Sekilas Saya Macnoto dan Apple

Macintosh, Social, Technology Add comments

Ketika saya mengiklankan tentang terbitnya buku Sahabat Mac, buku manual penggunaan Mac OS X Snow Leopard yang saya tulis bersama Jack Popo, di milis id-mac yang saya tinggalkan 4 tahun yang lalu karena keriuhan disana, maka beberapa komen muncul mempertanyakan siapakah saya sebenarnya. Untuk mengaddress hal tersebut saya perlu menulis sedikit ulasan bagaimana hubungan saya dengan Apple selama ini, dan sejarah singkat keberadaan Apple di Indonesia yang mungkin berguna bagi rekan-rekan yang tertarik mengamati pertumbuhan pasar Apple dan teknologi informasi di negeri ini.

“Ok, kelihatannya memang saya harus sedikit intro memperkenalkan diri, mengulas timeline perkenalan saya dengan apple, dan terutama memperkenalkan timeline perkembangan masuknya Apple di Indonesia bagi para pencinta milis id-mac disini, biar para pembaca milis ga bingung.

Milis ini dengan 4,751 members saat ini tentunya tidak sesederhana ketika saya tinggalkan 4 tahun yang lalu ketika membernya 1,300an.

Ok, let’s start:

Phase I: Perkenalan pertama dengan Apple.
Saya mengenal Apple II th 1978, ketika itu dengan Apple baru 1 tahun mengenalkan Apple II (1977) dan Apple II merupakan personal komputer paling banyak/populer dipergunakan orang, menyaingi Amiga. Mungkin dari sekian banyak dari anda, masih ada yang mengalami/mungkin orang tuanya paling tidak? memiliki Apple II. Disk Drivenya Besi kotak gede, rasanya saya masih simpan di gudang atas, bersama dengan Performa 205 dan cute Color Classics II (color classics berwarna satu2nya yang saya pengen beli karena modelnya cantik).

Phase II: Apple dan IBM PC (1984-1995)
Pada pertengahan tahun 80an, IBM PC mulai masuk ke Indonesia, yang kemudian diikuti oleh IBM PC Compatible. Little known fact, bahwa sebenarnya IBM tidak pernah me”licensi”kan IBM PC kepada vendor lain, tapi BIOS sebagai “otak” PC tersebut terlalu sederhana sehingga dapat direverse engineering oleh Phoenix BIOS (salah satu pembuat BIOS = saat ini para pembuat BIOS sudah dalam satu perusahaan semua karena bisnis ini terlalu tidak valuable saat ini). IBM mencoba “mengalihkan” arah PC menjadi standard mereka lagi dengan PS/2 tahun 1987 (dengan MicroChannel Expansion Bus-nya), tapi usaha ini gagal (karena para pebisnis Taiwan tidak mau kehilangan bisnisnya, dan terlalu banyak pemain yang terlibat dan tidak kehilangan lahannya. Satu-satunya PS/2 yang kita “sempat” kenal dan tersisa adalah Port PS/2 saja untuk Keyboard dan Mouse. Itupun sudah nyaris tidak dipergunakan lagi pada saat ini). Di Indonesia PC Compatible sempat merajai pasaran dunia bisnis disini. Dengan DOSnya (variant DOS yang ada, IBM PC DOS, Microsoft DOS, dan DR-DOS/Caldera). Microsoft prevailed.

*kuis: Tahukah anda bahwa malahan Apple yang pernah melisensikan desain Apple Mac kepada segelintir perusahaan seperti UMAX, Power Computing, dan Daystar. Power Computing didirikan oleh segelintir ex-Compaq, perusahaan yang pertama kali merilis komputer 386 clone, sebelum IBM sendiri (selaku pemilik desain original PC).

*kuis: Tahukah anda bahwa salah satu orang dibalik keberhasilan operasional Apple hari ini, Tim Cook, Chief Operating Officer, adalah salah seorang ex-Power Computing?

*kuis: Tahukah anda bahwa Sony berminat melisensi Mac sebelum akhirnya merilis VAIO namun di tolak Apple?

*kuis: Tahukah anda bahwa notebook komputer pertama didunia, Apple PowerBook 100, itu diproduksi hardwarenya oleh Sony? Bisa dibayangkan apabila Sony VAIO hari ini adalah Mac clone. *wink.

Phase III: Apple era PowerPC dan Apple di Indonesia (1990-1997).
PowerPC merupakan Microprosesor yang diprediksi “akan” mengalahkan dominasi Intel. Intel sebagai ex-pembuat memory yang menemukan surga bisnis di sektor mikroprosesor, mulai kesulitan dengan desain tua x86. Perang media antara RISC (reduced instruction set computer = chip-chip PowerPC, MIPS, ARM, SPARC, Alpha) versus CISC (complex instruction set computer = Intel x86) mendominasi berita pada med 1990an. RISC terbukti lebih murah untuk diproduksi sampai dengan 1/10th CISC, dan lebih simple (RISC dibangun dengan puluhan instruksi, CISC seperti x86 memiliki ribuan instruksi, dimana ribuan instruksi ini sebenarnya bisa dibangun dari “kombinasi puluhan instruksi” yang uniknya hampir 80 persen fungsi call mikroprosesor itu adalah “ADD, SUBSTRACT, BRANCH, PREDICT” alias hanya 4 dan kombinasi dari 4 instruksi tersebut. Intel saat ini lebih mirip RISC (lebih fokus ke floating point dan superscalar design), dan RISC processor lebih CISC (instruksinya lebih banyak, tapi tidak sampai ribuan).

*kuis: Tahukah anda bahwa Microsoft Windows pernah di port untuk 4 platform tersebut? Windows NT 4.0 pernah di port untuk jalan di Intel x86, MIPS, PowerPC, dan Alpha mikroprosesor.

macnoto analysis:
Salah satu kegagalan PowerPC mendominasi pasar Intel adalah: Karena IBM, Motorola sebagai alliance hardware manufakturer gagal “mengajak” mitra Taiwannya untuk ikut serta terlibat “mencari rejeki” dari desain mikroprosesor dan platform baru ini. Common Hardware Reference Platform (CHRP) keluarnya terlambat, Tatung adalah sedikit dari perusahaan yang akhirnya memproduksi CHRP dalam skala kecil. Andai saja IBM, Motorola dapat membujuk dengan memberikan insentif kepada Asus, ECS, Gigabyte, dan vendor-vendor motherboard PC lainnya untuk memproduksi motherboard PowerPC compatible, maka mungkin anda tidak akan menggunakan Intel pada hari ini? Karena pada akhirnya kita tidak peduli dengan mikroprosesor apa yang dipergunakan, as long as it runs Microsoft Windows (for most people).

-Apple di Indonesia-
Apple di Indonesia pada saat itu sudah dipegang oleh beberapa distributor, namun dipecah masing-masing produk yang diusungnya, salah satunya PowerCom dan InMac. InMac adalah distributor untuk produk-produk high-end seperti PowerMac dari Apple Computer. PowerCom untuk produk-produk consumer seperti Performa dan LC. Saya tidak memiliki informasi banyak seputar PowerCom pada saat itu (1990an) tapi saya cukup mengenal InMac yang dipimpin oleh seorang teknolog yaitu Bapak Kendro Hendra (InTouch, mitra kreatir berbagai solusi Nokia). Pada tahun 1997 saya sempat mengenal beliau lebih dekat ketika itu saya bekerja sebagai staff beliau untuk sister company InTouch dan MegaNet (ISP co-developed bersama JawaPos).

InMac pada tahun 1994-1995 telah menunjukkan performansi luar biasa pada pameran komputer di Comdex? JHCC Senayan, Jakarta. Pameran komputer pertama yang paling menonjol di Indonesia pada saat itu dan menguasai 1/2 panggung dari pameran itu sendiri. Bayangkan betapa jayanya dahulu ketika separuh dari JHCC itu diisi oleh produk-produk Apple dan mitranya. Saya sendiri menyempatkan diri melihat sendiri pameran tersebut dengan menaiki keretapi subuh dari Bandung.

-Apple di Bandung-
Apple di Bandung pertama kali dipelopori oleh APCOM di dayangsumbi / deket ITB. APCOM ini sebenarnya adalah anak perusahaan yang dibentuk oleh biro arsitek APAR (yang dimiliki keluarga bapak Besari? Habibie?) yang pada masanya merupakan biro arsitek ternama di Bandung. Karena pada saat itu komputer yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan arsitek secara grafis (GUI) = ingat PC waktu itu masih menggunakan DOS dan AutoCAD DOS version yang relatif lebih rumit, maka pemilihan platform Apple Mac sebagai perangkat pendukung biro arsitek pada masa itu merupakan pilihan yang tepat (terlepas dari harganya yang relatif mahal), dan kebutuhan untuk mendukung bisnis tersebut menelurkan anak perusahaan penjual perangkat Apple Mac di Bandung, dengan nama APCOM. Beberapa nama lama disana adalah Bapak Iwan, Deden, Bachtiar, dan Iman. Saya pribadi sempat mengenal Bachtiar dan Iman, tapi hanya selintas tahu raut muka Bapak Iwan dan Deden. Salah satu toko komputer lain yang mengusung Apple di Bandung pada masa itu dan melayani segmen pasar grafis/percetakan adalah Netral Computer yang dipimpin oleh Pak Lipu yang sekarang di Estore Bandung.

Kemudian, Apple di Indonesia mulai memperluas jaringan dengan mendirikan beberapa Master Dealer, seperti Sidola Computer di Bandung, dimana disinilah saya pertama kali bekerja sebagai Apple Product Specialist pada tahun 1995-1996, dan sebagai mahasiswa mbalelo (bukan mahasiswa luar biasa, tapi mahasiswa biasa diluar) πŸ˜€

-Apple di Jakarta-
Apple di Jakarta is little know fact buat saya, tapi saya tahu paling tidak pernah berjumpa dengan Macindo di JDC, MacData dulu, dan mengenal nama-nama seperti Sumber Makmur, IndoBhakti dan tentunya pada distributor seperti PowerCom dan InMac. Namun, sedikit yang perlu saya tegaskan disini para pejuang mac yang mungkin masih ingat Pak Wing (W&W Computer) di Ratu Plasa, yang merupakan orang lama juga yang dengan sabar memperkenalkan Apple di toko beliau. Walaupun saya tidak sempat mengenal Pak Wing secara pribadi –karena saya orang Bandung, saya haturkan hormat saya bersama pejuang-pejuang Apple lama di negeri ini, termasuk Bapak Kendro Hendra, dan Bapak Wawan dari InMac.

Phase IV: Apple era Padang Digital (2000-now).
Pada tahun 2000 saya agak kaget dengan iklan kecil di koran Kompas bahwa dibuka lagi distribusi Apple di Indonesia. Ketika sebelumnya hubungan Apple distributor dan Apple Singapore sedang meredup, dan kondisi Apple sebagai perusahaan juga mulai meredup di penghujung akhir tahun 2000, maka keberadaan distributor baru ini cukup mengagetkan saya kala itu. Saya yang sekembalinya dari riuh jakarta dan mancanegara, diawal karir memulai usaha sendiri, sempat tergelitik dengan keberadaan iklan tersebut dan menghubungi iklan tersebut.

Saat ini, Padang Digital dan beberapa distributor lain seperti ECS, Sistech, dan beberapa premium reseller dan reseller lain seperti Estore, Emax, dan masih banyak lagi cukup menikmati buah dari kesuksesan Apple di Indonesia.

Phase V: Berurusan dengan Apple (2003-2005).
Pada awal tahun 2000, saya sempat memiliki beberapa unit Mac, tapi tidak seagresif sebelumnya, karena Apple slowly dying company pada saat itu tidak lagi menarik. Namun keberadaan Mac OS X pada awal tahun 2001, membuat saya berpikir ulang untuk menggunakan PowerBook G4 sebagai platform development saya. Pada suatu kesempatan pada medio 2003 saya sempat membuka peluang besar bagi Apple untuk memenangkan suatu tender besar sekitar 200 miliar yang membawa saya kepada perkenalan kepada beberapa pejabat teras Apple. Pada tahun 2005, saya sempat merencakan event besar launching Apple di suatu kawasan pendidikan ditengah hutan, tempat sekolah yang dibangun Bapak Luhut Panjaitan, yaitu Yayasan Del. Di event yang direncanakan penandatanganan kerjasama Pemerintah RI dan Microsoft ini, kita sudah set rencana tandingan “everything Mac” di backgroundnya, seperti event SuperBowl 1984 :D. Namun sayang, rencana ini gagal karena bertepatan dengan musibah pesawat terbang Mandala Air medio Oktober 2005 (beberapa sponsor acara adalah pejabat teras disana yang menjadi korban, sehingga acara dicancelled). Pada tahun 2005, saya sudah berjabat tangan dengan Managing Director Apple Asia untuk mengambil alih kepemimpinan Apple di Indonesia. Rencana itu gagal karena perubahan intrik korporasi, dan hingga saat ini Apple pun akhirnya tidak pernah membuka representative di Indonesia hingga hari ini.

Phase VI: Closure.
Bisnis saya sendiri, tidak berhubungan sama sekali dengan Apple Computer. Perusahaan yang saya bangun, adalah perusahaan jasa teknologi integrasi dan konsultan untuk telekomunikasi. Beberapa solusi inovatif yang kami bangun, anda nikmati tanpa anda sadari dari bentuk layanan telekomunikasi yang anda pergunakan.

Dengan merebaknya penggunaan Apple bagi khalayak umum, karena Apple memutuskan untuk mengunakan platform Intel pada tahun 2006, dan memancing pengguna awam untuk mulai berani menggunakan Apple, cukup menggembirakan saya selaku mac / technology enthusiasts. Semoga di masa-masa mendatang Apple benar berminat membuka cabangnya di Indonesia dan rekan-rekan mungkin berminat / pada akhirnya bekerja diperusahaan yang anda cintai. Sejauh ini saya cuma bisa berkontribusi dengan menulis di blog apabila sempat, dan merilis buku Sahabat Mac bagi anda yang merasa memerlukan paduan penggunaan Mac buat referensi Mac OS X Snow Leopard. Mungkin apabila saya sempat saya akan share lebih jauh lagi dalam buku biografi saya, pandangan saya, seputar teknologi, dan bagaimana kita membangun civilization yang lebih baik.”

45 Responses to “Sekilas Saya Macnoto dan Apple”

  1. ainun Says:

    Selamat datang kembali di dunia blog. Apple dan kamu sudah seperti Bandung dan Dada Rosada huaaa…haaa…
    Maaas….tukoke IPAD…!!

  2. adinoto Says:

    halah nun hare gene make mac? wakakakaka *ngacirrr πŸ˜›

  3. Arnold P. Siboro Says:

    Circa 1991 waktu aku pake Mac SE kau pake “wall-mount” Compal, ingat gak?

  4. Yanthi Says:

    Mantaaaap….biar mereka tau mas, siapa Macnoto tuh..sembarangan mau nge-banned…dia pikir dia siapa?! Cuih…hahaaha…sukses ya mas πŸ™‚

  5. adinoto Says:

    # Arnold P. Siboro Says:
    April 28th, 2010 at 11:10 am e

    Circa 1991 waktu aku pake Mac SE kau pake β€œwall-mount” Compal, ingat gak?

    => Wakakakaa siboro-san ini termasuk orang yang beruntung pake Mac SE perdana, courtesy dari lungsuran abangnye taon 1987 bawa langsung dari US.. hahahaa… aku dulu ngiler liat Mac Plus om Agus di Chevron (was Caltex).

    Soal Compal “Wallmounted” hahahahae… yes we’re the first about “the tablet” wakakaa.. .orang blon ngomongin tablet dan iPad, kite dah copotin itu laptop pasang di dinding th 92 wakakakakaa…..

    *ngacirr πŸ˜€

  6. Eep Says:

    pak tulisannya terlalu panjang.. ini SPAM nih pa.. SPAAAAM….
    dibanned ajah dari wordpress…
    *ngaciirrr

  7. adinoto Says:

    wolwolkewl:
    Gue ga tau soal tim cook, gue tau sony mau lisensi mac os, saya tau sony yg bikin hardware apple laptop pertama…so…am geek enuff?
    LoL

    macnoto:
    you’re geek man

    wolwolkewl:
    Doh…

    macnoto:
    hadiah goceng wakakaka…

  8. wolwol Says:

    daripada ngurusin soal mac…mending urusin bandung nyok *halah*
    tah jalan braga skrg pake andesit bocel2, si dada geus cicing, teu aya follow up nanaon…nu aya skrg ngeributin bandung CFD…kupret eta…..proyek braga dah ga ada duit, skrg proyek CFD aya duid….jd di pollow nu aya duid.

  9. Tukang Rambutan Says:

    “Mungkin apabila saya sempat saya akan share lebih jauh lagi dalam buku biografi saya”

    adeuh sibuk pisan yeuh … πŸ˜›

  10. Affan Says:

    Mac pertamaku dari tanteku yg tinggal di Jakarta adalah Macintosh Plus, terus diganti ama Macintosh Classic, yang sempat aku bawa ke bandung pas kuliah TPB. Layarnya CRT monokrom, running OS System 6.0.7. Walaupun tampangnya lucu, tapi isinya bouw: MS Word, MS Excel, MS Powerpoint, Aldus Pagemaker ama Aldus FreeHand (sebelum dibeli ama Adobe)… jadi dulu aku lebih dulu ngerti Mac OS daripada Windows πŸ™‚

    Tante/Om ku dulu Macintosh freak. Di rumahnya ada Macintosh LC, Macintosh Proforma, ama Macintosh Powerbook. Pake printer deskjet nya Apple yg namanya apa itu lupa… Tapi jaman dulu Mac itu CRT nya Sony Trinitron, jadi buagus banget dibandingkan CRT jadul dari TVM, BRG atau GTC…

    Seperti kata Bung Karno: JASMERAH, jangan pernah melupakan sejarah, apalagi sejarah Macintosh di Indonesia bersama Macnoto, biar pada tahu diri tuh orang-orang baru πŸ™‚

  11. Endy Says:

    Wes, sebelum 50thn jangan bikin biografi bos hahaha
    Serius amat tulisannya pakcik? Kayaknya rese banget yang di id-mac ya… Power to you bro…
    Ntar kayaknya buku nya mesti dikirim ke Qatar tuh hehehe

  12. adinoto Says:

    affan: hahahaa yoi mac always superseed pc specs, Trinitron, sampe jaman 1995 ketika keluar mac abal2 monitor cembung wakakaka….

    endy: hahahaa mengobati kekangenan orang qatar baca tulisan aku wakakaka….

    sorry folks gotta go. talk ya later.

  13. Adham Somantrie Says:

    ini bukan spam, tapi scam… hahaha…

  14. wolwol Says:

    @adham: setuju…wekekeke :p

  15. amen Says:

    macnoto itu juga salah satu sahabat pena nya om steve. kalau ada email dari macnoto pasti gak cuman dibales satu dua kalimat aja wekekekeke

  16. masliliks Says:

    sudah lama nyaris ga ada email sepanjang itu di berbagai milis nyang saia ikuti πŸ˜€ bisa jadi menikmati lagi esensi mailing list hehehe
    halo pakdhe πŸ˜€

  17. idarmadi Says:

    wah….. apa perlu nulis panjang lebar gitu untuk para n00b???? πŸ˜›

  18. Abdul Razak Says:

    Lengkap ulasannya:) Thanks for the info.

  19. Adham Somantrie Says:

    @idarmadi : kan aa nata pengen ngeksis juga…

  20. macnoto Says:

    Hus hus hus… Lg di asep stroberi dolo tong gandeng wakakakaka… Ada yg mau ikut? Hihihi

  21. adinoto Says:

    Hehehe –correct me if I’m wrong– bahwa nama yono (dan beberapa nama rekan lain) adalah member mailing list Apple pertama yang diberi nama MacFanID medio 1996 dengan total 200an user, yang di co-prakarsai oleh saya dan atas courtesy Sdr. Siboro-san di hosting dengan bandwidth malingan di kampus di jepang πŸ˜› hehehe… ketika itu memang belum ada Yahoogroups.com (was Egroups.com yg diacquired Yahoo), let alone Google. Nama Google aja blon ada masih jaman Altavista πŸ˜› *ring a bell, folks? πŸ˜€

    Well, mas, Rapshody is the biggest heist in Apple history πŸ˜€ IMHO, Apple pada saat transisi dari OS 9 ke OS X tersebut menjanjikan build-once-run-any (mirip konsep Java) lewat Bluebox, Yellowbox solutions, aplikasi yg di build bisa jalan without anymodification di Windows, Solaris, etc. tapi at the end… ga pernah keluar productnya hahaha…

    Soal Mac will finally runs on Intel saya sudah tahu all along dari th 1997, karena memang BeOS-NeXT-NT kernel sebagai candidate replacement classics Mac OS (System 7,8,9) jelas sekali positioningnya. Hanya BeOS yang punya PowerPC dan Intel port pada saat itu. NeXT cuma punya Motorola dan Intel port dan sama sekali tidak punya PowerPC port.

    Rapshody saya sempet dapet dari Oky Tanardi (orang lama juga, ato tepatnya disebut geek tua? :P), tapi yang saya paling penasaran adalah Mac OS classics yang di port native di Intel jauh dahulu oleh tim Novell. That’s something that I’d die to see.

    As for Be? Hahaha ini yang dinanti2kan Gimson. Hahaha, Saya punya sejarah panjang dengan Be(OS). BeOS adalah segelintir pertinggi Apple yang hengkang untuk merelease OS yang lebih mumpuni (they DID!) pecahan dari Kaleida dan Taligent project (IBM-Apple initiatives). Jean Louis Gassee is ex-President Apple Product USA, dan bailed out 9 juta USD out his own pocket untuk membiayai Be, Inc. Sebenarnya Be nyaris dibeli Apple (at estimate ~150-200M USD) tapi Be minta tawaran 400M USD, at the end Apple malah membeli “paket” Steve dan NeXT nya yang sama sekali “belum punya produk apa2”. Hahaha… paling tidak investasi itu terbayar sekarang hahaha… Salah satu eksekutif sering berhubungan dengan saya adalah Heidi Rosen, seorang wanita paling berpengaruh di teknologi informasi pada masa itu (Apple VP Developer Relations).

    a blast from the past:

    http://testou.free.fr/www.beatjapan.org/mirror/www.be.com/usergroups/usergroups.html

    Indonesia
    Group Name: Indonesia BUG
    Goal: To broaden our knowledge and get to the latest of multimedia. Consider BeOS the major platform replacing MacOS.
    Primary contact: Adinoto A. Kadir

    Hahaha… maklum Mac is a dead-end platform pada tahun 1996. IMHO.

    Jangan ngomongin hardware deh… bisa ketiduran bacanya nanti… hahahaa… terlalu banyak! Tapi saya paling cinta ThinkPad “Butterfly” 701c saya! more than anything else at the time. Hahahaha… laptop yang full screennya, layarnya bisa mengembang full keyboardnya seperti kupu-kupu.

    http://www.youtube.com/watch?v=7wYKTvH2L0E&NR=1
    http://en.wikipedia.org/wiki/IBM_ThinkPad_Butterfly_keyboard

    Happy resting, folks!
    Cheers,

    macnoto();
    http://adinoto.org

  22. ekosindo Says:

    Jadi ingat tahun 96-96, Macnoto kemana mana nenteng IBM thinkpad butterfly. Sempat manas manasin anak Pak Lipu di Neutral.
    Beginilah nasib frontier.

  23. Oky Tanardi Says:

    Wah namaku disebut juga, udah tua ya….
    Pertama kali kenal orang Mac di Bandung adalah mas Iwan Indrawan dari Apcom. Pertama kali pake Mac 512K di CCF Bandung, sekitar tahun 1985. Tahun 1988 bekerja pada Distributor Apple untuk Indonesia.

  24. poetra Says:

    Yang gak tau macnoto, pasti MUGO (Mac User Gaul Only a.k.a pemakai mac yang cuma ngerti kalau pake mac itu artinya gaul dan trendy).

    Tapi, tetep aja postingan ini scam. Yaah, semacam scam positif lah ;)) *nunggu scam gudangbatere muncul bentar lagi*

  25. adinoto Says:

    ekosindo ini eko fisika?
    oky: wakakaka maneh emang geus kolot πŸ˜€
    poetra: hahahaa… sabar yeee… ker ripuh ku proyekan πŸ˜€

  26. jim Says:

    kalo aja gak ada noob di id-mac, nih ilmu macnoto pasti cuman legenda yang selalu digembar-gemborkan para tetua. mangkanya macnoto sadar musti didokumentasikan selalu … wkwkwkwk … berapa puluh taun lagi bisa minta royalti atas kisah di atas … :))

  27. fey Says:

    lama nggak mampir ke sini…

    udah 4 tahun ya..ternyata macnoto meninggalkan id-mac…makanya kemaren pas ngecek milis id-mac kok ada nama macnoto lagi..hehehehe…

  28. Noe Says:

    Geng lambe akan hidup kembali…..

  29. kemal Says:

    wah..saya pernah liat tuh iklan UMAX di majalah komputer indonesia (namanya apa sih..?) pas baca2 di perpus..harganya kalo ga salah 9 jutaan (iklan circa 1997-96)..

    kapan2 main ke perpus lagi ah..

  30. ekosindo Says:

    yoop.
    Yang jadi saksi.
    Duluuuu, noto yang kononnya iklan mac berjalan sempat terpesona banget dengan IBM.

  31. aaofik Says:

    om..saya masi muter2 soal kenapa prosessor PowerPC tidak di bangkitkan lagi? menurut saya malah lebih handal dibanding dengan Intel…maaf klo sok tau

  32. wisnu wardana Says:

    jadi inget pak rico, macdata.. gmn kabarnya beliau skrg ya?

  33. jim Says:

    @aaofik: powerpc gak ada yg mau riset. belakangan IBM sorangan develop powerpc G5, tapi kegedean dan kepanasan.

  34. ivie Says:

    salut. lengkap banget. gue masih nubie di dunia mac. baru make starting dgn power book G4. tp tau mac jaman gue masih skul di ambon.. jaman putih abu2 waktu gue dikirimin CD dabbler 2 yg bikin gue penasaran. requirementnya for win n for mac. For mac maksutnya apaan yahhh hihi abis itu mulailah mencari2 brita ttg mac.

  35. egy Says:

    pak macnoto.. sblmny saya tertarik sama mac dan yg pst pengen beli macbook.. hehe.. rencana pengen beli macbook mc207..yg prosesornya udh 2.4.. kira2 kpn keluarny di indonesia.. di smg blm ada.. mohon replynya.. nuhun…

  36. jim Says:

    @egy: cek aja di store.apple.com/id … shipping dalam 24 jam gak? kalo iya, berarti barang sudah bisa dijemput di reseller Indonesia

  37. Nanang Riyadi Says:

    Mas jika ada barangnya saya akan ke kota Bandung Mas

  38. gadgetboi Says:

    Jadi yg bener siapa duluan nich yg make chicklets keyboard? Mac apa vaio?

  39. adinoto Says:

    Apple menggunakan Chiclet keyboard pertama kali taon 2006 di produksi MacBook, Saya ga ingat Sony pertama kali menggunakannya kapan. Yang jelas Sony TT juga sudah menggunakan Chiclet keyboard. Cuma kalo ngomong pertama, ya IBM PCjr taon 1984 juga sudah pake… hehehee…

  40. gadgetboi Says:

    Wekekek ternyata sudah dipakai 26 tahun yg lalu …
    Thanx infonya bos

  41. rifqi Says:

    makasih mas atas infonya, sempet turut mendistribusikan buku sahabat mac..

  42. macnoto Says:

    rifqi: mendistribusikan dimana nih? semoga bermanfaat….

  43. dmg store Says:

    salut dgn pengetahuan applenya.berharap bisa ketemu dgn pak macnoto nih sambil ngopi mungkin..just kidding.

  44. mautauaja Says:

    Bulan Agustus 2010 saya beli MB Pro ?? Adinoto.
    Dan baru baca artikel ini di malam ini.
    Artikel ini memjawab beberapa pertanyaan “sejarah” ? Apple dan sebagian tidak ada di buku Issac. Termasuk me-refresh pembicaraan empat mata saya di apartemen ciumbeuleuit lalu.

  45. adinoto Says:

    isaac sapa ya ber?

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in