Selamat Tinggal Republik Indonesia, Selamat Datang Republik Baliho

Social Add comments


Kalo 10 taon lalu wakil rakyat kita didominasi oleh preman sekarang setelah 2 kali puteran yang dikatakan demokrasi diisi oleh orang-orang oportunis. Mau dibawa kemana nasib rakyat jelata dan pesan founding father kita.

Sungguh kita sudah menistakan diri sebagai bangsa besar dengan berdalih bahwa kita butuh demokrasi.

13 Responses to “Selamat Tinggal Republik Indonesia, Selamat Datang Republik Baliho”

  1. DV Says:

    Menyesakkan ya, Kang..
    Lagipula oportunis bukannya lebih memalukan ketimbang preman?

  2. investonyouth Says:

    Emang Nggak ada ya cara yang lebih baik dari” DEMOKRASI”

    sepertinya kok demokrasi itu begitu di agung-agungkan,
    dan sepertinya dianggap akan menyelesaikan semua persoalan.

    Demokrasi oh demokrasi?

    cara zaman bahuela yang udah usang dan belum terbukti kok masih di dewa-dewakan. Apa emang kagak ada inovasi baru ya?
    hidup zaman nuklir, internet,iphone dlll kok masih saja mengagung-agungkan cara hidup zaman batu.

  3. mantan kyai Says:

    saya cuma bisa mengelus dada (saya sendiri). sambil berandai2. mau dibawa kemana bangsa ini .. (doh)

  4. prast Says:

    sampe males ngomongin politik..
    tapi tgl 9 april saya tetep nyontreng..

  5. ucing Says:

    Pkokoknya tgl 9 jangn golpot, contreng apapun asal jangan partai Merah..(mumpung banyak yang merah hehehe..) bila anda tidak mau negri ini tbh tergadai.. (sok berani gak nyensor koment gw)

  6. gagahput3ra Says:

    Saya agak kurang setuju, kok demokrasi yang disalahkan?

    Demokrasi itu kan sistem, yang pelaksanaannya diatur sama orang-orang “oportuis” itu tadi. Demokrasi itu sendiri basisnya kan “dari kita oleh kita untuk kita”. Jadi ya salah kita kalo Demokrasi disalah gunakan.

    Saya justru tertarik dengan kata-kata mas “pesan founding fathers kita”. Karena yang saya tangkap dari konstitusi kita adalah demokrasi. Melawan penjajahan, membebaskan rakyat dari kesengsaraan, memberikan hak memilih untuk rakyat adalah amanat Demokrasi. 🙂

    Sistem pemerintahan adalah sistem pemerintahan. Mungkin kita yang kurang introspeksi dan mengerti apa sebenarnya Demokrasi. Karena otoritarianisme udah kita jalanin 32 tahun, hasilnya utang bertebaran, pembangunan gak merata, kultur korupsi & pelarangan mengeluarkan opini.

    Postingan ini, komentar saya, komentar yang lain yang dengan bebas mengkritik pemerintahan adalah sesuatu yang gak mungkin terjadi kalo kita bukan berada di negara Demokrasi.

    Maaf saya mungkin terkesan terlalu serius, karena saya capek melihat orang Indonesia mengkritik plattform dasar kritikannya sendiri. 🙁

  7. adinoto Says:

    disini kan public space boss, sapa yg sensor2an? orang peduli negara kok disensor 😛

  8. idarmadi Says:

    “Demokrasi” itu adalah sebuah teori atau konsep. Nah, implementasi dan penalarannya yang sangat subjective. Coba tanya Bung Harmoko, pada jaman Eyang Harto juga negara kita Demokrasi kok… Demokrasi Pancasila yang bertanggung jawab. 😀

    Tapi mengkambinghitamkan “otoritarianisme” atas kehancuran negara ini juga bukan hal yang tepat. Di Republik Rakyat Cina, otoriternya PKC kayaknya melebihi dari otoriternya Orba, tapi bisa dilihat signifikan perkembangan infrastruktur dan perekonomiannya dalam 20 tahun terakhir.

    It’s doesn’t matter who win this election and who become the fcuking president, Indonesian people are still going to be fcuked up (by them).

    (at least, it costs fcuking trillion Rupiah of fcuking tax payer’s money for NOTHING…… while just week ago, students in one public school have to study on the floor because their fcuking desks and chairs were being repossessed due to debt by school district.)

  9. wolwol Says:

    welcome to republik mimpi

    http://www.youtube.com/watch?v=3RK0Nxrv-Sw

  10. wolwol Says:

    jd inged http://www.janganbikinmalupemilu2009.com :p
    asli lucu2 dongo….
    ngomongnya partai…mengatas namakan anaknya, plagarism….semua diembat
    top markotob

  11. geblek Says:

    selamat datang di negeri indonesia sesungguhnya :d

  12. agus Says:

    Semua pilihan ada konsekuensinya. Mau posting atau tidak. Mau mau comment atau tidak. Mau nyontreng atau tidak. Asal kita siap mempertanggung jawabkannya di dunia atau pun di akherat. Tidak ada satupun yang terlewat. Tidak satupun..

    Satu menit bertanya pada hati nurani, apakah yang saya lakukan akan membawa kebaikan atau justru menambah kehancuran.

  13. mesin kasir Says:

    panen tuh yang buat baliho dan brosur serta advertising, jadi ada uang yang terserap juga ke bawah

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in