknya yang dulu sekolah asal-asalan. Hahahaha…
Apakah tidak lebih baik ortu cari sekolah yang biasa-biasa saja (tidak terkenal) tapi bisa membantu anak kita membangun intelektual sosialnya, lalu perkara teknis kita ajari di rumah? Soalnya, yang saya rasakan setelah bekerja (bidang IT) dan mengenal internet, banyak masalah-masalah IT yang solusinya bertebaran di internet (dan itu tidak diajarkan di bangku sekolah!).
Jadi…home school, pak de Noto?
December 8th, 2009 at 10:21 am
hahahahaa home school mah wajib… kalo sekolah wajib mah kalo ada biaya ya juga go for it
August 3rd, 2010 at 9:02 am
[...] cuplikan gambar yang menginspirasi situs pendidikan tersebut. Dan ini artikel lama saya yang mengulas pemikiran nakal menggelitik intelektualitas dan kesadaran berbangsa ini. [...]
October 6th, 2010 at 10:00 am
[...] Alasan dijual, karena kelihatannya nantinya ga bakal keurus, saya ada 3 mobil bmw yang bakal nganggur, so sebelum dianaktirikan mendingan “dititipin” ke sapa yang mau nerusin merawatnya. Berikut referensi cerita restoring mobil ini di blog (this link) [...]
June 10th, 2011 at 2:28 am
haloo broo.. mau jg donk bisa tau lbih bnyak tentang mesin mobil… syukur2 artikel bisa jadi mechanic benerran… tolong kirim ya.. cara service kecil smp besar n turun mesin thaks before
June 15th, 2011 at 6:53 am
halo kang anto, pembelajaran bisa dapet banyak dari membaca dari internet dan bergaul dengan montir. coba lakukan keduanya. di internet dan via google juga ilmu tidak terkira luasnya bisa jadi referensi. salah satu situs otomotif di indonesia yang sederhana penuturannya dan cukup jelas bisa dilihat di http://www.saft7.com
selamat ngoprek
September 16th, 2011 at 10:24 pm
belanja buku, belanja ilmu pengetahuan,betul kan ??